Memerangi Korupsi : Empat Syarat Agar Tuan Selamat

Memerangi Korupsi : Empat Syarat Agar Tuan Selamat
oleh: Haryoko R. Wirjosoetomo

Prof. Dr. Rudi Rubiandini ditangkap KPK. Orang yang sebelumnya mempersilakan KPK untuk masuk ke SKK Migas, malah ditangkap tamu yang justru diundangnya. Inilah ironi upaya memerangi korupsi, itulah ironi yang akan dihadapi oleh orang yang berniat bersih-bersih dalam organisasi tanpa persiapan diri.

Sepuluh tahun berprofesi sebagai investigator fraud, memberikan banyak pemahaman kepada diri saya tentang apa yang bernama keserakahan manusia. Tentang kemunafikan, tentang begitu mudah orang mengangkat sumpah atas nama Tuhan untuk menyatakan dirinya bersih, sementara bukti-bukti di lapangan jelas menunjuk kepadanya. Tentang kelicikan, dimana orang akan melakukan segala cara untuk menghentikan proses investigasi dan saya sudah merasakan pahit-getirnya.

Sepuluh tahun berprofesi sebagai investigator fraud, cukup memberi bekal kepada saya untuk membuat sebuah rambu-rambu yang harus dipenuhi oleh client, sebelum saya memutuskan menerima kontrak darinya. “Anda gila ya…,” kata seorang President Director dengan takjub. “Anda akan saya beri kontrak sangat besar, namun malah memberikan syarat kepada saya…” Pernyataan seperti itu sering saya dengar dan saya tidak peduli. Biasanya setelah mendengar empat syarat yang saya ajukan, mereka akan terdiam, saling pandang, atau samar memucat.

Dan saat itulah saya akan menyandarkan tubuh saya ke kursi, membiarkan pikiran mereka bekerja membuat kalkulasi, sebelum akhirnya memberikan jawaban.

“ Syarat Pertama. Tuan harus bersih, tidak setitikpun bermain di perusahaan ini. Karena jika Tuan sampai bermain, orang-orang yang ada di jalur investigasi saya akan berusaha mencari-cari kesalahan tuan dan melaporkannya ke Komisaris atau bahkan pemilik. Tuan bisa ditendang keluar dari organisasi ini…”

“Saya jamin diri saya bersih,” jawab calon saya client saya dengan yakin. “Nah, apa syarat keduanya?”

“Syarat kedua, kehidupan pribadi tuan harus bersih. Tuan tidak boleh ada isteri simpanan, wanita idaman lain atau hobby berkunjung rutin ke mabes polri. Tahu maksud saya tuan?. Mabes polri, mangga besar pol belok kiri. Panti pijat layanan premium yang hanya menerima pembayaran dengan kartu kredit, pelacuran terselubung dengan PSK kelas tinggi impor dari Hongkong, Ukraina, Uzbekistan dan berbagai tan tan yang lain…”

“Ehm, boleh saya tahu alasannya?.”

“Jika saya mau memukul tuan, paling gampang adalah menghajar lewat keluarga tuan, khususnya isteri tuan…” saya selalu menjawab lugas untuk pertanyaan itu. “Salah satu pekerjaan yang nantinya saya lakukan adalah surveillance, mengintai kegiatan sehari-hari orang yang saya investigasi. Saya punya team yang sangat bagus, dengan orang2 pro untuk itu. Dan diluar sana banyak orang2 yang menjual jasa serupa, surveillance, lengkap dengan peralatan pengintai dari Eropa Timur berkualitas tinggi, yang sekarang ini banyak dijual murah di Glodok. Bisa Tuan bayangkan, isteri, anak atau mertua Tuan dirumah mendadak menerima foto Tuan ukuran 10 R, sedang berdua2an di kamar hotel dengan PSK dari Ukraina?.”

“Eh ya, anda benar. Lalu yang ketiga?.”

“Syarat ketiga. Tuan harus mau dikawal oleh team pengamanan saya, bersenjata api, duapuluh empat jam dalam sehari. Tuan dan keluarga akan kami awasi dibawah prosedur pengamanan yang sangat ketat. Mengapa harus demikian?. Jika orang ini sudah mencuri sepuluh atau duapuluh milyar dari perusahaan Tuan, percayalah, ia akan mempertimbangkan betul opsi untuk menyewa hitman. Saat ia mencari-cari kesalahan tuan di kantor tidak memperoleh, mencari-cari kelemahan kehidupan pribadi tuan tidak dapat, cara tersingkat untuk menghentikan investigasi adalah dengan membunuh Tuan.”

“Benarkah?.”

“Di Indonesia mulai bermunculan orang-orang yang bekerja sebagai hitman. Dengan biaya tigapuluh sampai limapuluh juta,mereka bahkan siap untuk menembak neneknya sendiri. Pro, dijamin bersih, tidak akan terkait ke penyewanya. Saya yakin Tuan tidak ingin menyandang predikat almarhum dalam waktu dekat kan?”

Tawa hambar meledak.

“Yang terakhir?.”

“Salah satu ciri khas fraudster dari Indonesia, Tuan. Jika ia mencari-cari kesalahan Tuan tidak dapat, mencari-cari kesalahan pribadi Tuan tidak ada, mau menembak Tuan ternyata tuan dilindungi team bersenjata, maka ia akan menempuh cara terakhir.”

“Apa itu?.”

“Mereka akan pergi ke dukun. Tenung, santet, guna-guna, Tuan pasti tahu maksud saya.”

“Eh, apakah Anda akan menyediakan sistem proteksinya juga?.”

“Nah ini masalahnya Tuan. Saya tidak bisa menyediakannya, karena yang mampu menyediakan hanya satu.”

“Siapa?.”

Saya tidak akan menjawab apa-apa, hanya menunjuk ke atas.

Saya percaya melayani client dengan jujur adalah landasan utama dalam berbisnis. Meskipun karena kejujuran itu, dari sepuluh calon client yang mengundang saya, belum karuan bisa memperoleh sebuah kontrak dari mereka.

Nah, Tuan bertekad tampil di garis depan perang melawan korupsi?. Tips ini saya berikan kepada Tuan, gratis selamanya.

Depok, 17 Agustus 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s