Pemenang Lomba Cerpen KAGAMA VIRTUAL

 Cover Buku
Cover Buku

Juara I : Dua Arus Selokan Mataram
Pengarang : Hanif Junaedi Ady Putra, Mahasiswa Fakultas Hukum UGM

Juara II : Kedarpan
Pengarang : Hasanudin Abdurakhman, Alumnus FMIPA UGM

Juara III : Lanang
Pengarang : Midun Aliassyah, Mahasiswa Pasca Sarjana FIB UGM

Juara Harapan I : Sebelum Telepon Berdering
Pengarang : Kun Andyan Anindito, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Juara Harapan II : Drupadi dan Lelakinya
Pengarang : Maya Saputri, Penulis, Jurnalis

Juara Harapan III :Tersangka Teroris Itu Teman Istimewaku di Masa Lalu
Pengarang : Nur Laeliyatul Masruroh, Penulis, Editor, Alumnus Fakultas Biologi UGM

Yang masuk dalam antologi :

1. Apa yang Mungkin dari Pintu Itu
Pengarang : Asep Saeful Anwar, Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

2. Perjumpaan di Candi Prambanan
Pengarang : Sunaryo Broto, Alumnus Teknik Kimia UGM

3. Menikah
Pengarang : Haji Arif Arofah (Nama Pena : Hara Hope), Penulis, Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

4. Saputangan Merah Jambu
Pengarang : R. Toto Sugiarto, Penulis, Alumnus Fakultas Ilmu Budaya, UGM

Pemenang Favorit dan yang akan menjadi cover Buku :

Tersangka Teroris Itu Teman Istimewaku di Masa Lalu, Pengarang : Nur Laeliyatul Masruroh, Penulis, Editor, Alumnus Fakultas Biologi UGM

Terjebak Ikut Nari Gangnam Versi Nekat di Temu Kangen Kagama di Ancol

KAGAMA GATHERING at Ancol (Kagangnam Style)

oleh Hery Muhendra

Weekend, salah satu hal yang paling dinanti. Biasanya weekend diisi dengan full time relax, jalan jalan, kumpul keluarga atau sekedar nyuci2 baju kotor terus ngegelosor di lantai berjam jam. Apapun weekendmu, gunakan waktu dengan bijak, karena yang mau gw share ini adalah salah satu weekend gw yang cukup menarik. Ada yang ga biasa di weekend ini, ada satu agenda yang terus saja mengusik hati sanubari.

Berawal dari obrolan ringan di tempat karoke, beberapa minggu sebelumnya bersama beberapa anggota Kagama Virtual munculah ide untuk menghabiskan hari minggu tanggal 7 Oktober ini di Jakarta, ada acara KAGAMA gathering yang bertempat di Ecovention Hall Ecopark. Ide ini awalnya terdengar seperti basa basi, yak karena tempat kerja gw yang udah ga di Jakarta lagi tentunya membutuhkan waktu dan biaya klo harus ke Jakarta terlebih hanya untuk satu hari. Tapi seiring berjalannya waktu mendekati hari H, rasa kangen memuncak. Entah ada dorongan apa yang memaksa gw tetap harus kesana, mungkin that was called home. Setelah dipikir pikir, enggak lah ga mungkin masa gw anggep ancol home, emang gw badut ancol?? Terlepas dari alesan knapa gw ngotot ke Ancol, gw yakin satu hal, disana gw bakal disambut keluarga besar gw, KAGAMA family.

Pagi buta gw harus ngejer kereta terpagi dari Kota Cirebon, aneh karena bangun pagi itu sesuatu yang tabu dan sulit untuk di realisasikan buat gw. Terpaksa minta bantuan bidadari-bidadari untuk membangunkan, dan dengan susah payah kereta itu terkejar juga, tentunya terkejar dalam posisi masih di parkiran stasiun karena berhasil datang  5 menit lebih awal, prestasi. Perjalanan di kereta diiringi lagu lagu John Mayer dan Mr.Big menambah syahdu perjalanan ini, ga kerasa sampai dengan selamat di Stasiun Gambir yang suasananya Alhamdulillah macet total.

