Kagama Virtual Besar dari Warung ke Warung

Mungkin 3 tahun yang lalu, komunitas ini belum lah terbentuk, hanya sebatas kelompok kecil saja yang mungkin sudah ada. Nah ternyata dalam perkembangannya bisa menjadi sebuah komunitas virtual yang sangat besar seperti saat ini. Komunitas Virtual ini, lahir dan besar dari warung ke warung. Ironis? Entahlah, namun memang kenyataannya, bahwa Kagama Virtual itu memang terbentuk dan bisa membesar karena dari pertemuan-pertemuan diwarung ini. Bahkan sampai saat ini, warung2 yang ada di penjuru pelosok negeri telah berhasil mempertemukan banyak alumni dari berbagai angkatan dan periode.

 
“berfoto bersama”
+++
Syawalan 2012 telah dilakasanankan beberapa waktu yang lalu di Joglo Mlati Yogyakarta. Secara keseluruhan ada sekitar 100 an orang yang bersedia meluangkan waktu nya untuk menghadiri acara ini, termasuk mas Anies Baswedan dan Prof BWS selaku sekjen dari PP Kagama. Sekali lagi, acara ini dilaksanakan di warung, walaupun demikian suasana rumah masih bisa didapatkan di tempat ini.

Acara Syawalan yang direncanakan dimulai pukul 11.00 baru dibuka secara resmi  jam 12.00 oleh MC mas Eko Eshape serta kang Wahyu WB. Breaking ice pun dilakukan dengan sangat meriah dan menyenangkan, permainan sederhana itu telah membuat suasana lebih cair dan menarik. Adapaun secara keseluruhan acara hari kamis itu ialah sebagai berikut ini:

1. Mas Haris Yunanto, menceritakan tentang kegiatan peringatan Mengenang Prof. Koesnadi Hardjasoemantri, gathering fotografi Pulau Rambut, dan rencana gathering di HPKKH (Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri) tanggal 8-9 Desember di Yogyakarta.

“mas Haris dan mas Eshape”

2. Komo Sulastama Raharja, menceritakan tentang beasiswa untuk mahasiswa UGM melalui iuran Rp. 50.000,- per bulan ke rekening BCA a/n Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista dan rekening Mandiri a/n SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX. Tahun lalu telah diberikan beasiswa bagi 16 mahasiswa dari berbagai fakultas dan tahun ini direncanakan naik menjadi 23 mahasiswa. Diharapkan jumlah ini akan dapat terus bertambah setiap tahun.

“mas Komo”

3. Indarto En, menceritakan kegiatan fundraising Kagama melalui pembuatan t-shirt dan backpack, dimana keuntungan yang didapatkan disumbangkan untuk menambah kas dana beasiswa.

4. Tri H Sulistiyo, menceritakan tentang terbentuknya Kagamavirtual berikut semua link-nya (mailing list, facebook group, twitter, blog, linked-in)

 
“ths”
Selain itu ada juga testimoni dari teman2 yang sudah turut menyemarakkan suasana dunia virtual, seperti mas BNK, mas Eka, mas Anung dll. Dan yang terakhir namun bisa memberikan sebuah semangat yang luar biasa ialah adanya sambutan sepatah kalimat dari mas Anies Baswedan. Inti yang dapat saya tangkap ialah, bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan teman2 kagama virtual ini, dan konsep ini seiring dan sejalan dengan Prof Koesnadi, karena sudah melakukan banyak hal yang menjadi sebuah break through yang sangat luar biasa, bahkan mungkin alumni dari universitas lain jarang yang melakukan hal seperti ini.
“mas Anies”
“mas Bambang N Karim”
 
Mungkin memang banyak mimpi yang ingin diwujudkan, tidak hanya sebatas sharing ide serta mentah dalam pelaksanaan. Dikarenakan jika terlalu banyak konsep tanpa ada aksi nyata sama aja Nol besar (jalan ditempat). Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melakukan sebuah perbincangan ringan dengan kakak kelas saya TM 80, dan kegalauan beliau itu sama, yaitu ketika ada munas besar seperti yang terjadi di Hotel Niko, namun ya sebatas itu saja, tidak ada tindak lanjut lagi, mentah dan hilang entah kemana.
Semoga, walaupun Kagama Virtual ini terbangun dan terkumpul dari warung ke warung, semoga bisa menghasilkan lebih banyak lagi tindakan nyata di masa yang akan datang 🙂 2282x
“ramai dan membaur”
“duo em-ci”
“hmmm”
“us as kagama virtual”
Foto: Nur Hatta Luqman Sidiq, Haris Yunant
artikel: Bintang Wisnu, Tri H Sulistiyo

Gowes Guyub 2012 membelah Jakarta

Gowes Guyub 2012 membelah Jakarta.

Demo sepeda (amat) mini

Runner dan Goweser Jogja

Tak terasa tanggal 2 September 2012 tinggal beberapa hari lagi dan aku masih juga belum dapat sepeda untuk acara gowes guyub 2012 membelah Jakarta. Sepeda lipat Dahonku sudah kulipat dan kukirim ke Jogja, sehingga aku harus beli sepeda baru atau meminjam milik teman-teman pesepeda Jakarta.

