Deluge Art Performance: Sebuah Catatan Ring 2

Deluge Art Performance: Sebuah Catatan Ring 2

By Eka Priastana Putra

Ada alasan mengapa saya gunakan judul di atas:

  • Saya tidak full time mengikuti workshop.
  • Saya tidak terlibat secara langsung dalam produksi dan pementasan.

 

Deluge Art Performance sabtu lalu terlaksana atas kerja sama Insist Book dan partisipasi kawan-kawan KaVir. Sungguh tak dinyana mengingat beberapa hal merupakan anomali:

  • Tidak ada ‘kompensasi’ langsung dari acara ini.
  • Tidak ada art domination yang ditampilkan tapi interdesciplinary art – dan ini lebih sulit.
  • Tidak ada pemeran utama maupun pemeran pembantu.
  • Tidak ada pesan politis sama sekali.

 

Materi pementasan yang ‘hanya’ bagaimana reaksi seseorang terhadap hal yang terjadi secara mendadak dan tidak diharapkan justru mengungkap poin-poin penting dalam diskusi, bahwa dalam diri seorang ‘korban kehilangan’ terdapat:

  • Reaksi mekanis (Ratih Puspasari).
  • ‘Perang dingin’ antara emosi dan logika (Ary Lesmana & Jans Hendry).
  • Perioda recovery (Any Re & Bintang Bibien Wisnuwardani).
  • Perasaan ‘kalah’ sekaligus harapan (Bambang N. Karim)
  • Masa mengambang (Wahyu W. Basjir & Nuniek Faried).
  • Perioda hilang kesadaran sesaat (Opey Dapet).
  • Tak ada yang menyinggung Tuhan dalam diskusi – diam-diam semua sepakat Tuhan bersifatgiffen, take for granted dan default.

 

Semua poin penting tersebut terwinzip dalam pementasan berdurasi 30 menit. Interpretasi bebas setiap pemain memberikan pelajaran tersirat: bagaimana adaptasi dilakukan terhadap performer lain, bagaimana respect dan emphaty yang fit diberikan terhadap ‘korban’, bagaimana reaksi berantai yang mungkin (diharapkan) terjadi – on the stage semua message contentnya adalah tentang orang lain.

 

Manakala semua hal adalah tentang orang lain ‘…adakah yang perlu diresahkan?’ Bukankah hirarki teori mbah Maslow justru tak lagi relevan? Sekali lagi selamat untuk semua kru yang terlibat….. ~!@#$%^&*()_+ (epigram)

Advertisements

KOPDAR “DAPET’ : Aku owk…. Yogya, 28 Agst – 1 Sept 2012

KOPDAR “DAPET’ : Aku owk…. Yogya, 28 Agst – 1 Sept 2012

By Bintang Bibien Wisnuwardhani

“Aku owk..” memiliki arti yang kurang lebih sama seperti “Gue neh..” atau dalam bahasa 4l4y “Secara guwe gitu loh..”, tapi dalam konteks ini bukanlah sebuah upaya menyombongkan diri, melainkan sebagai dorongan/motivasi terhadap diri sendiri bahwa kita bisa dan mampu melakukan/meraih sesuatu jika kita mau berusaha.

Kata tersebut diucapkan kang Puthut dalam latihan terakhir sebelum pementasan dimana beliaunya secara tiba-tiba ditodong untuk ikut terlibat, hanya sempat ikut di latihan terakhir kurang dari 2 jam sebelum pementasan, and he made it..!

 

Kopdar ini diawali dengan tawaran kang BNK untuk berbagi ilmu melalui workshop selama 3 hari (28–30 Agst 2012) di kampus Perdikan INSIST, Jl. Kaliurang Km 18, Sleman. Beberapa orang menyediakan diri untuk menjadi peserta. Pengennya sekedar menambah pengetahuan, eh..  ternyata harus menunjukkan hasil belajar dalam bentuk art performance… Jadilah Ratih terpaksa membatakan kencan dengan Ari Lasso di JW Marriot Surabaya… :-p

 

