Integritas

“..selamat pagi…”, terdengar suara dari seberang kawat nun jauh di sana

“ selamat pagi juga Pak” saya lirik jam dinding, “hmm, baru jam 03.30 dini hari”, Bos Bengkel Mobil di Jatim dah kontak pagi itu,.kemudian saya lanjutkan bertanya “..pa kabar Pak, ada apa neh? Tumben jam segini dah kontak saya.he he”

“ iya mas,.ada yang mesti segera saya obrolkan…..”
Continue reading

Advertisements

Dua tahap krisis pertama dalam enterpreneur

Pebisnis pemula disarankan jangan belajar sendiri dalam menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan pertimbangan tentang sumber daya modal usaha yang (masih) terbatas, karena setiap “belajar mandiri/otodidak selalu menyertai kesalahan”, nah kesalahan dalam bisnis, tentulah resiko rugi dan kehilangan asset sangat besar. Semakin besar kerugian karena kesalahan kita, tentulah membutuhkan mental yang besar untuk bangkit, dan ini hanya sedikit yang bisa, lainnya tenggelam dan kapok berwirausaha.he hehe Continue reading

Pentingnya Mentor Bisnis untuk Pemula Bisnis

Pilihan hidup ber “usaha mandiri” mesti memiliki sikap mentalnya. “The life never flat” begitulah dalam bisnis, selalu ada pasang surut, sehingga mentalitas enterpreneur mesti dimiliki. Dalam banyak postingan, dibahas mentalitas ini, salah satunya ketangguhan bertahan dalam posisi sulit. Ya..manejemen krisis adalah penting bagi wirausahawan pemula, agar ke depan tidak menjadi “wira was was”..was-was terus akan income ordernya.he he he. Tahap krisis pertama adalah ketika sudah berhasil mengalahkan ketakutan untuk memulai usaha mandiri. Berani mengambil resiko kata lainnya.

Untuk memperkecil kegagalan bisnis,.disamping mengerti “oportunity” bisnis, mesti ngerti juga “risk”, sehingga ilmu terkait bisnis mutlak adanya. “Learning by doing”,selalu belajar selama bisnis dijalankan,.”lebih baik melakukan kesalahan dan cepat belajar” daripada “menunda melakukan karena takut salah”. Meski pun taruhan kesalahan dalam bisnis adalah hilangnya asset. Jadikan asset yang hilang tadi sebagai “cost learning”,biaya pembelajaran. Continue reading

Memulai “Gelar Lapak”

Banyak pebisnis pemula bingung untuk memulai “gelar lapak” / membangun usaha. Jangankan memulai menjalankan, untuk mendapatkan ide usaha saja belum terbayang.he he he. Yaaa..salah satu langkah untuk mendapatkan ide bisnis, mesti bergaul dengan orang bisnis. Semakin intens bergaul dengan orang bisnis, sepadan dengan semakin luas wawasan Anda terkait bisnis itu. Ada orang mengatakan “Knowledge is power”. Pengetahuan adalah kekuatan,…apa bener?
“Ah…si A tuh, banyak omong aja, selalu ber”teori”, bahkan sangat luar biasa teorinya”, kata si B, kemudian dilanjutkan komentarnya “tapi sayang ga pernah ada aksi, terlalu muluk, NOL hasilnya”

Pengetahuan yang menjadi kekuatan,perlu dikritisi, pengetahuan apa dan yang bagaimana??? Pengetahuan yang mendukung basis kompetensi dan keahlian dalam pekerjaan/bisnis Anda, itulah jawabannya.

Apabila pengetahuan tadi bersifat membumi (baca: konsep dapat dengan mudah dilaksanakan), maka tepat lah untuk memulai perdjoangan menggapai impian. Salah satu yang menjadi masalah klasik ketika usaha sudah berjalan adalah marketing/pemasaran. Sehebat apapun produk, apabila tidak dapat dijual..apa lah artinya?? Dan ujung suatu usaha pastilah “bagaimana suatu produk terjual,..laris manis”

Sebelum masuk ke ranahnya pak Kotler dengan segmentasi, deferensiasi dan lain lain,..untuk sekarang pemasaran produk lebih asek jika via online. Lah..udah ada internet kok,..buat lah blog, maen lah teknik SEO “search engine optimation”, biar artikel jualannya terindek oleh Google dan dapat masuk di halaman pencariannya,..syukur-syukur maksimal 3 halaman pertama (menurut pak Nukman Luthfie / NL..Virtual Consulting,.jika lebih dari 3 halaman pertama, SEO kurang mantap). Karena pengguna internet, sudah malas googling jika lewat dari halaman ke 3.

