Terjebak Ikut Nari Gangnam Versi Nekat di Temu Kangen Kagama di Ancol

KAGAMA GATHERING at Ancol (Kagangnam Style)

oleh Hery Muhendra

Weekend, salah satu hal yang paling dinanti. Biasanya weekend diisi dengan full time relax, jalan jalan, kumpul keluarga atau sekedar nyuci2 baju kotor terus ngegelosor di lantai berjam jam. Apapun weekendmu, gunakan waktu dengan bijak, karena yang mau gw share ini adalah salah satu weekend gw yang cukup menarik. Ada yang ga biasa di weekend ini, ada satu agenda yang terus saja mengusik hati sanubari.

Berawal dari obrolan ringan di tempat karoke, beberapa minggu sebelumnya bersama beberapa anggota Kagama Virtual munculah ide untuk menghabiskan hari minggu tanggal 7 Oktober ini di Jakarta, ada acara KAGAMA gathering yang bertempat di Ecovention Hall Ecopark. Ide ini awalnya terdengar seperti basa basi, yak karena tempat kerja gw yang udah ga di Jakarta lagi tentunya membutuhkan waktu dan biaya klo harus ke Jakarta terlebih hanya untuk satu hari. Tapi seiring berjalannya waktu mendekati hari H, rasa kangen memuncak. Entah ada dorongan apa yang memaksa gw tetap harus kesana, mungkin that was called home. Setelah dipikir pikir, enggak lah ga mungkin masa gw anggep ancol home, emang gw badut ancol?? Terlepas dari alesan knapa gw ngotot ke Ancol, gw yakin satu hal, disana gw bakal disambut keluarga besar gw, KAGAMA family.

Pagi buta gw harus ngejer kereta terpagi dari Kota Cirebon, aneh karena bangun pagi itu sesuatu yang tabu dan sulit untuk di realisasikan buat gw. Terpaksa minta bantuan bidadari-bidadari untuk membangunkan, dan dengan susah payah kereta itu terkejar juga, tentunya terkejar dalam posisi masih di parkiran stasiun karena berhasil datang  5 menit lebih awal, prestasi. Perjalanan di kereta diiringi lagu lagu John Mayer dan Mr.Big menambah syahdu perjalanan ini, ga kerasa sampai dengan selamat di Stasiun Gambir yang suasananya Alhamdulillah macet total.

Stasiun Gambir adalah meeting point gw yang pertama karena disitu gw harus nunggu temen, si Diajeng DIY peringkat harapan dua yang gw tau tabiatnya aga unik. Hari itu nampaknya dia ga mandi, atau terlalu terburu buru mandi nampaknya, hahaha. Sebut saja Icha namanya. Macet yang terjadi di gambir disebabkan oleh pameran alusista yang diadakan oleh TNI dalam rangka merayakan ulang tahun TNI. Monas mendadak rame dan hal itu juga yang membuat si Icha harus jalan kaki cukup jauh, kita pun resmi ngaret.

Setelah berdiskusi cukup panjang dan alot mengenai keefektifitasan penggunaan busway atau ojek, akhirnya kita memilih taxy sebagai jalan tengah. Dengan harapan macet ini pasti berlalu,dan harapan itu walau tipis menjadi kenyataan. Sampai pintu Ancol kita hanya menunjukan poster yang gw print asal asalan, ternyata langsung diperbolehkan masuk. Masuk, definisi masuk disini adalah masuk ke area Ancol yang besar dengan segala nama tempatnya, sang supir give up dengan mengangkat tangannya, kita Cuma bisa geleng geleng sambil nutup idung tanda ga tau juga. Akhirnya kita nemuin satpam yang dengan baiknya memberi tau arah, belok kanan mentok ke kiri dan luruuus. Karena terlalu banyak belokan ke kanan ataupun yang ke kiri, kami resmi menghabiskan 15 menit tour di dalam ancol mencari alamat.  Baru pada satpam yang ketiga, akhirnya kami dapat menemukan gedung convention hall ecopark. Dan kegembiraan baru saja dimulai.