Hari 1-3, 28 – 30 Agustus 2012

3 hari yang penuh dengan sharing, empathy, belajar art performance, mengenal digital art, mengenali lingkungan, merasakan sekeliling (inner space & outer space), mengolah tubuh (ketahuan deh yang gak pernah menggerakkan tubuh.. hehehe…), bermain “karet gelang”, exploring what you feel about something that happened suddenly in your life, getting to know each other more, merasakan sebagai satu keluarga yang saling mendukung dan saling menguatkan… tentu saja diselingi dengan diskusi ala KV yang membahas tentang nasionalisme, baju KORPRI, PNS, keuangan negara, pendidikan, keluarga, kesehatan, HIV/AIDS, de-el-el…

Begitu kuatnya penyatuan perasaan, sampai-sampai  ketika di hari ketiga nyaris semua peserta membawa makanan untuk dimakan bersama, di hari kelima tidak ada yang membawa makanan… Tanpa perjanjian sebelumnya. Ketularan Sehati dari mas Eshape neh ceritanya… 😀

 

Hari ke-4, 31 Agustus 2012,

Diisi dengan pesta 100 pempek dari Jambi yang dibawa Sari & Iir. Aku datang terlambat jadi gak punya banyak cerita dari moment ini kecuali bahwa kumis kang WWB memang ampuh, gak ada anak2 yang gak luluh dalam rayuannya… :-p

 

Hari ke-5, 1 September 2012

Siap atau gak, bisa ato gak, life goes on…

Kang Puthut yang berniat sekedar nonton malah ditodong jadi pemeran… 😀

 

Doa bersama mengulang latihan terakhir, dan….

Pementasan dibuka dengan penjelasan dar kang BNK tentang judul pementasan ini “AIR BAH / BANJIR BANDANG”.

 

Ketika sesuatu menerpa dirimu secara tiba-tiba, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu lakukan?

Diawali dengan penampilan Opee membaca narasi pengantar pementasan ini, di akhir pembacaan puisi Opey terbaring, kemudian masuk Ary menari.

Selesai adegan Ary & Opey, Antok ARIL membawakan puisi Sitor Situmorang, disambung duet mas Andrianto & mbak Any Re dan Canon girls: mbak Nunik, Ratih, Milona & me membawakan karya Jalaluddin Rumi.

Berikutnya ketika para Canon girls terkapar, Milona menari bersama kang Puthut,saat kang Puthut keluar panggung Ona terkapar.

masuk kembali Ary & Opey menari dan menaburkan tepung (putih semua deh…)

Lanjut dengan penampilan kang Puthut, juga membawakan karya Rumi, membangunkan mereka yang terkapar.

Pementasan ditutup duet penari Ary & Ratih diiringi lagu “Ruby Tuesday”-nya The Rolling Stones yang dibawakan oleh Franco Battiato.

 

Sebagai catatan,semua pemeran yang tampil dalam pementasan ini belum pernah punya pengalaman pentas sebagai performer dalam art performance.

 

Terima kasih sudah memberi kesempatan untuk belajar, melihat, mendengar, merasakan & berkarya…

 

Mohon maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman2 Setrajana yang mengikhlaskan kang Puthut Gambul untuk diculik selama +- 3 jam untuk mendukung pementasan ini.

 

Masih terngiang di telinga, “When you change with every new day, still I’m gonna miss you…”

 

Foto-foto bisa dilihat di link: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10151400994967538.576479.837132537&type=1

http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.465638996801454&type=1

Kopdar Jepret, KVers Bersama Arbain Rambey

             Mengasah skill tentu saja penting bagi setiap orang. Ketrampilan apapun itu, jika seseorang mengusainya, dia akan menjadi yang terbaik di bidangnya. Atau, setidaknya bisa menunjang pekerjaannya. Atau, untuk having fun saja juga boleh. Termasuk fotografi. Jika dulu kemampuan fotografi hanya dimiliki kalangan tertentu seperti jurnalis foto atau fotografer studio, kini dimana-mana orang bisa memotret. Sebagian dari mereka mungkin tidak puas dengan hanya bisa jepret, tetapi ingin tahu lebih dalam bagaimana ilmu jepret itu. Berangkat dari itulah teman-teman Kagama Virtual (Kvers) di Jabodetabek berkumpul belajar motret di ODPS (Occi Digital Photography School), Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu 1 September 2012.

