Kopdar KV Jogja : Belajar ngeTEH

Setelah melewati proses penelitian, para ilmuwan akhirnya memiliki penjelasan mengapa teh hijau baik untuk otak. Menurut para ilmuwan, hal itu terletak pada sifat kimia dari teh hijau yang bisa mempengaruhi produksi sel-sel otak, sehingga bisa meningkatkan memori dan pembelajaran.

Hari ini kita mendapat ilmu teh dari pakar teh mas Bambang Lare Solo dalam acara The magic of tea. Tulisan mas Bambang ada juga di blog ini, silahkan simak disini., judulnya Teh-wangi-melati-teh-hijau-atau-teh-hitam.

Runner dan Goweser Jogja

Minggu sore aku bersama anak-anak meluncur ke kedai teh lare solo untuk bergabung dengan teman-teman mengikuti acara “The magic of tea“. Wow…. acaranya pasti seru seperti yang pernah kuikuti di Bogor beberapa tahun lalu. Kalau dulu di Bogor mendengarkan bersama acara kopdar KV Jabodetabek, maka kali ini aku bergabung bersama KV Jogja.

Seperti biasa mas Bambang langsung ke inti acara, acara bertajuk “The magic of tes” inipun mengalir dengan sangat lancar, tahu-tahu sudah maghrib dan akupun harus meninggalkan acara ini. Suasana masih ramai dengan wawancara antara para peserta acara dengan mas Bambang lare Solo sang pendongeng teh, tapi aku harus sudah meluncur meninggalkan arena sharing “The magic of tea”.

Suasana kedai teh lare solo Jogja ini berbeda konsepnya dengan suasana di kedai teh Bogor. Di Jogja nuansanya mirip cafe yang berAC, sementara di Bogor lebih green karena memanfaatkan udara pegunungan dan suasana alam yang asri. Kedua tempat itu…

View original post 487 more words

DERU (Disaster Response Unit) UGM bantu korban Banjir Jakarta

Mari kita peduli kepada para korban Banjir Jakarta. Salurkan bantuan anda melalui rekening UGM Peduli Bencana, atas nama Rektor UGM di Bank Mandiri dengan no rekening 137.0000.767.778 (SWIFT Code: BMRIIDJA)

Runner dan Goweser Jogja

Tim DERU UGM tiba di Jakarta hari ini. Tim yang sudah terbiasa menangani masalah bencana ini akan mulai bergerak setelah bekerja sama dengan tim lainnya yang sudah lebih dulu ada di lokasi dan sudah bergerak dengan sistem kerja masing-masing. DERU adalah singkatan dari Disaster Response Unit yang dibentuk khusus untuk menangani bencana yang ada dan mendokumentasikannya sebagai pembelajaran untuk penanganan selanjutnya.

Kepastian datangnya DERU di Jakarta kuketahui kemarin melalui pesan masuk dari pak Budi WS, wakil rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset :

“Sebagai respon terhadap musibah bencana banjir yang terjadi di Jakarta, maka UGM pada sore hari ini pukul 17.00 akan mengirim 30 relawan dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas, pusat studi dan UKM Kemahasiswaan.

Tim yang bergabung dalam Disaster Response Unit (DERU) LPPM UGM ini akan menempati Posko utama di Kampus UGM Jakarta di jln Saharjo Jakpus, kemudian bersama dgn Kagama DKI membuka posko lapangan di…

View original post 387 more words

KV Peduli Banjir Jakarta

Rekening Kagama Virtual (KV) Peduli Banjir Jakarta :
BCA An. Heni Hendriyati.
No. 8990369934. (konfirmasi pengiriman dana via SMS ke ponsel Heni 08158207176)
Rekn. Mandiri a.n AA Sagung Indriani Oka.
No. 1660.0002.07498. (konfirmasi pengiriman dana via SMS ke ponsel Indri 081804050864)

Runner dan Goweser Jogja

Gerakan Peduli Banjir Jakarta langsung terbentuk sore ini begitu melihat kondisi lapangan yang makin memprihatinkan. Berita perkembangan terbaru dari BMKG mengindikasikan hujan dan banjir akan terus berlangsung selama tiga hari ke depan. Diperkirakan keadaan banjir akan terus berlangsung esok hari dan mungkin akan lebih buruk dari hari ini. Joko Wi juga sudah mengumumkan kondisi Jakarta ada pada status kondisi tanggap darurat. Dari liputan 6 SCTV kita tahu apa yang diucapkan Joko Wi tentang Jakarta.