Tips nya antara lain, membuat artikel yang judul atau baris alinea pertama menuliskan kata-kata kunci (keyword) “jualan”nya secara konsisten. Blog berguna juga sebagai Personal Branding,..ini untuk teman-teman yang jualannya jasa keahlian. Ibarat kata blog pribadi ini adalah Curriculum Vitae Online yang bisa dibaca orang sedunia 24 jam. Postinglah artikel-artikel terkait dengan aktivitas bisnis ataupun keahlian, sedetail mungkin.

Sebenarnya ada juga pemasaran via Facebook, mending jika ini coba kunjungi sudutpandang.com…besutan pak NL aja he he he. Pointnya adalah kecenderungan orang membeli sesuatu produk lebih dikarenakan referensi orang yang telah kita kenal, orang sudah sangat kritis dicekoki iklan-iklan dari media massa. Oleh karena itu,sekali lagi komunitas dan jaringan pertemanan adalah penting, karena dari mereka lah, produk kita pertama kali kita tawarkan dan kenalkan.


(== Jalan mulus perdjoangan menuju impian Anda, seperti jalan Mertoyudan ini 250511 he he he ==)

Bekal Enterpreneur Pemula

Menjadi enterpreneur adalah pilihan hidup (baca:panggilan jiwa), meski perjalanan Anda ke arah ini, melalui suatu “kecelakaan”. Entah terkena imbas rasionalisasi perusahaan, sehingga Anda dipaksa untuk “di rumah” saja.he he…Kemudian mencoba untuk usaha mandiri, meski pun ini (masih menjadi pilihan terakhir) setelah usaha mencari pekerjaan baru dengan mengajukan aplikasi ke perusahaan laen, selalu kandas…hmmm.

Seperti tulisan yang terdahulu, passion menjadi bekal utama enterpreneur. Ini roh tindakan, agar perjoeangan panjang menggapai tujuan hidup, dapat mempunyai stamina yang mantap.

Setelah kondisi “spiritual” telah berada dalam tubuh Anda,..pastilah otak Anda yang cerdas itu melakukan “denial”. Otak Anda yang dipenuhi logika logika cerdas, pastilah akan menolak (baca: mengkritisi) passion Anda untuk menjadi Pengusaha Sukses.

“Woii Bung, jangan mimpi”, kata otak,”mana lah bisa kamu jadi Pengusaha Sukses…”

Ya..otak Anda tidak salah, dia merespon kenyataan kondisimu saat itu. Oleh sebab itu, kompromi dengan kenyataan adalah suatu tindakan pertama. Melihat secara jernih kondisi kita, kekurangan dan kelebihan yang Anda punyai. Bukan berdasar suatu anggapan-angapan Anda, akan tetapi kenyataan… Hal ini berguna untuk merancang strategi (weiss mirip perang ajah.he he) usaha bisnis Anda. Modal apa yang telah Anda punyai, ilmu apa yang akan menjadi dasar bisnis (apakah telah Anda kuasai) dan lain-lain. Dengan mengerti kondisi Anda saat ini dan target bisnis Anda ke depan, maka bisa menyusun langkah-langkah berikutnya.

– – – –
Segeralah cari dan daftar teman-teman Anda. Cari info terakhir mereka, berada di mana dan apa aktivitas meraka. Hal ini digunakan untuk menentukan sosok sukses yang (Anda anggap) dari teman-teman Anda,agar otak Anda yang “nakal” tadi tidak merusak mimpi Anda.” Lho..apa hubungannya”, mungkin Anda bertanya. Mimpi Anda akan dapat tertanam dengan baek di Otak Anda, apabila ada gambaran yang jelas. Ya..gambaran seorang sosok sukses sangat penting untuk menjadi petunjuk arah dan bahan bakar perjoeangan Anda. Dan ini dapat melindungi Anda dari “gangguan” yang melemahkan  perjoeangan Anda.

Pastilah social media Facebook menjadi pilihan untuk mempertemukan dengan teman lama. Minimal dapat kontak no telpon dan mulailah…bergaul dengan teman-teman yang telah Anda daftar. Baek gaul secara online atau langsung kopdar, silaturahmi ke rumah mereka. Dan tirulah mereka,mulai dari kebiasaan,sikap mental dan jurus-jurus bisnisnya. .inilah langkah ke dua…

Hal ini untuk menkondisikan mental enterpreneur Anda, karena sekian lama jadi profesional atau Anda fresh graduate,.. akan mengalami kesulitan dengan ritme jam biologis.he he e..serta yang tak kalah penting adalah menemukan IDE bisnis. Dan inilah langkah ke tiga…

Untuk langkah berikutnya…tunggu postingan berikutnya yah…(gi “fokus suatu hal” neh.he he)