Masalahnya kalau meminjam sepeda teman, maka kita harus mengembalikan dan biasanya semangat meminjam dengan semangat mengembalikan sepeda berbeda cukup jauh, jadi kuputuskan saja untuk meminjam sepeda panitia. Mungkin memang tidak senyaman sepeda milik teman tetapi tidak ada kewajiban untuk mengembalikan ke rumah teman.

Paling enak memang sepeda Specialized kesayangan di Jogja, tapi akan merepotkan lagi mengambil sepeda di Jogja dan nanti harus mengembalikan lagi ke Jogja.

 

Acara Gowes Guyub ini memang acara yang sudah kutunggu, tetapi tidak kusangka secepat ini terjadi, sehingga aku masih belum siap betul mengikutinya. Aku juga belum sounding seberapa banyak pesepeda alumni UGM yang ada di Jakarta, sehingga sampai saat…

View original post 373 more words

Laporan Syawalan Kagama Virtual Yogyakarta

LAPORAN SYAWALAN KAGAMAVIRTUAL
Joglo Mlati, Rabu 23 Agustus 2012 11.00 – 16.00
oleh:  Bintang Bibien Wisnuwardhani

Acara Syawalan yang direncanakan dimulai pukul 11.00 baru dibuka secara resmi jam 12.00 oleh MC mas Eko Eshape. Diawali dengan makan siang, sholat, dilanjutkan dengan sharing yang diisi oleh:
Mas Haris Yunanto, menceritakan tentang kegiatan peringatan Mengenang Prof. Koesnadi Hardjasoemantri, gathering fotografi Pulau Rambut, dan rencana gathering di HPKKH (Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri) tanggal 8-9 Desember di Yogyakarta.
Komo Sulastama Raharja, menceritakan tentang beasiswa untuk mahasiswa UGM melalui iuran Rp. 50.000,- per bulan ke rekening BCA a/n Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista dan rekening Mandiri a/n SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX. Tahun lalu telah diberikan beasiswa bagi 16 mahasiswa dari berbagai fakultas dan tahun ini direncanakan naik menjadi 23 mahasiswa. Diharapkan jumlah ini akan dapat terus bertambah setiap tahun.
Indarto En, menceritakan kegiatan fundraising Kagama melalui pembuatan t-shirt dan backpack, dimana keuntungan yang didapatkan disumbangkan untuk menambah kas dana beasiswa.
Tri H Sulistiyo, menceritakan tentang terbentuknya Kagamavirtual berikut semua link-nya (mailing list, facebook group, twitter, blog, linked-in)

Acara diselingi dengan permainan yang dipandu mas Eshape dan kang Wahyu W. Basjir, dilanjutkan dengan kesan2 tentang Kagamavirtual antara lain dari kang Bambang N Karim yang menyebut KV sebagai kelompok yang amazing, dengan penghuni yang pintar2 dan selalu mau berbagi, sementara mas Anies Baswedan memberikan apresiasi bahwa KV sebagai komunitas yang terbentuk di dunia virtual mampu mewujudkan ide2 menjadi sebuah aktivitas bersama yang bermanfaat bagi lingkungan di dunia nyata.
Pertemuan ini lebih terasa seperti pertemuan trah dibandingkan reuni, terlihat dari suasana kekeluargaan yang muncul diantara para peserta.
Untuk acara gathering tanggal 8-9 Desember 2012 di Yogyakarta, akan dikoordinir oleh mbak Eka Sri dan Ratih Puspasari.

Berikut daftar peserta yang hadir (semoga tidak ada yang terlewatkan):

FAKULTAS BIOLOGI
Adi Mustika
Aroem Naroeni
Destina Kawanti
Kristina Retno Palupi

FAKULTAS EKONOMI
Anies Baswedan
Bambang N Karim
Darra Irawati
Eka Priastana
Farid
Irawati Palupi Dewi
Ratih Puspasari
Syukriy Abdullah
Wahyu W Basjir

FAKULTAS FILSAFAT
Arief Andrianto

FAKULTAS GEOGRAFI
Deny P Sambodo
Nunik Farid

FAKULTAS HUKUM
Haris Yunanto
Norma Sari Wardhani

FAKULTAS ISIPOL
Agus Dwi Praptana
Eka Sri
Megandaru Kawuryan
Nawa M “Bagas Saskara”
Novri Susan W
Sopril Amir
Tisna Surya Adi P

FAKULTAS KEDOKTERAN
Rini Maya Puspita
Ulli

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
Verra Veronica
Haryadi Sudirman

FAKULTAS KEHUTANAN
Dicky Iswandaru
Maulana Muhammad
Zain Noor Rahman

FAKULTAS PERTANIAN
Indarto
Niken Novianty R

FAKULTAS PSIKOLOGI
Adi Mardianto
Bintang Wisnuwardhani
Ferry Farhati
Nurahman D S
Ratna Widiastuti
Susi Gustini
Syarief Budiman
Umi Gita
Yayuk Sommeng

FAKULTAS TEKNIK
Albert Pratama
Budi Noryanto
Budi Wignyosukarto
Eko SHP
Iwan Hermawan
Jans Hendry
Jentot Mardianto
Krisma P
Nunung W
Nur Cahyo Probo
Nur Hatta Luqman Sidik
Nurcahya P
Rizky Arianto
Sudarmaji Gojis
Sulastama Raharja
Susilo
Tri H Sulistiyo
Wisnuadhi Susatyo

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Rini Yanti

FAKULTAS ….. (hihihi…. Reporternya kekurangan data 😀 )
Widhi Widayanto

Tercatat 59 alumni (semoga tidak ada yang terlewatkan), ditambah keluarganya seluruhnya menjadi 93 peserta.
Kontribusi peserta yang terkumpul dalam pertemuan ini sebesar total Rp 4.405.000,- dikurangi biaya konsumsi Rp 3.487.500,- masih tersisa Rp 917.500,- untuk dimasukkan sebagai tambahan dana beasiswa KAGAMA.
Acara ditutup menjelang pukul 16.00 dengan foto bersama (sayangnya kurang lengkap karena banyak yang sudah mendahului pulang untuk menghadiri acara di tempat lain) dan saling bersalaman diantara para peserta.