           Peserta yang awalnya ditargetkan 35, ternyata melebihi kuota hingga 40 orang. Mereka dari Jabodetabek, bahkan ada yang dari luar itu. Sebenarnya daya magnet apa yang membuat mereka bersedia meluangkan waktu ke sana? Padahal Jakarta yang macet dan jalanan ruwet seringkali bikin malas orang-orang untuk bepergiaan. Apalagi hanya untuk belajar motret. Bukankah cukup utak-atik sendiri fitur-fitur kamera di rumah? Tentu mereka punya alasan sendiri. “Dari SMA aku sudah minat foto-foto je. Kalau aku ikut kegiatan ini karena acara Kagama, jadi wajib dateng hukumnya, silaturahmi.” demikian alasan Alfian Rasyid, alumni Geofisika fakultas MIPA.

         Lain dengan Alfian, Sofyan Khoirul Anwar, alumni Teknik Geodesi, beralasan “Bukan karena tertarik fotografi, namun karena ingin bertemu teman-teman dan mempererat silaturahmi.” Lhoh!? Sofyan ini tinggal di Bekasi, menuju Jakarta Utara tentu saja bukan jarak yang pendek. Ditambah sepanjang jalan lalu lintas padat merayap dibalut terik matahari yang begitu menyengat. Namun, dia bela-belain datang.

          Sedangkan Mbak Utty Damayanti juga punya alasan sendiri. Selain ingin tahu tentang fotografi, secara umum/sedikit teknisnya, katanya juga ingin, “ketemu temen-teman dan bonus foto-foto yang fun!”

         Oke deh. Apapun alasannya, belajar sesuatu yang dikemas dengan acara berkumpul dengan teman-teman sealmamater memang bisa menjadi alasan penting untuk mengalahkan kendala. Termasuk kendala macet dan malas keluar rumah. Di sana bukan hanya berkumpul belajar fotografi, tetapi menemukan keluarga kedua. Teman-teman yang aman dan nyaman untuk berbagi. “Bukankah Rasulullah bersabda, siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diperbanyak rezekinya hendaknya ia memperpanjang silaturahmi.” tambah Sofyan mempertegas alasannya. Hoho.

Arbain Rambey mengenakan kaos Kelompok Fotografi Kagama buatan KVers. Photo by Eka Novianto N.

Apapun judul acaranya, ketika Kagama Virtual mengadakan “kopi darat” konon memang punya daya tarik tersendiri. Anggotanya terus bertambah. Kegiatannya makin variasi. Suasananya pun makin hangat. Lain waktu jika diadakan pelatihan membuat jamu, pesertanya pun mungkin akan banyak. Ups! Tapi kali ini tentang belajar motret dulu. Pematerinya nggak tanggung-tanggung, kami mengundang fotografer profesional, Arbain Rambey. Redaktur foto Kompas ini jurnalis yang memiliki keahlian dalam fotografi dan penulisan sekaligus.

                Melalui layar proyektor, sore itu Mas Arbain menunjukkan bagaimana mengatur komposisi objek alam dalam pemotretan. Seperti tajuk pohon, perahu sampan, dan sungai dalam satu frame. Gambar yang diambil dengan meletakkan perahu berada di bagian kanan, tentu hasilnya berbeda ketika motret dari angle lain. Arah datangnya cahaya matahari juga akan mempengaruhi hasil foto. Satu obyek alam bisa dipotret dengan berbagai sudut pandang. Keuntungannya, “Bisa dijual ke dua pihak yang berbeda,” ujar mas Arbain.

            Selain itu dibahas juga tentang bagaimana memotret objek manusia dengan latar belakang  alam ataupun bangunan. Menurut Arbain, saat pemotretan, objek manusianya bukan malah menjauh ke belakang mendekati bangunan, tetapi justru maju hingga separuh badan saja yang nampak dengan latar belakang bangunan yang penuh.

            Setelah mendapatkan sekian materi teknik fotografi, lalu mau diapakan hasil jepretan kita? Untuk koleksi pribadi dong atau dipajang di Facebook! Oh, kalau itu wajib. Selain itu, bisakah agar bernilai daya jual? Bagaimana caranya? Arbain mengatakan, seringlah untuk mengunggah hasil jepretan kita di internet, terutama situs yang memang memberi ruang fotografi. Di sana akan membuka peluang foto jepretan kita dilirik untuk kemudian dibeli. Bahkan, Arbain mengaku hidupnya 100% dari fotografi. Dia juga bercerita pernah diundang ke Eropa lantaran seorang nun jauh di sana tertarik dengan karyanya hingga ingin menggunakan keahlian fotografinya.