Stasiun Gambir adalah meeting point gw yang pertama karena disitu gw harus nunggu temen, si Diajeng DIY peringkat harapan dua yang gw tau tabiatnya aga unik. Hari itu nampaknya dia ga mandi, atau terlalu terburu buru mandi nampaknya, hahaha. Sebut saja Icha namanya. Macet yang terjadi di gambir disebabkan oleh pameran alusista yang diadakan oleh TNI dalam rangka merayakan ulang tahun TNI. Monas mendadak rame dan hal itu juga yang membuat si Icha harus jalan kaki cukup jauh, kita pun resmi ngaret.

Setelah berdiskusi cukup panjang dan alot mengenai keefektifitasan penggunaan busway atau ojek, akhirnya kita memilih taxy sebagai jalan tengah. Dengan harapan macet ini pasti berlalu,dan harapan itu walau tipis menjadi kenyataan. Sampai pintu Ancol kita hanya menunjukan poster yang gw print asal asalan, ternyata langsung diperbolehkan masuk. Masuk, definisi masuk disini adalah masuk ke area Ancol yang besar dengan segala nama tempatnya, sang supir give up dengan mengangkat tangannya, kita Cuma bisa geleng geleng sambil nutup idung tanda ga tau juga. Akhirnya kita nemuin satpam yang dengan baiknya memberi tau arah, belok kanan mentok ke kiri dan luruuus. Karena terlalu banyak belokan ke kanan ataupun yang ke kiri, kami resmi menghabiskan 15 menit tour di dalam ancol mencari alamat.  Baru pada satpam yang ketiga, akhirnya kami dapat menemukan gedung convention hall ecopark. Dan kegembiraan baru saja dimulai.

Indoor, satu hal yang aga missed dari perkiraan gw. Mana mungkin bisa bebas berekpresi, disuasana indoor yang kaku dan pengap, lampu gelap dan yang pasti fokus penonton semua akan ke depan. Tapi hal itu bukan lah sesuatu yang menjadi masalah buat kita, kita dalam hal ini melingkupi seluruh serdadu lengkap Kagama Virtual, baik om om senangnya, tante tante enerjiknya, atau pemuda pemudi tanggung penuh pesonanya, fyi gw masuk golongan yang terakhir. Baru masuk pintu, senyum senyum ramah langsung menyambut dan gw larut dalam obrolan, seketika ditarik ke depan untuk berbaris menghadap ribuan penonton, tanpa tau tujuannya apa gw nurut aja, di barisan depan penonton sudah berjejer orang orang penting sekelas Anis Baswedan, Roy Suryo, Rektor Ugm dan Sekjen PP Kagama Pak Budi Wignyosukarto. Mati gaya, sangat. Namun entah kenapa bersama sama semua itu terasa menyenangkan.

Kreatif, acara terbilang cukup menarik karena dari awal kita sudah dituntut untuk berinteraksi sesama alumni ugm. Untuk memfasilitasi tujuan tersebut panitia membuat beberapa lomba dan salah satunya adalah lomba dance secara spontan, dengan berbekal pemegang juara tahun kemarin Kavir berencana untuk perform dengan thema gangnam style versi jawa. Dance satu ini memang sedang populer sekali walaupun menurut gw gerakannya ga lebih dari njatilan versi korea yang terkena dampak globalisasi. Jauh jauh hari gw udah nolak untuk ikut karena takut ngerusak, emang dance kayanya bukan specialisasi gw dengan badan yang kian berat hari demi hari badanku tak selincah dulu lagi. Apa daya, dengan sedikit tarikan dan dorongan gw sukses terjebak ikut nari gangnam style versi jowo, dikutip perkataan mba laeliyatul bukan versi jawa  tapi versi nekat.