Terima kasih atas kesediaan rekan-rekan untuk hadir dan berbagi, semoga kebersamaan ini akan menambah erat persaudaraan diantara sesama kita sebagai Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada. Mohon maaf jika laporan kali ini kurang lengkap karena reporternya tidak mengikuti acara secara keseluruhan. 😀

Special thanks untuk :
mas Eka Priastana yang sudah memesankan tempat di Joglo Mlati
Krisma P yang melakukan pendataan peserta
Aroem Naroeni yang membantu mengumpulkan kontribusi peserta
Nur Hatta Luqman S yang mengabadikan momen2 kebersamaan
Pak Budi Wignyosukarto yang menyempatkan mampir meski harus segera menghadiri rapat, mohon maaf tidak sempat menyambut.

Selamat Idul Fitri 1433 H… Mohon maaf lahir batin bagi semua anggota Kagamavirtual
Taqabbalallaahu minna wa minkum, shiyamanaa wa shiyamakum, minal aidin wal faidzin…
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita manusia yang lebih baik untuk kehidupan selanjutnya. Aamiin

Saya Tidak Lagi Virtual

Saya tidak lagi virtual
oleh Aroem Naroeni

Saya lupa tepatnya kapan ada sebuah pesan di email masuk yang isinya mengundang untuk ikut milis Kagama. Dari topik-topik ringan.. Oh dia tahu juga ya tentang ini.. Oh dia tahu juga yang tentang itu.
Dari situlah semua berawal.
Dan saya pikir di dunia maya okelah.. Tidak akan ada yang tahu tentang diri saya. Dan saya akan tetap menjadi pribadi yang maya di milis ini. Invitation Kopdar selalu saya cuekin karena saya tetap ingin menjadi pribadi yang virtual.

Sampai akhirnya datang undangan dari sahabat lama yang bertahun-tahun tidak ketemu dan tempat kopdar sangat dekat dengan tempat saya tinggal, rasanya sulit menemukan alasan untuk menolak.

Kopdar Bebek Kaleyo, Jakarta (Sumber: Sulastama Raharja)

Membayangkan diri di tengah orang-orang yang tidak dikenal mesti bakalan garing!
Tetapi ternyata semua bisa berjalan lancar. Saya bilang pada diri saya ini akan jadi yang pertama dan yang terakhir.

Tapi ternyata teman saya datang lagi di Jakarta.. Oke.. Yang kedua, tempat agak jauh tapi saya akan usahakan.


Kopdar Bebek Ginyo, Jakarta (Sumber: Sulastama Raharja)

Ouft!! .. Sudahlah yg kedua pasti akan jadi yang terakhir.

Kemudian bermunculanlah grup2 BB Kagama Virtual. Semua kelihatan akrab di grup.
Akhirnya saya beranikan diri ikut kopdar lagi tapi teman lama saya itu tidak ada.

Dan akhirnya menyambunglah ke kopdar-kopdar yang lain.
Lebaran ini adalah lebaran pertama saya dengan Kagama Virtual.
Dan sungguh mengagetkan semua serasa sudah melebur menjadi satu… Ada kedekatan, ada jalinan, ada keinginan untuk bersama, dari Yogya, Solo, Semarang, Gunung Kidul dll di sekitar Yogya. Dari waktu liburan yang sangat terbatas mereka menyempatkan diri berkumpul satu hari demi sebuah keluarga yang bernama Kagama Virtual.
Kesempatan lain adalah bertemu lagi di sebuah kesempatan “KVers Nyolo”
Jalan-jalan bareng mengeksplorasi kota JokoWi ini sungguh sangat menyenangkan dengan tuan rumah yang sangat ramah, baik hati merengkuh seperti sebuah keluarga beneran.

Kopdar Syawalan KAGAMAVirtual MATARAM RAYA (Sumber: Haris Yunant)

#bentar, aku menyeka airmata dulu, mbrebes mili kiii 🙂

Apakah yang membuat ikatan itu makin kuat dan makin kuat ?
Apapun jawabannya saya bisa masuk keluarga ini “It’s my destiny”
Karena saya tidak pernah merencanakannya, semua seperti didukung oleh alam semesta 🙂

KV-ers Nyolo – Kuliner dan Blanja-blanji (Sumber: Sulastama Raharja )

Akhirnya menemukan kakak, adik, saudara kembar virtual dan menjelma menjadi makhluk nyata..
Saya tidak lagi virtual…

Cheers,
Aroem

catatan: untuk bergabung ke milis KAGAMA, silahkan kirim email kosong ke alumniugm+subscribe@googlegroups.com

Reuni, Bukan Hanya Tempat Singgah, Tapi Rumah

Sebagai pendatang di suatu kota, siapapun pasti ingin memiliki banyak teman. Mencari komunitas yang bukan hanya tempat singgah, tetapi juga rumah. Dimana di sana kita bisa menemukan keluarga kedua. Itulah mengapa kita menjadi merasa memiliki hubungan kekeluargaan ketika di perantauan bertemu dengan teman sealmamater. Karena itu, teman-teman alumni UGM yang berada di Depok mengadakan acara Buka Bersama pada Sabtu, 28 Juli 2012 di Pondok Laras, Depok.