Tadaaaaa! Inilah salah satu hasilnya. ;-). Photo by Alfian Rasyid.

Meskipun tema acara kali ini “Travelling Photography” namun tidak terbatas hanya soal itu. Peserta boleh bertanya apa saja tentang fotografi dalam kategori apapun. Termasuk fotografi jurnalistik dan studio. Acara diakhiri menjajal praktek fotografi di studio dengan pencahayaan lampu. Seperti biasa, lebih banyak yang dipotret daripada yang motret. Hu-ha, dimaklumi. Oh ya, Arbain sempat menyinggung singkat mengenai sejarah narsis. Berawal dari seorang pemuda bernama Narcissus yang sering bercermin di air karena begitu mencintai dirinya sendiri sehingga tidak bosan melihat wajah sendiri. Jadi, “Foto narsis itu syah!” kira-kira begitu kata Arbain. Baiklah, siap? Satu dua, jepret! 😉

Nur Laeliyatul Masruroh

Depok, Minggu 2 September 2012.

Kagama Virtual Besar dari Warung ke Warung

Mungkin 3 tahun yang lalu, komunitas ini belum lah terbentuk, hanya sebatas kelompok kecil saja yang mungkin sudah ada. Nah ternyata dalam perkembangannya bisa menjadi sebuah komunitas virtual yang sangat besar seperti saat ini. Komunitas Virtual ini, lahir dan besar dari warung ke warung. Ironis? Entahlah, namun memang kenyataannya, bahwa Kagama Virtual itu memang terbentuk dan bisa membesar karena dari pertemuan-pertemuan diwarung ini. Bahkan sampai saat ini, warung2 yang ada di penjuru pelosok negeri telah berhasil mempertemukan banyak alumni dari berbagai angkatan dan periode.

 
“berfoto bersama”
+++
Syawalan 2012 telah dilakasanankan beberapa waktu yang lalu di Joglo Mlati Yogyakarta. Secara keseluruhan ada sekitar 100 an orang yang bersedia meluangkan waktu nya untuk menghadiri acara ini, termasuk mas Anies Baswedan dan Prof BWS selaku sekjen dari PP Kagama. Sekali lagi, acara ini dilaksanakan di warung, walaupun demikian suasana rumah masih bisa didapatkan di tempat ini.

Acara Syawalan yang direncanakan dimulai pukul 11.00 baru dibuka secara resmi  jam 12.00 oleh MC mas Eko Eshape serta kang Wahyu WB. Breaking ice pun dilakukan dengan sangat meriah dan menyenangkan, permainan sederhana itu telah membuat suasana lebih cair dan menarik. Adapaun secara keseluruhan acara hari kamis itu ialah sebagai berikut ini:

1. Mas Haris Yunanto, menceritakan tentang kegiatan peringatan Mengenang Prof. Koesnadi Hardjasoemantri, gathering fotografi Pulau Rambut, dan rencana gathering di HPKKH (Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri) tanggal 8-9 Desember di Yogyakarta.

“mas Haris dan mas Eshape”

2. Komo Sulastama Raharja, menceritakan tentang beasiswa untuk mahasiswa UGM melalui iuran Rp. 50.000,- per bulan ke rekening BCA a/n Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista dan rekening Mandiri a/n SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX. Tahun lalu telah diberikan beasiswa bagi 16 mahasiswa dari berbagai fakultas dan tahun ini direncanakan naik menjadi 23 mahasiswa. Diharapkan jumlah ini akan dapat terus bertambah setiap tahun.

“mas Komo”

3. Indarto En, menceritakan kegiatan fundraising Kagama melalui pembuatan t-shirt dan backpack, dimana keuntungan yang didapatkan disumbangkan untuk menambah kas dana beasiswa.

