Menyoal ‘Talent Management’

Menyoal ‘Talent Management’
Umi Gita Nugraheni

Paradigma kesuksesan sebuah perusahan atau institusi kini bergeser dari material, alat, uang menuju pada sumber daya manusia. Kualitas sebuah institusi sangat bergantung pada bagaimana kualitas dan komitmen manusia yang ada dalam institusi tersebut. Dan pembicaraan mengenai apa yang terpenting dari manusia sehingga ia mampu melakukan performance yang maksimal seakan tiada akhir. Yang dulunya disorot soal kompetensi kini menuju pada talent.

Ya, buat apa kita fokus pada performance seseorang karena kelemahannya? Setiap orang itu memiliki kelemahan. Namun, setiap orang pasti memiliki kekuatan dari dirinya. Dan itu adalah unik. Jadi kembangkan saja kekuatan dari seseorang itu sehingga ia akan memiliki performance yang lebih besar.

Begitulah kira-kira filosofi dari talent management.

Dan berbagai rumus dan strategi hingga tips and trick bagaimana me-motivate, me-develop dan me-attrack talent people bertebaran. Dari membuat pemetaan talent (talent mapping), mengelompokkan orang-orang menjadi 4 hingga 9 kuadran dalam dua variabel yaitu potensi dan performance.

Seems a great concept….

Setelah pemetaan orang tersebut, maka akan terlihat mana orang yang ‘high potential’ dimana potensi dan performance-nya tinggi sehingga orang-orang seperti inilah yang akan menjadi future leader. Akan terlihat juga orang yang menjadi ‘core employee’ dimana ia memiliki potensi yang sedang dan performance-nya pun sedang, inilah orang dengan ketahanan kerja yang baik dan tak akan goyah kinerjanya dengan situasi ekternal institusi.

Dan ada pula orang-orang yang ‘under achiever’ dimana potensinya sebenarnya tinggi namun performance-nya rendah? Inilah fenomena yang pasti menjadi dilema para HR, membuang orang ini sayang, tapi mengapa performance-nya rendah? Maybe, there’s something wrong with them, but we never sure what the problem is. Dan yang membuat pikiran adalah orang-orang yang berada dalam posisi ‘under performer’, merekalah yang potensinya rendah dan performance rendah. Mungkin kebijakan terkejam adalah mengeluarkan mereka (bila di swasta), atau memberikan pensiun dini (bila di BUMN) dan tidak menganggap mereka kerja namun gaji tetap dibayar (bila di pemerintah).

Namun, HR department juga bukan orang yang kejam. Dengar cerita teman sesama HR yang kerja di Total, sepertinya banyak cara untuk me-manusiawi-kan pegawai. Bila memang dia tidak punya potensi dan performance-nya kurang, mungkin kita gali terlebih dahulu permasalahan pribadinya. Bisa jadi, memang ia ada masalah besar.

Tidak ada batasan antara kehidupan kerja dengan kantor. Begitu banyak perusahaan yang berusaha melibatkan keluarga dalam perusahaan membuat performance pegawainya meningkat. Jadi semboyannya adalah my work is my world. Bila memang, potensi kurang, memberikan training dan coaching menjadi pertimbangan. Begitu pula dengan menempatkan dia di area yang tugasnya sederhana seperti mem-file dokumen (walaupun sebenernya ada seni-nya juga dalam memfiling dokumen, nyatanya ada jurusan ilmu perpustakaan).

Bicara tentang pegawai itu jelas menarik. Karena pegawai itu begitu berdinamika, tak ada rumus yang pasti. Yah, namanya saja manusia. Begitu banyak konsep, namun bagaimana dalam tataran implementasi? Bukan suatu hal yang mudah.

Memang, banyak orang berpandangan bahwa perusahaan yang maju itu pasti memiliki sistem pengorganisasian pegawainya yang baik. Kebijakan HR dalam perusahaan merupakan suatu yang strategis, itu pasti. Namun, bila tak didukung dengan kepemimpinan yang perhatian dan mampu bersikap adil, itu semua seperti mimpi di siang bolong.

24 April 2011

-gadis kecil dengan jutaan mimpi-

Sedang ngelindur berfikir tuk mengimplementasi konsep ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s