Kopdar Omah Lodhong : KV Jogja, 7 April 2012

Mas Dodi sudah nunggu di ruang depan warung “Omah Lodhong” Jogja ketika aku masuk. Kami bersalaman sejenak dan kemudian sudah asyik membahas kambing ETTAWA. Aku baru ngeh kalau kambing itu terlihat sama saja bagiku tetapi terlihat berbeda di mata mas Dodi. Mulai dari bentuk wajahnya, perawakannya, tanduknya sampai ke kupingnya semua punya ciri khas masing-masing.

Cerita tidak berhenti sampai di situ, ternyata ada juga cerita tentang bekam, tentang berbagai obat herbal. Ada sembilan macam obat herbal kalau aku tidka salah ingat, dengan nama khas masing-masing.

“Yang obat pengecil perut itu, mungkin tidak manjur mas atau kurang menarik untuk diiklankan”

“Mengapa?”

“Soalnya yang iklan perutnya gendut!”

kopdar omah lodong (6)

Derai tawa selalu mengiringi setiap kita membahas suatu topik. Sebuah topik yang berat sekalipun selalu ada jeda untuk tertawa bersama, apalagi kalau topik tentang hal yang remeh temeh.

“Ada seorang teman yang tidak suka jengkol, tetapi ternyata dia asyik ngabisin keripik jengkol karena tidak tahu bahwa yang dia makan adalah keripik jengkol”

“Mbak AR itu orang lurus banget lho, sayang tidak bisa gabung di acara ini, kalau ada dia pasti acara ini bisa lebih seru deh !”

“Wah ini kopdar kok isinya makan melulu ya? Nanti yang diupload pasti makanan saja”

kopdar omah lodong (2)

Segala pembicaraan saling sahut menyahut di arena meja bundar Omah Lodhong. Kadang satu topik dibahas bersama, tapi kadang saling silang antara mereka yang berhadapan. Jadilah berbagai topik dibahas bersamaan di antara mereka yang berhadapan duduknya.

Suasana makin rame karena ada yang tidak bisa hadir dan ingin ngobrol dengan kita. Jadilah sebuah ponsel berkeliling di antara kita dan obrolan via telepon itu kadang terasa lucu karena kita hanya mendengar dari salah satu sisi pembicara saja. Kita hanya menebak apa yang diucapkan oleh lawan bicara di ujung telepon satunya.

“Eh foto dulu yuk mumpung masih lengkap”

Kalimat di atas tidak perlu diulang, begitu sang fotographer ambil posisi maka para aktris dan aktorpun langsung pasang action masing-masing. Selesai difoto langsung hasil fotonya diperlihatkan pada yang lain.

kopdar omah lodong (5)

“Wah mas Wahyu kaosnya dipakai mas Eko tuh”

“Dijamin mas Wahyu panas hatinya lihat foto ini”

Belum puas foto duduk acara foto berdiripun dilanjutkan di ruang tengah. Ini memang acara wajib setiap kopdar, “narsis ebrjamaah”.

Tak terasa maghrib sudah berlalu dan acara harus diakhiri. Kopdar yang akan datang kelihatannya akan tidak bis ajauh dari makanan lagi.

“Kita bawa masing-masing dari rumah dan kita santap bersama di acara kopdar yang akan datang yuk”

Nah, ajakan menarik seperti ini pasti akan banyakpeminatnya. Kita tunggu saja acara kopdar yang akan datang. Tentu dengan peserta yang sudah makin saling mengenal dan acara yang lebih terfokus.

“Aku usul tema yang akan datang adalah cerita tentang sembilan obat herbal dan setelah itu baru dilanjutkan acara ngobrol ngalor ngidul”

Tunggu berita dari mbak Bibien untuk kopdar yang akan datang. Yang jelas warung blogger Mie sehati sudah menyiapkan tempat pelatihan mie sehati sebagai ajang pertemuan yang akan datang.

Sampai ketemu lagi salam sehati buat semua.

kopdar omah lodong (1)

+++

Foto lainnya ada disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s