Sore itu diawali dengan 6 orang di Pondok Laras. Ada yang sebelumnya sudah saling kenal, ada yang belum. “Kayaknya aku nggak asing denganmu. Apakah kita pernah kenal?” itu pertanyaan saya untuk Adit. Alumni Peternakan, angkatan 2005. “Tapi dimana ya?” Setelah diingat-ingat, ternyata kami memang pernah kenal. Enam tahun lalu, kami pernah berkegiatan dalam satu tim. Pendampingan sekolah darurat di Bantul, usai gempa Mei 2006. Setelah itu saling kehilangan kontak. Baru ketika reuni kecil itu, kami dipertemukan kembali. Alhamdulillah.

Begitulah, reuni mempertemukan tulang-tulang yang berserakan. Mempertemukan Mas Mimi (Sriyanto, Akuntansi 2000), Adit, dan Ivan Manbaul Munir (Peternakan 2005) yang ternyata dulu pernah satu kos di Klebengan. Acara ini ngobrol bebas, saling bercerita dan menanyakan tentang kesibukan selama ini. Dan tentang apa saja. Acara dibuka oleh Tisna Surya Adi Prenanto (Sosiologi, 2005), dilanjutkan Kultum oleh Adit. Saya juga bertemu dengan dua teman yang pernah satu kos di Asrama Putri Pertiwi, Pogung Kidul. Siti Zuhriyyah Musthofa (Biologi 2000, istri Sriyanto) dan Desti Isnaeni (Biologi 2005). Saat itu hadir juga Ajeng Prameswari (Administrasi Negara 2007, pacar Tisna :)). Kami yang duluan datang, menunggu teman-teman lain yang masih terjebak macet.

Acara tambah ramai karena diantara kami ada 4 balita. Putra mas Ivan, putra Mas Mimi, dan dua putra putri pasangan Mbak Ayi (Lestari Octavia, Kimia 1994)-Mas Muhammad Sholeh (Teknik Mesin 1996).  Oh iya, Mas Ivan datang bersama istrinya, putranya masih berumur hitungan bulan.

Kemudian satu persatu berdatangan. Ada Septy Nurul (Teknik Geodesi, 2005), Sofyan Khairul Anwar (Teknik Geodesi 2005), Widiantoro (Hukum 2003), dan Ulfia Mutiara (Farmasi 2005). Jadi, berapakah jumlah semua yang hadir? Coba deh hitung. 🙂

Saat itu acara ramai sekali. Bukan hanya karena kelompok kami, tetapi juga kelompok lain di meja sebelah. Dalam bulan Ramadhan seperti ini memang musimnya Buka Bersama, rumah makan selalu penuh pengunjung. Apalagi Pondok Laras. Untuk bisa pesan tempat tersebut, butuh perjuangan tersendiri. Hoho.

Saat perkenalan, suara kami tertelan oleh bising di sekitarnya. Makanya kami harus menyebut nama berkali-kali. Perlu dicek ulang apakah satu sama lain saling ingat nama. Ketika diantara kami ternyata ada yang lupa nama teman, sebelum pulang dia harus cuci piring. Untunglah semua pulang tanpa harus cuci tangan dulu, apalagi cuci piring. :p

Pondok Laras

Di Depok, ada beberapa pilihan rumah makan yang oke buat ngumpul. Saat itu pilihan kami jatuh pada Pondok Laras karena kami mencari tempat makan selain mall. Di sana saungnya oke dan tempatnya strategis. Selain itu, harganya cukup terjangkau. Harga tiap menu makanan besar kira-kira Rp. 30-60 ribu. Bandingkan dengan Rice Bowl Detos yang permenu minimal Rp.110.000an.  Jadi berapakah iuran perorang? Sebenarnya tergantung pilihan menu masing-masing. Jika uang iuran berlebih, akan disumbangkan ke kas Beasiswa Kagama Virtual. Saat itu uang sisa Rp. 159.000. Uang dibawa Ulfia untuk segera ditransfer kepada yang berhak.

Acara ini merupakan bagian dari acara-acara Buka Bersama Kagama Virtual di wilayah lain. Reuni-reuni seperti ini memang dapat mengikatkan kembali kontak yang telah lepas. Atau menambah ikatan baru. Diharapkan juga bisa makin mempererat silaturrahim dan membuka banyak jalan kebaikan. Kita yang tadinya merasa sendiri di suatu kota, kini bisa menemukan komunitas yang (semoga) bukan hanya tempat singgah, tetapi juga “rumah.” Tempat dimana hati-hati kita berkumpul. Tempat yang aman dan nyaman untuk berbagi dan bercanda. Jiaaah! :p. Kita akan bertemu lagi di acara-acara reuni atau kopdar Kagama berikutnya. Insyaallah.

