Dua tahap krisis pertama dalam enterpreneur

Pebisnis pemula disarankan jangan belajar sendiri dalam menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan pertimbangan tentang sumber daya modal usaha yang (masih) terbatas, karena setiap “belajar mandiri/otodidak selalu menyertai kesalahan”, nah kesalahan dalam bisnis, tentulah resiko rugi dan kehilangan asset sangat besar. Semakin besar kerugian karena kesalahan kita, tentulah membutuhkan mental yang besar untuk bangkit, dan ini hanya sedikit yang bisa, lainnya tenggelam dan kapok berwirausaha.he hehe

Seperti  tulisan dipostingan sebelumnya https://kagamavirtual.com/2011/07/31/pentingnya-mentor-bisnis-untuk-pemula-bisnis/  mentor bisnis sangat Anda butuhkan.

Tahap krisis pertama dalam dunia enterpreneur yang pertama adalah “memulai usaha”. Dengan belajar pada mentor bisnis yang telah sukses, tahap ini mestinya dapat dilalui, karena ketakutan akan kegagalan bisa ditekan dengan memberi gambaran diotak kita, tentang “impian sukses” yang sangat menyenangkan.

 

Tahap krisis yang kedua adalah pemasaran. Salah satu indikator suatu usaha berkembang atau mati adalah di bagian ini. Salah satu tips untuk pebisnis pemula, adalah dengan mengggunakan mentor bisnis kita tadi sebagai seorang memberi pernyataan keunggulan produk atau “testimonial”. Ini akan membawa pengaruh positif setidaknya akan menarik perhatian sesama rekan bisnis mentor kita, dan selanjutnya secara mulut ke mulut akan tersampaikan pemasaran alami. Pemasaran alami, yang dari mulut ke mulut ini, membutuhkan waktu lama, akan tetapi kredibilitas (tingkat kepercayaan) untuk keunggulan produk sangat tinggi. Hal ini dikarenakan bukan produsen yang mengiklankan akan tetapi pengguna yang menyampaikan keuanggulan.

 

Untuk mempercepat pemasaran, gunakanlah sarana internet untuk menyampaikan keunggulan produk. Sarana sosial media, semacam FB dan twitter bisa digunakan, akan tetapi jangan menggunakan cara-cara yang terlalu agresif dalam pemasaran, misal ngeTag teman di FB atau pun mengirim pesan ke email pribadi. Tindakan ini sudah tidak efektif, malah cenderung menganggu privacy teman, sehingga akan mendapatkan respon kurang menyenangkan ke depan.

 

Apabila menggunakan sarana FB untuk pemasaran, silakan membuat Page untuk produk usaha. Dan seterusnya memposting info-info update tentang produk dan segala hal terkait produk kita, misal foto-foto. Dan sekali lagi, tidak usah ngTag.he he he

Biarkan teman kita membaca, dan merespon setiap postingan kita. Jika respon kurang baek, segera perbaiki dan seterusnya. Teruslah posting, lebih baek “narsis dikit daripada minder” sehingga dunia tidak mengetahui produk kita😀

 

Dalam tahap ini, ternyata menulis adalah penting untuk dikembangkan kemampuannya, untuk para pebisnis pemula. Ranah internet, dengan google, FB, Twitter dan sebagainya masih menyukai tulisan sebagai bahan baku utama. Dan jikalau Anda mempunyai kesempatan menulis buku,.itu lebih disarankan karena akan memperkuat branding ke depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s