I’m not a Grasshopper

aku bukan seorang grasshopper, namun aku hanya ingin dihargai.

sungguh berat mungkin ketika saya harus mengambil langkah untuk meninggalkan tempat bekerja, mungkin benar seperti yg dikatakan mentor saya, jika saya terlalu lama maka akan semakin sulit  bagi saya untuk mengambil keputusan ini. semuanya telah saya pertimbangkan matang2, termasuk tujuan jangka panjang yang sekiranya bisa saya raih.

setelah berdebat dengan diri sendiri akhirnya saya putuskan untuk melompat, mungkin hanya sebuah lompatan kecil, namun lompatan kecil ini berarti menurut saya. saya memposisikan diri dalam posisi tidak nyaman lagi. nah, ketika saya diposisi yang tidak nyaman, secara otomatis saya akan menjadi termotivasi lagi untuk belajar lebih tekun dan lebih fokus lagi. sebuah motivasi yang saya rasakan hilang beberapa waktu ini, namun seminggu ini saya mesakan hal itu kembali lagi Continue reading

Lentera awal Juni

Lentera awal Juni
Tri Harso Sulistiyo

Kumeniti langkah kaki ini dijalanan ibukota yang telah basah oleh derasnya hujan yang sudah mulai mereda. Semilir angin sepoi inipun tidak luput menyapu tengkuk leherku, sembari membetulkan letak kacamataku, pandanganku mulai menyapu jalanan di pusat Ibukota jakarta itu, masih saja terlihat orang berlalu lalang dengan mengenakan payung yang tergenggam erat di tangan, pun yang mengenakan jas hujan. Kaki ini terus menatap dan melangkah menuju ke halte busway Harmony, sebuah halte besar dan sekaligus tempat alih jalur bus transjakarta. Petugas berseragam abu-abu itu pun mulai sibuk untuk melayani para calon penumpang, karcis seharga 3500 pun, laris manis layaknya kacang goreng yang diserbu habis oleh para karyawan yang kelaparan.

Karcis itupun segera disobek, aku pun segera beranjak menuju ke kerumunan orang yang telah terlebih dahulu mengantri menunggu datangnya bus transjakarta, yang akan mengantar mereka semua pulang kembali menuju ke peraduan masing-masing. Kumerogoh saku tas punggungku, dan kuambil botol air mineral berukuran sedang, segera saja, tegukan demi tegukan inipun mengalir membasahi kerongkongan dan menghilangkan dahaga yang datang meronta. Ketika aku masih menikmati segarnya air mineral ini, aku dikagetkan oleh tepukan yang mendarat dibahuku. Continue reading

Pemenang atau Pencundang

“Winner never Quit and Quitters never win” Vince Lombardi

Dalam realitas kehidupan, hanya ada dua mentalitas yang ada pada diri kita, yaitu mentalitas pemenang dan mentalitas pecundang. Mentalitas pecundang ini biasanya lebih sering tumbuh dengan mudahnya dalam pribadi kita, hal  ini berbeda dengan mentalitas pemenang yang harus kita tumbuhkan dengan segala daya dan usaha kita, serta komitmen kita untuk selalu menjaga ritme pemenang itu berada di jalur yang benar. Walaupun kita sudah berada dijalur yang benar (mentalitas pemenang) namun mentalitas pecundang ini senantiasa akan mengintai kita untuk merobohkan kita.

Mari kita lihat perbedaan antara mentalitas pecundang dengan mentalitas pemenang secara sederhana. Seorang pecundang, dia akan senantiasa mengeluh akan keadaan dirinya sendiri, dia tidak akan memberdayakan semua daya dan upaya (meskipun orang itu dari keluarga yang kecukupan) dengan kata lain = pemalas.

Hal ini berbeda dengan seseorang yang mempunyai mentalitas pemenang. DIa akan berusaha mewujudkan semua impiannya dan tidak akan pernah menyerah sebelum semua mimpinya itu menjadi kenyataan, walaupun banyak kekurangan yang ada. Serta Dalam perjalanan mewujudkan mimpi pastilah akan banyak sekali duri dan lubang akan akan mengintai kita. Nah, disinilah mentalitas pemenang kita kembali akan diuji, apakah kita akan menyerah (mentalitas pecundang yang menang) atau kah kita akan melanjutkan semuanya.

KEADAAN SEKARANG ——————————-> KEADAAN YANG DIINGINKAN “what is your dream”

Pastikan kita selalu menset pikiran untuk tujuan kita. Dikarenakan dengan GOAL yang jelas, maka akan membuat kita semakin yakin untuk mewujudkan mimpi kita. Sebagai contoh sederhana. Jika anda ingin mobil, rumah ataupun apapun. Cobalah tempel semua mimpi anda di dalam diary anda, tempelah mobil yang anda inginkan, rumah yang anda idamkan serta apapun yang ada inginkan. Mimpi kan tidak bayar, kenapa anda tidak melakukannya

“USD 5,350”

Dan selanjutnya ialah menjaga supaya kita tetap berada di Mentalitas Pemenang.

 

Tidak Kenal Maka Tidak Sayang

Kata ini sangat mengena sekali dalam kehidupan saya pribadi, berawal dari kegiatan KKN, dimana DPL KKN saya mengatakan berulang kali kepada kami para mahasiswa KKN “mas-mba, tidak kenal maka tidak sayang, maka jangan sungkan utk saling berkenalan, apalagi sesama mahasiswa GMU”

“manfaat berkenalan”

Mungkin hal ini hanyalah kata yang sangat sederhana dan barangkali kita semua sering mendegarnya, akan tetapi pastilah banyak dari kita, hanya menganggap hal ini sebagai angin lalu saja. apakah demikian adanya?