“Karena kondisi seperti ini, mulai hari ini sampai tanggal 27 Januari 2013, kami nyatakan posisinya tanggap darurat,” kata Joko Wi usai rapat gabungan dengan Menko Kesra, Agung Laksono, BNPB, BMKG, dan Kementerian PU.

Rekening untuk membantu penyaluran dana ke korban banjir segera ditentukan dan inilah keputusan dari panitia “KV Peduli Banjir Jakarta” :

Rekening Kagama Virtual (KV) Peduli Banjir Jakarta :
BCA An. Heni Hendriyati.
No. 8990369934. (konfirmasi pengiriman dana via SMS ke ponsel Heni 08158207176)
Rekn…

View original post 281 more words

7 Jendela Kaca di TBY (Taman Budaya Yogyakarta)

Mbah Gati sutradara Teater Gadjah Mada akhirnya sukses mementaskan 7 Jendela Kaca di TBY (Taman Budaya Yogyakarta), 11-12 Januari 2013. Menyusul nanti di kota-kota lain.

+++

koran KR 7 Jendela Kaca 800 x 600

Runner dan Goweser Jogja

Potret Wanita dalam “7 Jendela Kaca” tampil dengan apik di Taman Budaya Yogyakarta, 11-12 Januari 2013. Selama dua hari para penonton disuguhi dua pementasan yang sama persis, meskipun di sana-sini ada detil yang berbeda. Hari pertama pementasan biasanya bisa juga merupakan gladi resik untuk pementasan hari ke dua, sehingga pada hari ke dua akan muncul beberapa perubahan di beberapa detil adegan. Saat pementasan ini nanti ditampilkan di beberapa kota lainnya, Jakarta, Surabaya dan Bali, maka bisa jadi juga akan muncul detil adegan yang berbeda lagi.

Sutradara kawakan Mbah Gati dan mas Jujuk Prabowo telah merombak habis naskah cerpen yang dibawakan secara monolog oleh 7 (tujuh) wanita dalam balutan 7 (tujuh) warna pelangi. Cerpen yang begitu realitistis menampilkan potret wanita dalam keseharian ditulis oleh Labibah ini ditampilkan dalam beberapa warna pelangi. Warna hijau diwakili oleh Rina Chaeri, menceritakan tentang “Perempuan dan Sepotong Wajah“, kisah seorang istri yang masih…

View original post 534 more words

Hijaukan Merapi

Salut buat para aktifis Kagama Virtual yang sudah melakukan kegiatan nyata mengkampanyekan gerakan ”Satu Pohon, Satu Alumni” dan memperkenalkan pentingnya pendidikan lingkungan hidup kepada orang tua dan anak-anak. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya mengubah gaya hidup yang lebih pro lingkungan dalam upaya mengurangi carbon footprint (jejak karbon).

 

Gunung Merapi

Runner dan Goweser Jogja

Tanggal 9 Desember 2012 lalu, rombongan “pecinta alam” dari berbagai fakultas, berbagai tingkatan umur dan berbagai macam model tingkah lakunya, tumplek bleg di lereng Merapi dengan satu tujuan “menghijaukan Merapi“. Beberapa bis mengangkut rombongan itu dengan didahului oleh pembuka jalan, sehingga perjalanan menjadi sangat lancar. Sayangnya bis nomor 15 yang kunaiki mengalami gangguan pada filter solarnya. Akibatnya kita menyerah dan turun dari bis untuk pindah ke bis lain.

Rupanya nasib masih menguji kesabaran kita. Ketika harus berhenti di tanjakan gara-gara disalip oleh rombongan pejabat dengan didahului raungan klakson khas pejabat negara, maka bis pengganti ternyata tidak sanggup untuk jalan mendaki tanpa ancang-ancang. Daripada ngedumel tanpa arah, akhirnya kitapun semuanya turun dan jalan kaki menuju ke lokasi penanaman bibit pohon.

