Karir atau Uang

Bulan September yang lalu, dimana masih dalam suasana liburan Idul Fitri,  saya menyempatkan diri untuk menengok sekolah saya, yang terletak di jalan Grafika no 2. Sekitar jam 8an pagi, saya sudah standby di Gedung C laboratorium Mekanika Fluida

Beberapa saat kemudian, saya akhirnya bertemu dengan Prof saya, setelah uluk salam dan sungkem kepada beliau, kemudian kami berbincang-bincang mengenai banyak hal, terutama untuk kemajuan jurusan, dimana beberapa masukan saya sampaikan ke Beliau, terutama hal-hal yang saya dapatkan di dunia kerja.

++++++

“tri, kira2 kamu milih mana? Karir atau uang?” sebuah pertanyaan sederhana namun tidak pernah saya pikirkan selama ini meluncur dari Beliau.

“where is Your Goal?”

Saya agak lama mikir untuk menjawabnya.

“hemm.. kayaknya untuk saat ini saya milih uang dulu Prof. , dikarenakan untuk saat ini belum mempunyai keinginan karir saya melejit cepat dan menduduki posisi penting, namun jika rate salary saya sudah tinggi dan ilmu nya juga tinggi, mungkin saya akan melirik karir. Oia Prof, mungkin kenapa juga hal ini yang menjadikan landasan pemikiran saya, dikarenakan saat ini saya bekerja di dunia engineering  dan konstruksi (swasta) dan ada kemungkinan saya tidak hanya akan langsung stay di satu tempat saja. Kalau saya melihat, banyak dari teman yang menjadi “tentara bayaran” untuk mengerjakan proyek tertentu dengan rate yang tertentu pula, dan ketika proyek sudah selesai, mereka akan mencari proyek lagi tentu dengan rate yang berbeda lagi.” Sambung saya lagi.

“Ya, alasan mu masuk akal juga Tri, mungkin hal ini berbeda dengan teman-teman mu yang bekerja sebagai abdi Negara (Pegawai Negeri Sipil), mereka pastilah tidak akan bisa dengan mudah untuk berpindah-pindah seperti hal nya kamu. Dan kemungkinan mereka akan lebih meningkatkan karirnya untuk mengejar posisi, mungkin juga melanjutkan sekolah ke jenjang S2, nah dengan demikian salary otomatis akan naik” sambut Prof saya

“…hehehehe..benar juga Prof. Kalau di dunia saya saat ini, kalau pengen cepet melambungkan nilai salary ya dengan jalan itu tadi, tidak berada ditempat yang sama..” sahut saya

“kamu itu tidak berubah, oia kamu masih ingat dengan nasehat saya, sewaktu kamu masih kuliah dulu tidak?” tanya beliau

“Dalem masih ingat Prof. dengan meningkatnya skill, kemampuan analisis, ilmu, kemampuan manajerial, maka tidak bisa ditawar lagi salary pasti akan mengikuti dengan sendirinya..” jawabku dengan penuh semangat, seperti sewaktu dikejar deadline skripsi :-)

“Nah itu juga merupakan point yang penting, dikarenakan tidak cukup dengan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain saja, ning kemampuanmu harus meningkat dan jangan hanya puas dengan apa yang sudah kamu peroleh saat ini. Jadilah seseorang yang selalu bodoh dan haus akan pengetahuan, apapun bentuk nya, yang namanya ilmu itu pasti bermanfaat.”

Belajar tentang apapun”

Dari sedikit diskusi dengan Bapak Guru Besar saya, saya mendapatkan banyak sekali gambaran harus bagaimana ketika kita sudah masuk dalam dunia kerja ini. Goal apakah yang ingin kamu capai, hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang bisa kita jadikan sebagai tonggak awal memulai start  ketika masuk dalam dunia kerja atau apapun itu.

~tHs~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s