Lifestyle series -2: Keju-Analog

Lifestyle series -2: Keju-Analog
Dyna Andriani

Pernahkah sedulur berpikir, kalau keju yang kita makan mungkin saja adalah ‘bukan keju‘ , tetapi keju-analog? (Kalau keju digital mana bikin kenyang ?! hhaa..)

Serius, ini tentang ‘‘Keju Analog‘‘, atau dikenal dengan keju imitasi dimana produksinya tidak berasal dari susu tetapi dari sumber lainnya, misalnya pada mulanya dari lemak sapi . Jelas keju imitasi lebih murah dari keju konventional. Saat ini, keju analog berbahan air, kedelai, minyak nabati seperti minyak sawit sebagai bahan dasar, dll.Bahan lainnya sperti aroma, pewarna, penyedap rasa dll. Intinya Keju imitasi saat ini adalah Lemak nabati dengan aroma keju.
Apakah keju imitasi buruk? Katanya buruk terkait penyakit jantung, diabetes, dan kolestrol.

Bagaimana membedakan keju asli (dari susu) dan keju imitasi ? Bila kita membeli makanan yang di pack, biasanya ada deklarasi: lemak nabati. Bila tidak… sayang susah! Tanya ke penjualpun, mereka biasanya tidak tahu.

Jadi mikir, di Pizza Hut, Papa Johns, Domino, Dr. Oetker… gimana ya? Jadi penasaran..

Tetapi apabila anda seorang Veganer (bukan Vegaterier lho ya..)..beruntunglah, karena bahannya tidak dari binatang. Tetapi resiko kesehatan tetap saja ada.

Salam.

diambil dari macem-macem sumber.

http://snipmagazin.files.wordpress.com/…/800px-supreme_pizz…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s