Alhamdulillah, baru berjalan beberapa meter bis sudah normal kembali dan kitapun melanjutkan menuju lokasi penanaman dengan naik bus. Disini baru terbukti bahwa napas anak muda sangat berbeda dengan nafas…

View original post 617 more words

Kagama Night : We are the champion

Tembang-tembang lawaspun memenuhi Gelanggang Mahasiswa dan panitia Kagama Goes Green seperti mendapat pelampiasan akan capeknya menjadi panitia dan capeknya melakukan perjalanan tanpa banyak istirahat. Sejak sore mereka sudah bekerja keras mengatur peserta yang naik kereta api Taksaka dan kini ketika kelelahan itu bertemu dengan vocal Dadang, maka lupalah mereka akan lelahnya badan.

Runner dan Goweser Jogja

25 tahun lalu aku sering nonton Dadang menyanyikan lagu-lagu Queen, seperti penonton lain, akupun ikut jingkrak-jingkrak. Tak nyana hari ini aku ikut acara Kagama Night dan melihat Dadang masih seperti dulu. Vocal yang penuh dan stamina yang masih belum banyak berubah, meskipun nafas mungkin sudah tidak sepanjang dulu.

Beberapa lagu dilantunkan dan harus diakui Dadang menyanyi dengan hati. Banyak teman lamanya muncul malam ini dan itu membuat nyanyiannya menjadi lebih bermakna. Ada nuansa rindu pada suaranya, rindu akan gegap gempitanya panggung di jaman 25 tahun lalu.

Tembang-tembang lawaspun memenuhi Gelanggang Mahasiswa dan panitia Kagama Goes Green seperti mendapat pelampiasan akan capeknya menjadi panitia dan capeknya melakukan perjalanan tanpa banyak istirahat. Sejak sore mereka sudah bekerja keras mengatur peserta yang naik kereta api Taksaka dan kini ketika kelelahan itu bertemu dengan vocal Dadang, maka lupalah mereka akan lelahnya badan.

Hampir seluruh panitia dan beberapa peserta larut dalam pesona Dadang membawakan lagu-lagu…

View original post 418 more words

Mengejar Page Rank (PR) 4

Selama ini banyak blogger yang mencoba mengejar page rank dengan berbagai cara. Mulai dari ilmu putih, abu-abu sampai ilmu hitam. Dengan ilmu putih, memang PR akan sangat lama didapat. Apalagi kalau kita malas melakukan update isi blog. Kisah mendapat PR tinggi tentu hanya menjadi impian saja.

Runner dan Goweser Jogja

Kulihat sisi kanan blogku, dibawah ajakan follow twitterku ada petunjuk nilai Page Rank (PR) 4. Wah rupanya nilai PR-ku balik lagi ke angka 4, setelah sempat turun ke angka 3.

Follow eshape on Twitter

pagerank image

http://bengawan.org/

Internet Sehat

100 Blog Indonesia Terbaik

Selama ini banyak blogger yang mencoba mengejar page rank dengan berbagai cara. Mulai dari ilmu putih, abu-abu sampai ilmu hitam. Dengan ilmu putih, memang PR akan sangat lama didapat. Apalagi kalau kita malas melakukan update isi blog. Kisah mendapat PR tinggi tentu hanya menjadi impian saja.

Algoritma penentuan PR juga kadang terlalu sulit dipahami, sehingga muncul pengertian yang berbeda-beda tentang PR.

Lalu apa sih kegunaan PR itu, angka 4 dari 10 (4/10) itu maksudnya apa sih?

Google memang membuat pengukuran seberapa penting blog kita dengan nilai dari 0 sampai 10. Makin tinggi angkanya berarti makin penting situs (blog) kita di mata Google. Setiap pencarian dengan keyword tertentu pada mesin pencari Google akan diarahkan oleh Google menuju ke situs yang mempunyai…

View original post 500 more words

Seseorang baru bisa disebut pakar kalau sudah 10 ribu jam ! tinggalkan jalan pintas

Living as a Global Citizen

Tadi siang aku ikut mendengarkan ceramah dari seorang selebriti dari lembah silikon yg bernama Ariya Hidayat. Menurut beliau ada lima hal buruk yg sering dilakukan orang dan perlu diubah atau dengan istilahnya Ariya adalah Dekontaminasi.