Buka bersama Kagama Virtual Tangerang Selatan: Penuh Lawak dan Makanan Enak

Buka bersama Kagama Virtual Tangerang Selatan
“Bukber Penuh Lawak dan Makanan Enak”

“Gak sia-sia saya datang dari Aceh, menempuh perjalanan jauh, akhirnya sampai di Warung Rawit Alam Sutra, kelelahan itu terbayar denagn Bukber ini yang penuh lawakan, makanan pun enak” itulah celotehan Mas Deny P. Sambodo salah satu peserta Bukber Kagama Virtual edisi Tangerang Selatan.

Jumat, 10 Agustus 2012, sekitar tiga puluh orang Kagama Virtual terkumpul di Warung Rawit Alam Sutra. Ngumpul hanya untuk Buka Puasa Bersama (Bukber), namun yang terjadi adalah keakraban yang luar biasa. Tidak ada batasan angkatan kuliah, usia, pengalaman hidup atau apapun. Semua menyatu dalam lawakan dan makanan enak.

Selain mas Deny, ada wajah baru lainnya seperti Mas Wibawa Prasetyawan (alias Iwan Ganteng) dan istrinya yaitu mbak Rosita, ada Mas Hari yang juga datang jauh jauh dari Kuwait beserta istri dan anak-anaknya. Kemudian ada mbak Anastasia Ari yang selalu mengaku usianya 28 tahun, ada mas Arwan, Mas Yosi, mbak Dhanti dan yang datang ketika acara selasai adalah Mas Agus Dwi Praptana.

Peserta lainnya adalah wajah wajah yang sudah taka sing di kalangan KV Tangsel seperti Koh Irvan yang merupakan mbaurekso dalam memilih restaurant, ada Mas Indarto, Mas Jimmy M Mboe, Mas jentot, pasangan Arief-Rosmaria, Mas Martin, Mas Anung, Nurul, mas Iwan Hermawan (alias Iwan yang gak ganteng), Alfian, Mas Syarief, Mbak Arum K, Mas GR, Mas Budiono, mba Nennie yang selalu awet muda walaupun angkatan 1977, dan Migit.

Malam itu yang tak terlupakan adalah sambal teri dan celotehan Nurul. Sambal teri ala Warung Rawit menjadi primadona, hanya dengan nasi putih saja, rasanya seperti melayang di langit. Kemudian celotehan Nurul yang gak akan terlupakan. Jadi kejadiannya begini, ketika sesi perkenalan, Mas Wibawa Prasetyawan mengenalkan diri;
“Nama saya Wibawa Prasetyawan, biasa dipanggil Iwan” kata mas Wibawa Prasetyawan.
“Lho kog ganteng yang ini?” teriak Nurul.
Sontak saja Mas Iwan Hermawan langsung godok abissss, merasa pujaan hatinya lebih memilih Iwan yang lain, dan di depan matanya sendiri.
Tapi pada akhirnya duo Iwan itu berdamai, ketika foto bersama mereka berdiri berdampingan.

Tak lupa ada makanan khas Kuwait yang dibawa oleh mas Hari, yaitu kurma muda. Sekilas bentuknya mirip cerry, rasanya pun agak keras, tapi rasanya…hmmm enak dan katanya dapat menambah tenaga dan gairah.

Malam itu, KV Tangsel benar benar menggebrak Warung Rawit hingga pengunjung lainnya ketika selesai makan langsung pergi. Dan seperti biasa, KV Tangsel selalu menunggu diusir oleh pelayan restoran baru mau pada bubar.

Benar benar hari penuh lawak dan makanan enak!