4. Tri H Sulistiyo, menceritakan tentang terbentuknya Kagamavirtual berikut semua link-nya (mailing list, facebook group, twitter, blog, linked-in)

 
“ths”
Selain itu ada juga testimoni dari teman2 yang sudah turut menyemarakkan suasana dunia virtual, seperti mas BNK, mas Eka, mas Anung dll. Dan yang terakhir namun bisa memberikan sebuah semangat yang luar biasa ialah adanya sambutan sepatah kalimat dari mas Anies Baswedan. Inti yang dapat saya tangkap ialah, bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan teman2 kagama virtual ini, dan konsep ini seiring dan sejalan dengan Prof Koesnadi, karena sudah melakukan banyak hal yang menjadi sebuah break through yang sangat luar biasa, bahkan mungkin alumni dari universitas lain jarang yang melakukan hal seperti ini.
“mas Anies”
“mas Bambang N Karim”
 
Mungkin memang banyak mimpi yang ingin diwujudkan, tidak hanya sebatas sharing ide serta mentah dalam pelaksanaan. Dikarenakan jika terlalu banyak konsep tanpa ada aksi nyata sama aja Nol besar (jalan ditempat). Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melakukan sebuah perbincangan ringan dengan kakak kelas saya TM 80, dan kegalauan beliau itu sama, yaitu ketika ada munas besar seperti yang terjadi di Hotel Niko, namun ya sebatas itu saja, tidak ada tindak lanjut lagi, mentah dan hilang entah kemana.
Semoga, walaupun Kagama Virtual ini terbangun dan terkumpul dari warung ke warung, semoga bisa menghasilkan lebih banyak lagi tindakan nyata di masa yang akan datang 🙂 2282x
“ramai dan membaur”
“duo em-ci”
“hmmm”
“us as kagama virtual”
Foto: Nur Hatta Luqman Sidiq, Haris Yunant
artikel: Bintang Wisnu, Tri H Sulistiyo

Gowes Guyub 2012 membelah Jakarta

Gowes Guyub 2012 membelah Jakarta.

Demo sepeda (amat) mini

Walker dan Goweser Jogja

Tak terasa tanggal 2 September 2012 tinggal beberapa hari lagi dan aku masih juga belum dapat sepeda untuk acara gowes guyub 2012 membelah Jakarta. Sepeda lipat Dahonku sudah kulipat dan kukirim ke Jogja, sehingga aku harus beli sepeda baru atau meminjam milik teman-teman pesepeda Jakarta.

Masalahnya kalau meminjam sepeda teman, maka kita harus mengembalikan dan biasanya semangat meminjam dengan semangat mengembalikan sepeda berbeda cukup jauh, jadi kuputuskan saja untuk meminjam sepeda panitia. Mungkin memang tidak senyaman sepeda milik teman tetapi tidak ada kewajiban untuk mengembalikan ke rumah teman.

Paling enak memang sepeda Specialized kesayangan di Jogja, tapi akan merepotkan lagi mengambil sepeda di Jogja dan nanti harus mengembalikan lagi ke Jogja.

 

Acara Gowes Guyub ini memang acara yang sudah kutunggu, tetapi tidak kusangka secepat ini terjadi, sehingga aku masih belum siap betul mengikutinya. Aku juga belum sounding seberapa banyak pesepeda alumni UGM yang ada di Jakarta, sehingga sampai saat…

View original post 373 more words

Laporan Syawalan Kagama Virtual Yogyakarta

LAPORAN SYAWALAN KAGAMAVIRTUAL
Joglo Mlati, Rabu 23 Agustus 2012 11.00 – 16.00
oleh:  Bintang Bibien Wisnuwardhani

Acara Syawalan yang direncanakan dimulai pukul 11.00 baru dibuka secara resmi jam 12.00 oleh MC mas Eko Eshape. Diawali dengan makan siang, sholat, dilanjutkan dengan sharing yang diisi oleh:
Mas Haris Yunanto, menceritakan tentang kegiatan peringatan Mengenang Prof. Koesnadi Hardjasoemantri, gathering fotografi Pulau Rambut, dan rencana gathering di HPKKH (Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri) tanggal 8-9 Desember di Yogyakarta.
Komo Sulastama Raharja, menceritakan tentang beasiswa untuk mahasiswa UGM melalui iuran Rp. 50.000,- per bulan ke rekening BCA a/n Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista dan rekening Mandiri a/n SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX. Tahun lalu telah diberikan beasiswa bagi 16 mahasiswa dari berbagai fakultas dan tahun ini direncanakan naik menjadi 23 mahasiswa. Diharapkan jumlah ini akan dapat terus bertambah setiap tahun.
Indarto En, menceritakan kegiatan fundraising Kagama melalui pembuatan t-shirt dan backpack, dimana keuntungan yang didapatkan disumbangkan untuk menambah kas dana beasiswa.
Tri H Sulistiyo, menceritakan tentang terbentuknya Kagamavirtual berikut semua link-nya (mailing list, facebook group, twitter, blog, linked-in)