Di awali dengan koprolan maut mas Alfian Rasyid, diikuti dengan gerakan gerakan gangnam yang spontan tapi (mudah mudahan) menghibur, diiringi saweran saweran receh dan ditutup oleh formasi aneh mas Puthut dan Mas Irvan. Kombinasi yang super unik menurut gw, ga bakal ada yang mendefinisikan indah mungkin, tapi lebih di definisikan superr seruu dan supeer spontan. Jempol buat semua serdadu kavir yang memutus urat malunya sesaat kemarin. Sayangnya moment kagangnam style tidak banyak yang mengabadikan, penonton semua sibuk melongo, tertawa atau menutup muka saking malunya. Gw juga ga pernah nyesel ikut terlibat di dance itu, pengalaman yang cukup aneh tapi selalu lucu dan menghibur jika diingat.

Acara temu kangen kagama tersebut dibuat bukannya tanpa bintang tamu, beberapa artis ibu kota seperti Ikang Fauzy dan Sammy Simonangkir turut andil menghibur. Rocker dari warga Kavir sendiri lebih atraktif lagi membuat serdadu kavir tumpah riuh ke depan stage. Lagu lagu berbeat kencang dan lagu lagu melow bergantian menghibur. Sepanjang acara serdadu kavir jingkrak jingkrak, ada yang sibuk foto foto, ada yang sibuk loncat loncat, ada juga yang sibuk foto sambil loncat loncat. Acara itu ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, dan Kagangnam Style versi kavir mendapatkan juara II. Jangan tanya alasannya, aga berbau magic dan mukjizat kita bisa menang juara dua! Hahaha. Doanya kuat mungkin, semoga acara acara selanjutnya akan tetap seperti ini, dengan khas dari keluarga kavir, penuh semangat, hangat dan gak biasa. We are Kavir family, and im proud of it.

Kagama Virtual Gathering : Pulau Rambut

“Suami saya tidak bisa ikutan, jadi saya ajak anak untuk ikut acara ini. Pas lihat perahu yang akan membawa rombongan kita ke Pulau Rambut, hati langsung ciut. Sayang mobil saya sudah terlanjur pulang, jadi akhirnya ikut terbawa arus dan ikut naik perahu. Alhamdulillah, ternyata acaranya keren banget !:-)”

“Saya bukan alumni UGM, tapi ternyata saya langsung akrab dengan peserta gathering photografi ini. Acaranya sangat padat dan menarik. Terima kasih sudah diajak”

“Saya berangkat dengan perasaan akan menjadi yang paling narsis di acara ini, ternyata peserta lain banyak yang lebih narsis dibanding saya”

“Acara yang sangat menarik, apalagi saya langsung mendapat pasien di acara ini. Rekening menyusul ya !:-)”

Berbagai macam testimoni para peserta hampir semuanya senada, meskipun diucapkan dengan gaya berbeda. Ini memang acara gathering yang sangat luar biasa. Baik dari sisi acara, maupun lokasi yang dipilih, Pulau Rambut.

Pulau Rambut

Sebagai pulau yang tertutup untuk kegiatan wisata, maka adalah sebuah keberuntungan rombongan alumni UGM bisa melakukan eksplorasi pulau Rambut ini, dengan ditemani para tukang foto profesional yang tidak pelit ilmu. Tuan rumah dan tamu begitu menyatu dalam semua acara dan saling bersinergi.

Meski sangat sedikit, hanya ratusan buah, rombongan sempat melakukan acara menanam pohon bakau, sebagai kepedulian kita akan rusaknya ekosistem di kepulauan seribu. Pulau yang tidak dipakai untuk kegiatan komersial ini, ternyata secara rutin selalu menerima kiriman sampah dari pulau lain. Sepanjang keliling pulau ini tumpukan sampah merata dan terlihat bukan dari hasil sampah dari pulau ini. Berbagai macam sampah rumah tangga dan styrofoam terlihat mendominasi sampah yang ada di sekeliling pulau.