Jalur menuju dunia enterpreneur

Sesuai dengan tulisan di “Pengusaha atau profesional adalah pilihan hidup” , banyak pengusaha sukses di negeri ini, berasal dari profesional. Dan inilah jalur paling ideal menuju dunia enterpreneur. Meski begitu, tidak ada jaminan 100%, dia yang dari top manager perusahaan ternama, dapat otomatis menjadi pengusaha sukses, Mengapa? Salah satunya adalah “Bendera” yang dia kibarkan sekarang belum Bankable, belum ada reputasi yang membuat rekanan bisnis dan atau pihak bank bersedia mengucurkan dana pinjaman. Dan persiapan baek mental, ilmu, relasi dan modal menjadi faktor penting, agar tidak rontok di 2 tahun masa sulit, pertama usaha berjalan.

Mendengar Talk to CEO dari radio network,.yang menghadirkan pengusaha muda Sandiaga Salahuddin Uno, banyak hal yang diperoleh dari beliau. “Pengusaha..”, katanya, “tidaklah terlahir, akan tetapi terbentuk ..” begitulah kira-kira salah satu isinya. Pak Sandi sendiri menjadi pengusaha karena “kecelakaan”. Ya..beliau seorang profesional dengan basis akuntan lulusan USA, ketika krismon terkena imbas, sehingga memberi inspirasi untuk menjadi komandan Recapital Advisors. Dan masih banyak lagi, pengusaha yang dari jalur profesional.

Bagaimana dengan yang selain jalur profesional? Suatu realita, jika enterpreneur adalah pilihan terakhir, ketika daftar ke PNS dan menjadi profesional di perusahaan tidak terpenuhi. Langsung menjadi enterpreneur/wirausaha kah dia? Kalau “wira was was” iya..he he, artinya adalah jadi enterpreneur mesti panggilan jiwa Anda. Temukan dulu passion di aktivitas Anda, yang dijadikan basis usaha. Orang bilang, jika Anda mau melakukan sesuatu berjam-jam dengan semangat dan terus diulangi tiap hari sampai mendapatkan tujuan hidup Anda…serta tidak dibayar (mula-mula..he he) itulah passion.

Wah…gimana neh..ilmu hanya teori, relasi sedikit dan modal apa lagi?he he . Itu alasan yang sering didengar.

insyaAlloh postingan berikut adalah bekal enterpreneur pemula non profesional

Pengusaha atau profesional adalah pilihan hidup

Kata orang..negara maju ditandai dengan jumlah pengusaha 2 % dari total populasinya. Selama ini tidak ada yang memberi informasi (baca: saya belum tahu) tingkat pengusaha yang bagaimana, apakah pemula, atau yang sudah memiliki ribuan “pasukan”. Pengusaha (enterpreneur) atau profesional, adalah pilihan hidup yang mesti didasari passion atau kecintaan suatu aktivitas yang ditekuni sekarang. Tanpa kecintaan, hasil usaha Anda kurang mantap dan aktivitas seorang profesional kurang bermakna.

Belakangan ini, enterpreneur (masih) menjadi alternatif masyarakat untuk “mengais” rejeki. Akan tetapi kecenderungan ke depan semakin meningkat minat itu. Adalah ketidakpastian pendapatan menjadi momok yang menakutkan bagi “asap dapur”, sehingga yang paling ideal adalah wirausaha yang dibangun oleh seorang profesional. Cukup ilmu. Relasi dan modal tentunya.he he. Mengutip dari Jamil Azzaini, idealnya setidaknya seorang pemula enterpreneur mempunyai tabungan 40 x THP yang selama ini diperolehnya. Menjadi pengusaha, mesti diobrolkan dengan keluarga, karena 90% pemula mengalami masa sulit di 2 tahun pertama. Tidak ada order, tidak ada income…inilah yang mesti dipertimbangkan. Beda jika pemula seorang single, belum ada tanggungan…saya sarankan segera jadi komAndan dan nikmatilah masa berdarah-darah di 2 tahun pertama. Dan passion, sekali lagi menjadi penentu, apakah Anda benar-benar mencintai usaha. Rontok atau tidaknya Anda di 2 tahun masa sulit ditentukan ketahanan mental yang didasari rasa cinta pada usaha ini.

Bagaimana untuk usaha retail atau usaha dagang? Banyak orang bilang hanya 3 faktor yang mesti diperhatikan. Pertama lokasi, kedua lokasi dan ketiga lokasi….Ya, lokasi usaha sangat menentukan dalam usaha retail.

Dan masih banyak hal tentang dunia bisnis…kapan-kapan share lagi.he he