14 Agustus 2012
Migit

Lack Of Leadership dan Sebuah Mimpi

Sebuah tulisan sederhana akan sebuah kejadian yang terlaksana dengan sangat apik bersama mas Ganjar Pranowo
TIM  04 Agustus 2012
17:00 – 21:00 WIB
“kagama virtual”
Lack of leadership, itulah yang dapat saya tangkap tentang kultum di Taman Ismail Marjuki Sabtu 4 Agustus 2012 oleh Mas Ganjar Pranowo. Seperti kita semua ketahui bahwa di negeri ini pemimpin yang sangat mempunyai ketegasan dalam bersikap sangatlah jarang dan mungkin bisa dihitung dengan Jari. Salah satunya ialah seseorang yang mempunyai isial JK, dan hal itu memang bisa mengarah ke dua orang Jusuf kala dan Jokowi. Untuk masalah Leadership sendiri, dari lulusan Gadjah Mada sangatlah kurang bisa memunculkan embrio2 muda yang terlihat berbeda dalam sebuah karakter kuat dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang sangat egaliter serta bisa diandalkan untuk mencoba mengurai benang kusut yang sudah melanda dan merusak negeri ini.
“mas Ganjar Pranowo”
Mungkin juga masyarakat sudah muak dengan beberapa model kepemimpinan yang cenderung hanya mengandalkan gaya dan tanpa ada tindakan nyata. Mungkin pemimpin sekaliber Bung Karno itu hanya akan ada setiap seratus tahun sekali untuk bisa muncul dan sudah barang tentu jika dibairkan berlarut akan pasti mengganggu stabilitas negeri ini. Kembali lagi soal Jokowi yang kebetulan tidak bisa hadir dalam pertemuan kemaren, mas Ganjar ternyata pernah mengadakan sebuah pertemuan dengan 4 walikota dan salah satunya ya Jokowi tadi,
“acara di buka oleh kang Gambul”
“mas, kok bisa memindahkan PKL tanpa ada kerusuhan, dilakukan suka rela bahkan dilakukan dengan sebuah kirab budaya yang sangat ramai”
 “diskusi”
Metode mengambil hati ini yang dilakukan Jokowi, mengajak makan malam selama kurang lebih 54 kali para pedagang ini, dan pada pertemuan terakhir barulah dia omong akan memindahkan mereka. Semua tidak dilakukan satu dua kali pendekatan saja (mungkin kalau bahasa saya ialah personal approach) namun melalui proses yang panjang dan berliku. Disaat akhir itu lah dia berhasil mempergunakan kekuatan mind nya akan hal yang memang seharusnya.
Selain itu, penggantian ketua satpol PP dari pria berkumis dengan Ibu yang cantik pun, merupakan sebuah breakthrough yang sangat luar biasa.
“mulai saat ini kandangkan semua tameng dan pentungan, dan mulai besok anda saya copot”
Kembali lagi, ada sebuah tantangan dari mas Ganjar, untuk memperbaiki masalah leadership di lingkungan keluarga KAGAMA ini, apakah sudah siap untuk belajar serta memperkuat karakter leadership ini? Dan selain itu, jaringan, jarak antar alumni yang sudah melebar ini mungkinkah bisa di perkuat lagi. Jika di ibaratkan Jokowi adalah Loko, bagaimana alumni yang lain mensupport dan mungkin bahkan mendorongnya jika loko itu ada masalah?
Jadi sudah siapkah?
Hal itulah yang menjadi kegalauan mas Ganjar selama ini, dan memang kegalauan yang sangat beralasan. Dikarenakan negara tanpa seorang pemimpin yang nasionalis, tegas, bediri dengan rakyat serta mengabdikan seluruh jiwa dan raga demi negeri ini, rasanya sangat mustahil semua persoalan negeri ini akan bisa terurai.
“besama mas Ganjar”
Selain mendengarkan cerita dari mas Ganjar, kemaren juga dipresentasikan beberapa kegiatan dari kagama virtual sendiri, walaupun kegiatan ini masih bisa dikatakan sebuah embrio kecil, namun tekat dari teman2 yang sangat luar biasa memungkinkan untuk membesarkan semua embrio ini menjadi sebuah kegiatan nyata yang lebih besar lagi. Adapun sedikit kegiatan yang di ceritakan oleh teman2 ialah mengenai hutan pendidikan konservasi Koesnadi Hardjasoemantri di lereng merapi, KPK alias Kelompok Photography Kagama virtual, KLC alias Kagama Learning Community.
Mengenai hutan pendidikan konservasi koesnadi hardjasoemantri ini, merupakan kegiatan dari alumni untuk menghijaukan lereng merapi selepas terkena erupsi yang meluluh lantakkan lereng merapi. Mas Sandhya Yuddha mempresentasikan dengan sangat manteb mengenai konsep ini.
“mas Sandhya Yuddha”
Adapun kegiatan Photography ini merupakan kegiatan untuk menampung hobi dari rekan kagama di bidang perphotographian. Kegiatan ini sendiri kemaren sudah di deklarasikan di Pulau rambut, dan sudah mendapatkan beberapa order pemotretan. Kedepan semoga kegiatan ini akan semakin bisa menjangkau untuk semua alumni. Sore itu dibawakan dengan sangat ciamik oleh mas Novian mengenai kegiatan ini.
Sedangkan wadah yang lain inilah sebuah forum diskusi kecil, forum ini sangatlah menarik terutama untuk alumni fresh, dikarenakan dengan forum diskusi kecil dengan mendatangkan pembicara dari alumni yang sudah terlebih dahulu menancapkan taringnya di dunia nyata, bisa memberikan sebuah pencerahan, ide-ide segar serta membuat alur logika berpikir menjadi semakin terasah dan kritis. Walaupun ada beberapa kendala, namun setelah sedikit bercakap dengan mas Ganjar dan alumni lain malam itu, sepertinya mereka akan selalu support kegiatan ini.
“malam itu”
Ya, terlihat sebuah semangat yang sangat menyala, tidak ada yang dinamakan sebuah gap, dikarenakan semua alumni dari banyak generasi bisa berkumpul serta berbaur menjadi satu. Semoga semua mimpi ini bisa teraih satu demi satu untuk kemajuan Universitas Gadjah Mada.
~Tri H Sulistiyo (ths) ~

LAPORAN BUKBER KAGAMAVIRTUAL YOGYA, Minggu 29 Juli 2012

LAPORAN BUKBER KAGAMAVIRTUAL YOGYA, Minggu 29 Juli 2012

oleh: Bintang Bibien Wisnuwardhani

Minggu sore di kampung Taman, Patehan, Yogyakarta….

Ferry Iskandar datang fullteam dengan krucil2-nya. Menyusul kemudian Badhak Bagas Saskara, juga bersama para krucil. Rumah mbak Pipin memang sehari-hari digunakan untuk PAUD Teratai, jadi selalu ada tempat untuk anak2. Belum lagi halaman yang dipenuhi dengan tanaman perindang, beberapa diantaranya tanaman langka seperti: kepel, mundu, matoa, sampai tanaman cabe puyang yang merambat di dinding pagar, suasana asri begitu terasa. Interior rumah mbak Pipin ini klo menurut kang Bambang N Karim seperti di hotel (atau interior hotel jaman sekarang meniru rumah jaman dulu ya?), so exotic.

