Terima kasih

Terima kasih

oleh: Sri Marpinjun

Beruntung jadi angkatan tua: diminta memegang kepala Hasan Abdurahman. Bayangkan! Padahal tak sedikitpun aku merencanakan bakal melakukannya sebelum bertemu orang ini. Gimana tidak terkesan, wong aku sangat menaruh hormat pada Doktor satu ini, wis direktur ahli agama maneh. Aneh rasanya memegang kepalanya, gara-gara dia ingin memperlihatkan benjolan di belakang kepalanya. Untuk apa…aku juga sudah lupa. Maaf. Yang jelas tidak ada alasan klomoh.

Rumah Hasan Abdurahman, keluarganya, dan masakannya benar-benar semenarik yang telah di tunjukkannya melalui face book selama ini. Semua kelihatan harmoni…dan sungguh dia orang yang saleh karena setelah “pamer” dia suka berbagi kemakmurannya itu kepada kami semua. Untuk memudahkan kami hadir, dia mengirim satu mobil untuk menjemput kami. Wah, kami merasa sangat terlayani oleh keluarga ini. Ketika pulang, dia juga menawarkan makanan yang berlebih untuk kami bawa pulang…. Kalau tahu akan begini, tentu aku bawa rantang yang dapat kukirim untuk mbak Denies yang setahuku ngeces pingin ngicipi masakannya. Tapi sayang aku pulang ke Jogja baru minggu depan, jadi dengan halus menolak tawarannya. Terima kasih Hasan Abdurahman. Hanya Allah SWT yang akan membalasnya!

Itu salah satu pengalaman paling menarik hari ini kopdar Kavir hari ini. Tentu saja pengalaman menarik lain adalah bertemu Ratna Widyastuti dan keluarga, THS, HMK, Firdaus, dan Sudarsono. Mereka semua baru kutemui hari ini tapi rasanya seperti telah berteman lama sekali. Untuk kedua kali aku bertemu kembali dengan Raisah, ML dan Indarto.

Tentu saja perlu diceritakan sedikit bagaimana Raisah kembali ke dalam grup. Baru kutahu, ehem, Raisah yang terkesan sangat mandiri dan punya strong personality, tak kuasa menahan rayuan HMK untuk kembali. Padahal iming-imingnya cuma: gimana kamu dapat ditag fotomu kalau kamu tidak ikut grup? Yang ini lebai. Yang tidak lebai: Raisah itu penting ada di dalam grup Kavir supaya dia dapat meningkatkan kualitas diskusi di grup. Seperti kita tahu dia ini pintar dan kritis. Jadi selamat datang kembali Raisah!

Kopdar di rumah Hasan Abdurahman memang output utamanya makan siang sampai kenyang. Tapi bonusnya adalah makin eratnya silaturahmi di antara para Kavir. Asumsi-asumsi tentang orang ini atau orang itu saya yakin juga telah terverifikasi karena kami semua pulang dengan pengertian yang lebih utuh tentang masing-masing (hopefully).

Aku pribadi kebetulan pulang ikut mobil HMK yang mulus bersama THS dan Raisah. Berempat kami mampir ngopi di Kalibata…lalu diskusi sampai lupa waktu ternyata kami berada di warung kopi itu hampir 4 jam! Kali ini HMK berkehendak untuk membayar semua jajanan kami. Terimakasih ya!

Ya ampun, hari ini sangat menyenangkan kawan-kawan. Terima kasih ….

One thought on “Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s