Acara diselingi dengan permainan yang dipandu mas Eshape dan kang Wahyu W. Basjir, dilanjutkan dengan kesan2 tentang Kagamavirtual antara lain dari kang Bambang N Karim yang menyebut KV sebagai kelompok yang amazing, dengan penghuni yang pintar2 dan selalu mau berbagi, sementara mas Anies Baswedan memberikan apresiasi bahwa KV sebagai komunitas yang terbentuk di dunia virtual mampu mewujudkan ide2 menjadi sebuah aktivitas bersama yang bermanfaat bagi lingkungan di dunia nyata.
Pertemuan ini lebih terasa seperti pertemuan trah dibandingkan reuni, terlihat dari suasana kekeluargaan yang muncul diantara para peserta.
Untuk acara gathering tanggal 8-9 Desember 2012 di Yogyakarta, akan dikoordinir oleh mbak Eka Sri dan Ratih Puspasari.

Berikut daftar peserta yang hadir (semoga tidak ada yang terlewatkan):

FAKULTAS BIOLOGI
Adi Mustika
Aroem Naroeni
Destina Kawanti
Kristina Retno Palupi

FAKULTAS EKONOMI
Anies Baswedan
Bambang N Karim
Darra Irawati
Eka Priastana
Farid
Irawati Palupi Dewi
Ratih Puspasari
Syukriy Abdullah
Wahyu W Basjir

FAKULTAS FILSAFAT
Arief Andrianto

FAKULTAS GEOGRAFI
Deny P Sambodo
Nunik Farid

FAKULTAS HUKUM
Haris Yunanto
Norma Sari Wardhani

FAKULTAS ISIPOL
Agus Dwi Praptana
Eka Sri
Megandaru Kawuryan
Nawa M “Bagas Saskara”
Novri Susan W
Sopril Amir
Tisna Surya Adi P

FAKULTAS KEDOKTERAN
Rini Maya Puspita
Ulli

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
Verra Veronica
Haryadi Sudirman

FAKULTAS KEHUTANAN
Dicky Iswandaru
Maulana Muhammad
Zain Noor Rahman

FAKULTAS PERTANIAN
Indarto
Niken Novianty R

FAKULTAS PSIKOLOGI
Adi Mardianto
Bintang Wisnuwardhani
Ferry Farhati
Nurahman D S
Ratna Widiastuti
Susi Gustini
Syarief Budiman
Umi Gita
Yayuk Sommeng

FAKULTAS TEKNIK
Albert Pratama
Budi Noryanto
Budi Wignyosukarto
Eko SHP
Iwan Hermawan
Jans Hendry
Jentot Mardianto
Krisma P
Nunung W
Nur Cahyo Probo
Nur Hatta Luqman Sidik
Nurcahya P
Rizky Arianto
Sudarmaji Gojis
Sulastama Raharja
Susilo
Tri H Sulistiyo
Wisnuadhi Susatyo

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Rini Yanti

FAKULTAS ….. (hihihi…. Reporternya kekurangan data 😀 )
Widhi Widayanto

Tercatat 59 alumni (semoga tidak ada yang terlewatkan), ditambah keluarganya seluruhnya menjadi 93 peserta.
Kontribusi peserta yang terkumpul dalam pertemuan ini sebesar total Rp 4.405.000,- dikurangi biaya konsumsi Rp 3.487.500,- masih tersisa Rp 917.500,- untuk dimasukkan sebagai tambahan dana beasiswa KAGAMA.
Acara ditutup menjelang pukul 16.00 dengan foto bersama (sayangnya kurang lengkap karena banyak yang sudah mendahului pulang untuk menghadiri acara di tempat lain) dan saling bersalaman diantara para peserta.