Inilah PR (pekerjaan rumah) kita semua.

Menanam pohon bakau di Pulau Rambut
Menanam pohon bakau di Pulau Rambut

Pulau Rambut sebenarnya sangat indah, tapi kalau dibuka untuk umum, tidak bisa dijamin pulau ini akan lebih baik dari kondisi saat ini. Hanya mereka yang cinta akan margasatwa dan ekosistem yang dijamin akan ikut membuat pulau ini menjadi lebih baik.

Rombongan alumni UGM termasuk dari kalangan NU (non UGM), mendarat di pulau ini menjelang makan siang dan langsung kuikat dengan beberapa permainan. Aku awali dengan saling bergandeng tangan, saling memijat sambil bergerak untuk menghilangkan efek males atau capek setelah menyeberang lautan yang berombak.

Perkenalan para peserta kulakukan dengan menyebutkan nama dan barang yang akan mereka bawa bila pergi ke Bulan. Ternyata banyak peserta yang bsia memahaminya dan seperti biasa masih juga ada peserta yang sampai acara selesai belum paham juga dengan “clue’ dari permainan ini.

“Nama saya Eko dan saya akan ke bulan dengan membawa Ember !”

“Nama saya Ona dan saya akan membawa Odol”

Dari dua hal tersebut tentu sudah bisa ditebak hubungan antara nama dan barang yang akan dibawa, tetapi ternyata, seperti biasa, selalu saja ada yang sampai acara selesai masih juga belum paham. Ini memang kelebihan game sederhana “Mau Pergi ke Bulan”.

Setelah acara perkenalan, maka dilanjutkan dengan acara pertandingan antara kelompok cewek dan kelompok cowok yang ternyata jumlahnya berimbang. Permainan ini dimenangkan oleh kelompok cewek, sehingga mereka berhak untuk makan siang lebih dahulu, sementara para cowok melanjutkan persiapan hunting ke hutan untuk menyaksikan satwa, baik yang melata di tanah maupun dan terutama satwa yang terbang di aatas pohon.

Begitu makan siang selesai, maka para cewekpun sudah siap dengan perlengkapan hunting mereka. Mulai dari camera jenis ponsel sampai ke camera semi profesional. Sedangkan beberapa pecinta foto profesional memang terdiri dari kaum bapak yang mempersenjatai dirinya dengan camera plus telelens di atas 300 mm.

Hasil jepretan mereka jelas jauh di atas hasil jepretanku yang hanya mengandalkan Nikon D5100 plus lensa 18-270 mm alias lensa sapu jagad (bersambung)

burung terbang di Pulau Rambut
burung terbang di Pulau Rambut

Laporan Kagama Virtual Di Sidang Pleno Nasional KAGAMA

KAGAMA VIRTUAL

 

A Pendahuluan

1.           Sejarah

Ketika semua hal sudah terhubung melalui dunia maya, maka dimananpun kita berada, kita akan dapat dengan cepat, mudah dan murah bisa terhubungkan dengan teman kerja, keluarga serta dengan keluarga besar alumni kita dengan media yang dinamakan internet. Atas dasar pemikiran sederhana tersebut, yang juga merupakan salah satu alasan untuk membuat sebuah jaringan virtual yang diperuntukkan untuk alumni civitas Gajdah Mada.

Latar belakang di buatnya instrumen dunia maya untuk menghubungkan alumni UGM adalah adanya keinginan unutk melakukan diskusi lintas sektoral antar alumni seperti yang berlangsung pada saat KKN di UGM. Dengan adanya instrument-intsrumen dunia maya diharapkan akan dapat digunakan untuk menyebar luaskan berita dari kampus UGM, berita kegiatan alumni UGM dan menjadi ruang interaksi antar alumni yang membawa dampak positif bagi alumni dan almamater.

