Acara Gelar Budaya di GBK Berlangsung Sepi, Kami Heboh Sendiri

“The puppet show from Jogja? Wow, it will be a great show!” ujar seorang bule asal Kanada di pintu gerbang Gelora Bung Karno (GBK) saat menanyakan kepada kami tentang ada apakah gerangan di Plaza Tenggara GBK, 13-14 Oktober 2012 lalu.

Bukan hanya bule itu yang membayangkan acara Gelar Budaya dan Kulineran Khas Yogyakarta itu akan berlangsung meriah, tapi juga kami. Mengingat cukup banyak warga di Jakarta yang memiliki ikatan khusus  dengan kota Jogja, mustinya acara ini akan menarik banyak massa ke sana. “Sekitar 30-an stand bagi peserta pameran kuliner dan kerajinan akan memeriahkan acara yang diharapkan dihadiri oleh sekitar 10-20 ribu pengunjung,” demikian harapan Ketua Panitia Paguyuban Warga Kota Yogyakarta (Pawarta) Bambang Wijatmoko seperti yang dikutip oleh berbagai media saat jumpa pers di perwakilan provinsi DIY di Jakarta, seminggu sebelum acara, Sabtu (6/10/2012) siang.

Hingga malam terus merangkak, Sabtu itu sepanjang jalan menuju area acara, sepi. Bahkan, ketika kami bertanya kepada orang-orang yang lalu lalang di area GBK tentang letak acara itu, mereka lebih banyak tidak tahu. Mungkin karena publikasinya yang kurang efektif. Kami menemukan selembar poster acara berukuran cukup besar ditempel di area gelap, yang pada jarak pandang 2 meter tak bisa dibaca.

makan

Atau entah faktor apalagi yang membuat acara itu kurang menarik pengunjung. Padahal acara di area terbuka itu berlangsung pada hari Sabtu-Minggu dan bahkan sore yang biasanya hujan, saat itu cuaca benar-benar cerah. Sepertinya kamilah, Kagama Virtual, rombongan paling banyak yang datang, untuk kemudian memenuhi meja panjang di salah satu stand mie Jawa.

makan lagi

Beberapa teman-teman Kagama memang sengaja kopdar Sabtu itu. Kopdar lagi? Yup, selepas Kopdar Pulau Rambut akhir Mei 2012 lalu, hampir tiap bulan, atau bahkan tiap minggu selalu saja ada acara kopdar. Ada saja alasan untuk bertemu. Entah apa yang teman-teman cari. Sebenarnya saya ingin sekali membuka isi kepala teman-teman. Jika bisa. Apa yang dicari dari pertemuan-pertemuan itu? Mungkin karena banyak kesempatan bersama diantara kami sebelum-sebelumnya, keterikatan batin itu tersimpul begitu saja. Hohoho.

Yang pasti karena tumbuhnya kepercayaan dan perasaan nyaman dalam berteman, yang membuat kami rela menembus macetnya Jakarta hanya demi sepotong sore bersama. Ada sebuah artikel yang mengatakan, kebahagiaan 5 menit bisa memberikan energi untuk 6 jam berikutnya. Itulah mungkin yang terjadi, kenangan yang menyenangkan bersama teman-teman akan terekam selamanya dan bisa menjadi tambahan energi ketika sewaktu-waktu dipanggil dari memori. Ciyuus? :p

Bagi-bagi brosur

Apa yang kami lakukan di sana? Bukan, bukan pentas seni. Kami hanya sibuk ngobrol ngalor ngidul tanpa tema, hingga kemudian setelah kenyang, dilanjutkan foto-foto, lalu pulang. Heh, itu saja? Ya. Eh, nggak ding. Kesempatan itu juga untuk merapatkan barisan mendukung agenda Kagama Goes Green, tapi lebih detailnya dibahas pada Jumat malam berikutnya. Tak lupa kami juga membagikan brosur acara tersebut kepada pengunjung.

dapet cemilan gratis setelah bagi brosur :p

Juga sebenarnya niat terdalam kami dalam acara tersebut ingin turut menghargai eksistensi kebudayaan Jogja. Sayangnya, acara berlangsung di luar perkiraan kami. Kami? Ada siapa saja? Mbak Aroem Noerani, Mbak Henni Yusuf, Mbak Utty Damayanti, Mas Ary Lesmana, Sagung Indriani Oka, Desti Isnaeni, Sofian, Nur Hidayati, Tisna Surya Adi, Putri Rhenary, Putri yang satunya lagi, Mbak Lestari Octavia, Mas Muhammad Shaleh, temennya Mbak Ayi, Mas Irfan, dan saya.

mie godhog. Btw, kok gak ada yang mendokumentasi kerajinan tangan ya? mikirnya makanan melulu.😀

Saat itu sejumlah stand memang memamerkan sejumlah kerajinan seperti kain batik dan tas buatan tangan. Juga aneka kuliner khas Jogja. Namun, keheningan yang menyelimuti malam itu membuat suasana nyaris seperti kuburan, tanpa kehidupan. Termasuk panggung yang lengang. Karena malam terus merangkak sedangkan pagelaran wayang belum juga dimulai, kami memutuskan pulang. Tepatnya hendak bergeser ke acara Pameran Social Media di gedung sebelah. Berhubung ternyata untuk mencapainya harus memutar arah cukup jauh, setelah setengah perjalanan kaki, kami berubah pikiran kembali lagi ke area pagelaran wayang. Bukan karena ingin menonton wayang, tetapi karena lupa belum foto dengan background tersebut! Wkwk

nganti isin motone, jare Alfian. :p

Saat acara wayang dimulai, ada sekitar penonton sebanyak 4 baris duduk di kursi dalam tenda. Sebagian dari kami langsung pasang badan di depan area pertunjukan demi mendapatkan latar belakang gambar yang representatif. Si fotografer (Alfian) sampai malu mau potret, karena kami heboh sendiri, sedangkan pengunjung lain duduk manis sibuk menyimak. “Duh, dho ngopo kae? Isin aku..” keluhnya.:p.

Gak jadi nonton wayang, nonton penontonnya ajah. X_X

Selain Pagelaran Wayang Kulit  yang ber-tema ”Semar Mbangun Kayangan” dengan dalang Ki Seno Nugraha itu, sedianya akan diramaikan oleh tarian Angguk dan penampilan Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta, serta Musik jalanan Malioboro. Namun, saat itu tidak kami temukan. Entah belum mulai atau mungkin malah sudah. Yang jelas malam itu tidak ada.

Setelah jepret-jepret di depan panggung wayang, sebagian kami bergeser ke bunderan HI, sebagian lagi pulang, karena paginya harus bangun pagi untuk persiapan agenda lain lagi. Sekitar pukul 23 malam, baru bubar. Jakarta Sabtu malam bukannya makin sepi, tetapi malah macet. “Taksi muacet pol sejak Al-Azhar sampai sekarang di Blok M Plaza.” cerita mbak Heni Yusuf via BBM dalam dalam perjalanan pulang, saat itu pukul 23 malam. Meski macet, mbak Heni mengaku pulang dengan membawa kenangan manis. Hayyaaah. :p. Saat itu saya sudah hampir terlelap di tempat tidur sembari mencatat dalam memori bahwa kebersamaan dengan teman-teman di sepotong sore itu menjadi catatan penting tersendiri. Selalu ada alasan untuk bersyukur.

Laeliyaa

Depok, Oktober 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s