Begitu juga dengan yang terjadi di milis ini, mungkin saat ini kita belum mengenal semuanya, belum pernah saling bertatap muka. Hanya dengan tulisan saja kita bisa bersua, saling menyapa dan saling bertukar kata. Namun pertemuan itu pastilah akan segera terjadi, Yogya, Riau, Depok, Samarinda, Kudus, Semarang, Makasar, Canberra, Jepang dan semua dimana Alumni Gadjah Mada berada. Ketika kita sudah dapat bertatap muka, dan saling mengenal lebih jauh, hal ini tentu saja akan semakin menguatkan jaringan alumni Gadjah Mada, alangkah luar biasanya jika semua alumni dapat mengenal satu sama lain, dengan latar belakang ilmu yang beragam serta melakukan sebuah sinergi.

Tentu jika hal ini bisa terealisasikan, maka akan banyak sekali manfaat yang bisa diberikan untuk semuanya saja, tidak hanya bangsa dan negara ini, namun dunia barangkali 🙂

“networking”

Semoga dengan dimulainya hal kecil, seperti bertemu dimilis, saling menyapa, kemudian dilanjutkan dengan tatap muka, serta saling mengenal lebih lanjut. Dari urutan peristiawa ini, pastilah akan ada yang bisa kita kembangkan, kita bicarakan serta kita rumuskan, semua pemikiran cerdas itu, berkumpul menjadi satu, dan bisa memberikan sebuah pemecahan akan masalah, entah apapun itu topik dan kemasannya, dan yang tidak kalah penting, pemikiran cerdas alumni GMU bisa membantu utk mengurai benang kusut yang semakin tidak karuan di negeri ini.

Saya yakin jika sinergi ini sudah mulai terbentuk kuat, siapa sih yang tidak KEDER dengan kagama

Karir atau Uang

Bulan September yang lalu, dimana masih dalam suasana liburan Idul Fitri,  saya menyempatkan diri untuk menengok sekolah saya, yang terletak di jalan Grafika no 2. Sekitar jam 8an pagi, saya sudah standby di Gedung C laboratorium Mekanika Fluida

Beberapa saat kemudian, saya akhirnya bertemu dengan Prof saya, setelah uluk salam dan sungkem kepada beliau, kemudian kami berbincang-bincang mengenai banyak hal, terutama untuk kemajuan jurusan, dimana beberapa masukan saya sampaikan ke Beliau, terutama hal-hal yang saya dapatkan di dunia kerja.

++++++

“tri, kira2 kamu milih mana? Karir atau uang?” sebuah pertanyaan sederhana namun tidak pernah saya pikirkan selama ini meluncur dari Beliau.

“where is Your Goal?”

Saya agak lama mikir untuk menjawabnya.

Continue reading

KAGAMA VIRTUAL: saudara yang tak terlahir dari rahim yang sama

KAGAMA VIRTUAL: saudara yang tak terlahir dari rahim yang sama
oleh: Tri Harso S

Ketika ingin menuangkan sedikit tulisan ini, saya agak bingung ingin memberi judul apa. Dikarenakan belum menemukan istilah dalam bahasa lndonesa yang mempunyai makna seperti diatas.

Ya Nglumpukne Balung pisah, dimana pada kita saat ini kita sedang berusaha untuk mengumpulkan balung (tulang) yang bertebaran dimana-mana untuk dipersatukan kembali. Menjadi sebuah keluarga besar yang akan saling menjaga dan menguatkan.

Beberapa waktu yang lalu disebuah laptop kecil 12”……..

Berawal dari diskusi kecil melalui Yahoo Messanger, mungkin pada awalnya hanya sebatas angan kecil, dan banyak  keraguan juga, apakah hal ini bisa diwujudkan Namun setelah melalui diskusi  YM yang sangat panjang dan lumayan alot, akhirnya cita2 untuk nglumpukne Balung pisah ini tercapai juga. Saat ini mungkin baru merupakan langkah awal, sebuah langkah kecil untuk mencapai sesuatu yang lebih besar lagi, ya langkah kecil itu bernama alumniUGM@googlegroups.com Continue reading

Teruntuk Ibu

Teruntuk Ibu
oleh: Tri H Sulistiyo

Sudah hampir separuh kehidupanku di dunia ini telah aku jalani, dan selama ini pula engkau selalu membimbingku, selalu mengingatkanku dan tidak lupa pula engkau tidak pernah lelah untuk senantiasa memanjatkan doa untuk anakmu ini. Aku tahu mungkin aku belum bisa untuk membahagiakanmu saat ini, aku masih saja kerap menyusahkanmu dengan semua tindakan-tindakan tololku. Namun. Ibu senantiasa sabar untuk tidak bosan-bosannya menyayangiku. Semua keluhku, semua kesahku senantiasa engkau bersedia untuk menampungnya, engkau selalu menyediakan semua waktumu bagiku.

Ibu, tidak terasa keriput sudah menghiasi wajahmu, sudah menjalar keseluruh kulit tubuhmu, tatapan mata mu pun semakin sayu, ku melihat ada selaput tipis yang mulai mengganggu penglihatanmu, genggaman tanganmu pun tidak sekuat sewaktu engkau merawatku dahulu. Semua itu telah berkurang dan akan terus berkurang. Ingin aku membawamu turut serta, namun engkau selalu bilang

“ kamu harus fokus dengan semua jalanmu, biarlah ibu menikmati hari tua ini dengan berkebun, menanam bungan serta menikmati desa ini, desa dimana engkau dahulu menghabiskan masa kecilmu dengan bermain”

Continue reading