Sebenarnya kopdar kali ini direncanakan mulai pukul 15.30 sampai pukul 19.30. Tetapi dikarenakan ngabuburit menyusuri kampong Cyber tempat mbak Pipin tinggal (kaya’nya dulu mbak Pipin pernah cerita kalo di kampungnya ini undangan pertemuan pun disampaikan melalui internet 😀 ) yang cuma selangkah dari Taman Sari Water Castle, jadi baru berkumpul di tempat pertemuan menjelang beduk maghrib, dan saking asyiknya diskusi non virtual tamu terakhir pulang dari rumah mbak Pipin sudah menjelang jam 22, hehehe…. Maaf ya Mbak…

Acara hunting foto mungkin bisa diwakili ceritanya oleh mas Eka Priastana, mas Eko Eshape dan Badhak.

Sementara acara hunting kuliner di Kauman bisa diceritakan oleh mbak Nunik Farid.

Karena kopdar selalu berkonsep “Empowering ourselves” alias bayar sendiri2, maka sejalan dengan itu peserta diminta untuk membawa makanan berbuka puasa, untuk dimakan bersama2. Alhasil menu yang tersaji di meja menjadi:

  • Minuman: wedang secang, beras kencur, es sirup, minuman bersoda
  • Snack/camilan, klethikan: agar2, kicak (klo di Kauman biasanya cuma ada saat bulan puasa), pastel, lemper, sangga buwana (ini makanan pembuka –appetizer- saat resepsi dimana tamu undangan duduk dan dilayani oleh para pramusaji, bentuknya sus isi daging ayam dengan saus mayonnaise dan acar timun), tahu-tempe-gembus bacem, kripik salak, jenang salak, gethuk goreng, ampyang coklat (sole distributor mas Antok), rainbow cake specially made by nyonya Badhak,
  • Hidangan utama: pecel (dengan kenikir, kecipir dan kembang turi), nasi kucing, pepes jamur, pepes teri  (malah lebih banyak camilannya ya? :-p)
  • Buah2an: jeruk, salak, kelengkeng.

Selain itu juga ada penjualan merchandise KV, paling banyak terjual kaos KKN, yang kata mas Gojis “Ini XL ukuran remaja, sexy banget”. (Lhah, emang bukan remaja lagi ya Mas? :-p )

Special guest mbak Darra, yang meski harus menggunakan penopang tulang belakang dan tongkat untuk mobilitasnya, tetap semangat untuk berbagi tentang keprihatinan terhadap pendidikan anak2 kita (mulai dari SD sampai yang sudah masuk kuliah).

Oh ya, kopdar kali ini (klo catatanku gak keliru) diikuti 17 member KV, plus pasukannya (belum termasuk pasukan mbak Pipin) total 24 orang.

Terima kasih buanyak buanget buat mbak Pipin yang di sela2 kesibukannya masih menyediakan diri & tempat di rumahnya untuk bisa berkumpul teman2 KV di Yogya.

Semoga kopdar next time lebih banyak lagi yang bisa bergabung.

Laporan Pandangan Mata Kopdar KAGAMA I Malang

LAPORAN PANDANGAN MATA KOPDAR KAGAMA I MALANG

Seperti yang telah disepakati bersama, pertemuan dilaksanakan di Warung Rudjak Pojok. Peserta pertama yang datang adalah saya, kemudian disusul berikutnya oleh mBak Diantini Viatrie. Kami bercakap-cakap untuk menunggu peserta yang lain sambil duduk lesehan di sebuah pojok.

Dalam percakapan kami akhirnya terungkap bahwa kami berdua berasal dari TK-SD …dan SMP yang sama. Kami berdua adalah produk eksperimen pendidikan yang dilakukan oleh almarhumah Prof. Dr. Sapartinah Pakasi, seorang pakar pendidikan dari IKIP Malang. Sekarang IKIP Malang menjadi UM. Adalah sangat mengharukan apabila melihat kenyataan bahwa seorang profesor pendidikan mau mengurusi pendidikan kami sejak usia TK sampai SMP bukan hanya dalam tataran teoritis tetapi sekaligus juga praktis. Hanya saja karena kami berbeda generasi, maka kami tidak mengenal satu sama lain. Kagama Virtual adalah media yang mempertemukan kami. Mbak Diantini menggambarkan dengan persis motif dan warna baju seragam TK yang digunakan oleh generasiku, sesuatu hal yang telah lama kulupakan.

Pembicaraan kemudian berkembang menjadi lebih serius karena kami mendiskusikan beberapa hal dalam Psikologi Pertumbuhan. Psikologi adalah disiplin ilmu yang dipelajari mBak Diantini Viatrie di UGM.

Diskusi kami terhenti ketika seorang perempuan mengucap salam dan mendekati kami. Ternyata dia mBak Lilis Puspitosari. Dia datang bersama suami dan empat anaknya. Pembicaraan kemudian berkembang menjadi lebih global dan kami mulai mengeluarkan joke-joke segar bergantian. Hampir sepanjang pertemuan di sore itu kami tertawa geli bersama-sama.