2.           Bagaimana Jaringan Kagama bisa terhubung secara Virtual

Dari uraian singkat diatas tentu kita sudah dapat membayangkan, bagaimanakah membuat sebuah wadah untuk mengumpulkan alumni, menyampaikan berita ke alumni, serta memberikan sarana kepada alumni untuk saling berinteraksi satu dengan lain tanpa terkendala oleh ruang dan waktu. Dalam wadah ini diharapkan semua alumni lintas jurusan, lintas fakultas dan lintas angkatan dapat berinteraksi tanpa adanya sebuah batas.

Dunia maya tentu saja menjadi sebuah jawaban untuk mengakomodir hal tersebut. Dimana banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan jika kita bisa membuat sebuah wadah komunitas didunia maya tersebut, seperti halnya, akses infomasi yang cepat, tidak terbatas waktu dan tempat serta bisa dijangkau oleh semua alumni dimana pun meraka berada. Adapun forum Gadjah Mada yang telah terbentuk di dunia maya ialah:

a. Milis Alumni dengan alamat: alumniUGM@googlegroups.com

Milis merupakan komponen virtual yang pertama kali dibuat untuk mengakomodir hal diatas, adapun diskusi di milis sangatlah beragam serta sangat dinamis mulai dari sharing tentang Nuklir, sharing investasi seperti emas, saham, sharing tentang kesehatan, gizi serta masih banyak topik lain yang dibahas dimilis tersebut.

Saat ini anggota milis alumi UGM sudah mencapai 1326 anggota

Dengan lalu lintas email perbulan seperti dibawah ini:

“Trafik Milis Alumni”

Untuk bergabung dengan Milis alumni UGM ini bisa kirim email kosong ke: alumniUGM+subscribe@googlegroups.com

Adapun pengelola dari milis ini ialah:

Sulastama Raharja, Rovicky Dwi Putrohari, Eko SHP, Harry Satria Utama, Israr Ardi, Nurcahya P Nugroho, Aroem Naroeni, Arum Kusumaningtyas, Bintang Wisnu Wardhani, Budi, Cahyo Raharjo, Destina Kawanti, Ery Wijaya, Ferizal Ramli, Hikmat Hardono, Indarto Purwoko, Irvan Kristanto, M Jaedi, Jimmy Mboe, Nurhadi, Wahyu W Basjir, Yasir Suhari Abbas, Tri harso Sulistiyo, Zulfadli.

b. Group Facebook dengan alamat: http://www.facebook.com/groups/kagamavirtual/

Wadah yang kedua ialah memanfaatkan fasilitas dari Facebook, adapun Facebook Groups ini adalah tempat menyambung silaturahmi buat siapapun, yang pernah mengenyam pendidikan di UGM betapapun sebentarnya, sebagai media bertukar pikiran dan aksi nyata buat meningkatkan solidaritas alumni serta untuk kemajuan kampus Universitas Gadjah Mada.

Tujuan dari Facebook Groups KAGAMA ini adalah untuk menjalin silahturahmi dan bertukar informasi yang akhirnya dimungkinkan terjalin kerja sama semakin erat antar keluarga besar alumni Gadjah Mada demi kepentingan alumni, almamater dan keuntungan positif lainnya.

Grup facebook ini pada prinsipnya sama dengan milis, mempunyai kelebihan dimana para anggota bisa lebih mengenal satu dengan yang lain dikarenakan fitur dari facebook yang lebih menarik serta bisa menginformasikan banyak data.

Grup facebook ini mempunyai anggota sebanyak 4575. Beragam topik juga dibahas di sini, politik, keuangan, kesehatan serta masih banyak ragam topik lagi yang diangkat oleh teman2 lintas generasi lintas Negara.

kagamavirtual@groups.facebook.com

4,575 Members

449 Photos123 Docs

“group FB”

Pengelola group Facebook ialah

Bambang Nur Karim, Sulastama Raharja, Wahyu W basjir, Destina Kawanti, Yulianto Eko Rahmat, Israr Ardiansah, Nurcahya P, Sopril Amir, Zullies Ikawati, Nurhadi, Ferizall Ramli, Bintang Wisnu, Tri H Sulistiyo

c. Web page Kagama Virtual dengan alamat: http://kagamavirtual.com

Web page Kagama ini merupakan wadah untuk mendokumentasikan diskusi serta untuk mengagregasi blog alumni. Alumni Gadjah Mada yang tersebar dan mempunyai berbagai macam keahlian bisa menulis di web page ini dan bisa berbagai ilmu untuk khalayak. Selain itu berbagai kegiatan alumni pun terdokumentasikan di web page ini.