Indoor, satu hal yang aga missed dari perkiraan gw. Mana mungkin bisa bebas berekpresi, disuasana indoor yang kaku dan pengap, lampu gelap dan yang pasti fokus penonton semua akan ke depan. Tapi hal itu bukan lah sesuatu yang menjadi masalah buat kita, kita dalam hal ini melingkupi seluruh serdadu lengkap Kagama Virtual, baik om om senangnya, tante tante enerjiknya, atau pemuda pemudi tanggung penuh pesonanya, fyi gw masuk golongan yang terakhir. Baru masuk pintu, senyum senyum ramah langsung menyambut dan gw larut dalam obrolan, seketika ditarik ke depan untuk berbaris menghadap ribuan penonton, tanpa tau tujuannya apa gw nurut aja, di barisan depan penonton sudah berjejer orang orang penting sekelas Anis Baswedan, Roy Suryo, Rektor Ugm dan Sekjen PP Kagama Pak Budi Wignyosukarto. Mati gaya, sangat. Namun entah kenapa bersama sama semua itu terasa menyenangkan.

Kreatif, acara terbilang cukup menarik karena dari awal kita sudah dituntut untuk berinteraksi sesama alumni ugm. Untuk memfasilitasi tujuan tersebut panitia membuat beberapa lomba dan salah satunya adalah lomba dance secara spontan, dengan berbekal pemegang juara tahun kemarin Kavir berencana untuk perform dengan thema gangnam style versi jawa. Dance satu ini memang sedang populer sekali walaupun menurut gw gerakannya ga lebih dari njatilan versi korea yang terkena dampak globalisasi. Jauh jauh hari gw udah nolak untuk ikut karena takut ngerusak, emang dance kayanya bukan specialisasi gw dengan badan yang kian berat hari demi hari badanku tak selincah dulu lagi. Apa daya, dengan sedikit tarikan dan dorongan gw sukses terjebak ikut nari gangnam style versi jowo, dikutip perkataan mba laeliyatul bukan versi jawa  tapi versi nekat.

Di awali dengan koprolan maut mas Alfian Rasyid, diikuti dengan gerakan gerakan gangnam yang spontan tapi (mudah mudahan) menghibur, diiringi saweran saweran receh dan ditutup oleh formasi aneh mas Puthut dan Mas Irvan. Kombinasi yang super unik menurut gw, ga bakal ada yang mendefinisikan indah mungkin, tapi lebih di definisikan superr seruu dan supeer spontan. Jempol buat semua serdadu kavir yang memutus urat malunya sesaat kemarin. Sayangnya moment kagangnam style tidak banyak yang mengabadikan, penonton semua sibuk melongo, tertawa atau menutup muka saking malunya. Gw juga ga pernah nyesel ikut terlibat di dance itu, pengalaman yang cukup aneh tapi selalu lucu dan menghibur jika diingat.

Acara temu kangen kagama tersebut dibuat bukannya tanpa bintang tamu, beberapa artis ibu kota seperti Ikang Fauzy dan Sammy Simonangkir turut andil menghibur. Rocker dari warga Kavir sendiri lebih atraktif lagi membuat serdadu kavir tumpah riuh ke depan stage. Lagu lagu berbeat kencang dan lagu lagu melow bergantian menghibur. Sepanjang acara serdadu kavir jingkrak jingkrak, ada yang sibuk foto foto, ada yang sibuk loncat loncat, ada juga yang sibuk foto sambil loncat loncat. Acara itu ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, dan Kagangnam Style versi kavir mendapatkan juara II. Jangan tanya alasannya, aga berbau magic dan mukjizat kita bisa menang juara dua! Hahaha. Doanya kuat mungkin, semoga acara acara selanjutnya akan tetap seperti ini, dengan khas dari keluarga kavir, penuh semangat, hangat dan gak biasa. We are Kavir family, and im proud of it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s