Terima kasih atas kesediaan rekan-rekan untuk hadir dan berbagi, semoga kebersamaan ini akan menambah erat persaudaraan diantara sesama kita sebagai Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada. Mohon maaf jika laporan kali ini kurang lengkap karena reporternya tidak mengikuti acara secara keseluruhan. 😀

Special thanks untuk :
mas Eka Priastana yang sudah memesankan tempat di Joglo Mlati
Krisma P yang melakukan pendataan peserta
Aroem Naroeni yang membantu mengumpulkan kontribusi peserta
Nur Hatta Luqman S yang mengabadikan momen2 kebersamaan
Pak Budi Wignyosukarto yang menyempatkan mampir meski harus segera menghadiri rapat, mohon maaf tidak sempat menyambut.

Selamat Idul Fitri 1433 H… Mohon maaf lahir batin bagi semua anggota Kagamavirtual
Taqabbalallaahu minna wa minkum, shiyamanaa wa shiyamakum, minal aidin wal faidzin…
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita manusia yang lebih baik untuk kehidupan selanjutnya. Aamiin

Saya Tidak Lagi Virtual

Saya tidak lagi virtual
oleh Aroem Naroeni

Saya lupa tepatnya kapan ada sebuah pesan di email masuk yang isinya mengundang untuk ikut milis Kagama. Dari topik-topik ringan.. Oh dia tahu juga ya tentang ini.. Oh dia tahu juga yang tentang itu.
Dari situlah semua berawal.
Dan saya pikir di dunia maya okelah.. Tidak akan ada yang tahu tentang diri saya. Dan saya akan tetap menjadi pribadi yang maya di milis ini. Invitation Kopdar selalu saya cuekin karena saya tetap ingin menjadi pribadi yang virtual.

Sampai akhirnya datang undangan dari sahabat lama yang bertahun-tahun tidak ketemu dan tempat kopdar sangat dekat dengan tempat saya tinggal, rasanya sulit menemukan alasan untuk menolak.

Kopdar Bebek Kaleyo, Jakarta (Sumber: Sulastama Raharja)

Membayangkan diri di tengah orang-orang yang tidak dikenal mesti bakalan garing!
Tetapi ternyata semua bisa berjalan lancar. Saya bilang pada diri saya ini akan jadi yang pertama dan yang terakhir.

Tapi ternyata teman saya datang lagi di Jakarta.. Oke.. Yang kedua, tempat agak jauh tapi saya akan usahakan.


Kopdar Bebek Ginyo, Jakarta (Sumber: Sulastama Raharja)

Ouft!! .. Sudahlah yg kedua pasti akan jadi yang terakhir.

Kemudian bermunculanlah grup2 BB Kagama Virtual. Semua kelihatan akrab di grup.
Akhirnya saya beranikan diri ikut kopdar lagi tapi teman lama saya itu tidak ada.

Dan akhirnya menyambunglah ke kopdar-kopdar yang lain.
Lebaran ini adalah lebaran pertama saya dengan Kagama Virtual.
Dan sungguh mengagetkan semua serasa sudah melebur menjadi satu… Ada kedekatan, ada jalinan, ada keinginan untuk bersama, dari Yogya, Solo, Semarang, Gunung Kidul dll di sekitar Yogya. Dari waktu liburan yang sangat terbatas mereka menyempatkan diri berkumpul satu hari demi sebuah keluarga yang bernama Kagama Virtual.
Kesempatan lain adalah bertemu lagi di sebuah kesempatan “KVers Nyolo”
Jalan-jalan bareng mengeksplorasi kota JokoWi ini sungguh sangat menyenangkan dengan tuan rumah yang sangat ramah, baik hati merengkuh seperti sebuah keluarga beneran.

Kopdar Syawalan KAGAMAVirtual MATARAM RAYA (Sumber: Haris Yunant)

#bentar, aku menyeka airmata dulu, mbrebes mili kiii 🙂

Apakah yang membuat ikatan itu makin kuat dan makin kuat ?
Apapun jawabannya saya bisa masuk keluarga ini “It’s my destiny”
Karena saya tidak pernah merencanakannya, semua seperti didukung oleh alam semesta 🙂

KV-ers Nyolo – Kuliner dan Blanja-blanji (Sumber: Sulastama Raharja )

Akhirnya menemukan kakak, adik, saudara kembar virtual dan menjelma menjadi makhluk nyata..
Saya tidak lagi virtual…

Cheers,
Aroem

catatan: untuk bergabung ke milis KAGAMA, silahkan kirim email kosong ke alumniugm+subscribe@googlegroups.com