Beberapa saat kemudian datanglah mBak Endah Siswati bersama putrinya. Suasana menjadi lebih riuh. Untunglah bahwa tidak banyak pengunjung warung di sore itu sehingga kami tidak perlu menjadi pusat perhatian. Akhirnya kami memesan makanan. Mbak Endah dan aku memilih Rujak Cingur, makanan khas Jawa Timur, mBak Lilis memesan Gado-Gado serta mBak Diantini memesan Rujak Manis. Sementara menunggu pesanan datang kami tetap bergurau memeriahkan suasana. Mbak Endah menyarankan kami untuk kapan-kapan mencoba Nasi Uduk Bedjo yang terkenal enak di dekat rumahnya. Kami sepakat dengan usulan tersebut dan merencanakan untuk bertandang bersama-sama ke rumah mBak Endah di sekitar kompleks ITN. Waktunya akan dibicarakan kemudian lewat jalur pribadi.

Hidangan datang dan segera tandas. Kami sepakat untuk menjadwalkan kembali pertemuan untuk Kopdar Kagama Virtual Malang II setelah lebaran. Tanggalnya belum bisa ditentukan karena tidak ada seorangpun diantara kami yang membawa kalender. Kami berpisah karena hari telah sore dan bersepakat untuk bertemu kembali.

Kopdar Omah Lodhong : KV Jogja, 7 April 2012

Mas Dodi sudah nunggu di ruang depan warung “Omah Lodhong” Jogja ketika aku masuk. Kami bersalaman sejenak dan kemudian sudah asyik membahas kambing ETTAWA. Aku baru ngeh kalau kambing itu terlihat sama saja bagiku tetapi terlihat berbeda di mata mas Dodi. Mulai dari bentuk wajahnya, perawakannya, tanduknya sampai ke kupingnya semua punya ciri khas masing-masing.

Cerita tidak berhenti sampai di situ, ternyata ada juga cerita tentang bekam, tentang berbagai obat herbal. Ada sembilan macam obat herbal kalau aku tidka salah ingat, dengan nama khas masing-masing.

“Yang obat pengecil perut itu, mungkin tidak manjur mas atau kurang menarik untuk diiklankan”

“Mengapa?”

“Soalnya yang iklan perutnya gendut!”

kopdar omah lodong (6)

Derai tawa selalu mengiringi setiap kita membahas suatu topik. Sebuah topik yang berat sekalipun selalu ada jeda untuk tertawa bersama, apalagi kalau topik tentang hal yang remeh temeh.

“Ada seorang teman yang tidak suka jengkol, tetapi ternyata dia asyik ngabisin keripik jengkol karena tidak tahu bahwa yang dia makan adalah keripik jengkol”

“Mbak AR itu orang lurus banget lho, sayang tidak bisa gabung di acara ini, kalau ada dia pasti acara ini bisa lebih seru deh !”

“Wah ini kopdar kok isinya makan melulu ya? Nanti yang diupload pasti makanan saja”

kopdar omah lodong (2)

Segala pembicaraan saling sahut menyahut di arena meja bundar Omah Lodhong. Kadang satu topik dibahas bersama, tapi kadang saling silang antara mereka yang berhadapan. Jadilah berbagai topik dibahas bersamaan di antara mereka yang berhadapan duduknya.

Suasana makin rame karena ada yang tidak bisa hadir dan ingin ngobrol dengan kita. Jadilah sebuah ponsel berkeliling di antara kita dan obrolan via telepon itu kadang terasa lucu karena kita hanya mendengar dari salah satu sisi pembicara saja. Kita hanya menebak apa yang diucapkan oleh lawan bicara di ujung telepon satunya.

“Eh foto dulu yuk mumpung masih lengkap”

Kalimat di atas tidak perlu diulang, begitu sang fotographer ambil posisi maka para aktris dan aktorpun langsung pasang action masing-masing. Selesai difoto langsung hasil fotonya diperlihatkan pada yang lain.

kopdar omah lodong (5)

“Wah mas Wahyu kaosnya dipakai mas Eko tuh”

“Dijamin mas Wahyu panas hatinya lihat foto ini”

Belum puas foto duduk acara foto berdiripun dilanjutkan di ruang tengah. Ini memang acara wajib setiap kopdar, “narsis ebrjamaah”.

Tak terasa maghrib sudah berlalu dan acara harus diakhiri. Kopdar yang akan datang kelihatannya akan tidak bis ajauh dari makanan lagi.

“Kita bawa masing-masing dari rumah dan kita santap bersama di acara kopdar yang akan datang yuk”

Nah, ajakan menarik seperti ini pasti akan banyakpeminatnya. Kita tunggu saja acara kopdar yang akan datang. Tentu dengan peserta yang sudah makin saling mengenal dan acara yang lebih terfokus.

“Aku usul tema yang akan datang adalah cerita tentang sembilan obat herbal dan setelah itu baru dilanjutkan acara ngobrol ngalor ngidul”

Tunggu berita dari mbak Bibien untuk kopdar yang akan datang. Yang jelas warung blogger Mie sehati sudah menyiapkan tempat pelatihan mie sehati sebagai ajang pertemuan yang akan datang.

Sampai ketemu lagi salam sehati buat semua.

kopdar omah lodong (1)

+++

Foto lainnya ada disini