Lima hal tersebut adalah:

  1. suka mengikuti arus
  2. mencari jalan pintas
  3. membeli rasa aman
  4. optimisasi yg sub optimal
  5. menilai hanya yg kasat mata

Selain point-point yang sudah disampaikan Ariya di atas, ada juga beberapa catatan lain yg aku sempat catat ketika mendengarkan sesi webex tersebut yaitu:

  1. Seseorang baru bisa disebut pakar kalau sudah 10 ribu jam ! tinggalkan jalan pintas
  2. Optimasi – cari yg costnya yg paling besar. Fokus di situ. Banyak orang terjebak melakan optimasi pada hal yg tak penting atau tak besar pengaruhnya
  3. Apa yg bisa dikontribusikan? Fokus pada yg relevan

Gara2 ceramah Ariya ini aku jadi tersadar kalau aku belum bisa disebut pakar atas sesuatu karena belum sempat menghitung apa saja yg pernah…

View original post 21 more words

#KagamaGoesGreen : Donor Darah 8 Desember 2012

Acara donor darah memang selalu menakutkan bagi yang belum pernah melakukannya, tapi sangat menyenangkan bagi yang sudah pernah melakukannya. Bagaimana tidak menarik, kegiatan DD (Donor Darah) adalah kegiatan yang menbuat badan kita semakin sehat dan efek sampingnya adalah mengalirnya pahala buat kita.

Runner dan Goweser Jogja

“#KagamaGoesGreen : Donor Darah jadinya tanggal berapa mas Eko?”

“Tanggal 8 Desember 2012 mas”

“Mas Herry Zudianto, mantan Walikota Jogja apa ikutan?”

“Insya Allah ikutan mas. Beliau kan bosnya PMI DIY, jadi mestinya ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah dalam rangkaian kegiatan KagamaGpoesGreen ini”

“Siip mas, semoga sukses ya mas”

“Amin. Ikutan donor darah kan mas?”

“Hmm… mas Eko ikut juga ya?”

Nah kalau sudah bicara masalah ini, aku jadi kehabisan kata-kata. Harusny akujawab ikut, tapi aku pasti tidak ikut, jadi njawabnya harus mengambang. Seolah ikut tapi tidak ikut.

“Kenal mas Syaukat Ali dosen UGM? Nah dia yang menginspirasiku untuk selalu ikut donor darah dimanapun berada”

Jawaban ngambang itu seolah-olah menegaskan kalau aku suka acara donor darah dan ikut acara donor darah dimanapun acara iotu dilakukan. Padahal aku sama sekali tidak bisa lagi ikut menjadi pendonor.

Tahun 80an aku masih aktif ikut donor darah, tapi sejak aku divonis carrier hepatitis…

View original post 392 more words

#KagamaGoesGreen 8-9 Desember 2012 : Actually we do something

Di Jogja sendiri akan banyak ragam acaranya. Puncaknya tentu acara peresmian Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri (HPKKH). Seperti kita tahu bahwa Prof. Koesnadi merupakan sosok yang mengedepankan semangat pembangunan dengan mengkolaborasi pengelolaan lingkungan hidup dan itulah yang ingin ditularkan pada semua insan yang terlibat acara ini.

Runner dan Goweser Jogja

“Sudah ndaftar acara #KagamaGoesGreen 8-9 Desember 2012?”, tanyaku pada seorang alumni UGM yang kebetulan ngobrol di sebuah moda transportasi.

Ternyata alumni UGM itu banyak banget, sehingga ketika kita mulai mencoba mencari tahu siapa saja yang ada di sekeliling kita, maka bermunculanlah para alumni UGM di sekelilingku. Mereka terdiri dari anak muda sampai orang tua yang terlihat begitu bersemangat menikmati hidup ini.

Biasanya setiap berkenalan dengan seseorang aku hanya bertanya seputar dunia kuliner atau teknologi gadget masa kini. Beberapa minggu lalu aku mulai menambah perbendaharaan obrolanku dengan menanyakan kampus dari orang yang baru kukenal. Surprise juga ternyata banyak yang alumni UGM. Surprise juga ketika mereka sama sekali tidak paham adanya KAGAMA, apalagi KAGAMA Virtual.

Aku harus menjelaskan panjang lebar tentang apa itu KAGAMA dan apa itu KAGAMA Virtual. Kadang mereka antusias menerima penjelasanku, namun tidak jarang mereka terlihat acuh tak acuh alias cuex bebeih.

“Wah aku sibuk banget mas, hari libur…

View original post 387 more words