“Kagama Virtual Web Page”

d. Fans Page Kagama dengan alamat: http://www.facebook.com/kagama.ugm

Fans Page ini mempunyai fungsi untuk meneruskan berita kepada alumni dengan cepat, Fans page ini sudah teragregasi dengan web page dan grup facebook. Ketika alumni menulis sebuah artikel di blog ataupun di grup FB, maka berita tersebut akan dengan otomati terdistribusi melalui fans Page. Dengan didukung fans page ini pula, berita berita mengenai UGM dan alumni bisa terdistribusikan dengan cepat dan dapat diakses dari belahan dunia dimanapun alumni berada. Saat ini Jumlah fans pages KAGAMA sebanyak 11.613 orang.

“Tampilan Fans Page FB”

e.     Twitter Kagama Virtual dengan alamat: twitter.com/#!/kagamavirtual

Selain dari beberapa media yang telah disebutkan diatas, teman-teman juga memanfaatkan media twitter.Sehingga informasi dari alumni dan untuk alumni bisa lebih cepat lagi sampai ke individu masing-masing. Adapun dengan media twitter ini, semua informasi bisa di retweet untuk disampaikan ke alumni yang lain dengan lebih cepat.

“Twitter Kagama Virtual”

f.     Kagama.net.

http://kagama.net awalnya merupakan blog agregasi yang menghubungkan blog-blog yang dimiliki oleh alumni UGM, dan seiring dengan berjalannya waktu web ini berubah fungsi menjadi media online bagi KABARE KAGAMA, media resmi UGM yang dicetak secara berkala. Saat ini sudah ada beberapa edisi Kabare KAGAMA yang diunggah ke web ini dan bisa diakses oleh seluruh anggota KAGAMA di manapun berada, dan ke depan bisa dikembangkan menjadi portal yang memuat seluruh edisi KABARE KAGAMA.

“Kagama dot Net”

g.     Google Talk Chat dengan alamat: alumniugm@im.partych.at

Media komunikasi lain yang dimanfaatkan untuk menjaring serta memperkuat ikatan alumni ialah grup chatting di Google. Di media ini, semua bisa berkomunikasi layaknya bertatap muka, dimana semua anggota bisa saling menyapa dengan lebih mudah. Tentu saja jika semua alumni bisa mengenal satu dengan yang lain, maka ikatan dan solidaritas alumni ini akan lebih kuat lagi.

Untuk bisa bergabung dengan grup chat google ini :

1. Invite chat alumniugm@im.partych.at (otomatis di approve mestinya)

2. Posting sesuatu (satu kata, dua kata) di room tersebut, maka otomatis terdaftar.

3. ketik /help untuk bantuan

h.    Group BBM

Ada juga Grup BBM, memaksimalkan aplikasi yang ada di BBM, teman-teman alumni juga mengorganisir sebuah persahabatan melalui BBM ini. Sampai saat ini ada sekitat 5 grup BBM yang berada di bawah Kagama Virtual yang masing-masing grup beranggotakan 30 orang (account BB)

B Kegiatan Kagama Virtual

Kegiatan dari Kagama Virtual, pada awalnya hanya sebatas diskusi di milis, di grup facebook. Selanjutnya berawal dari diskusi dimilis kemudian ada beberapa kegiatan yang bisa diimplemantasikan ke dunia nyata, seperti Kopdar, Dondar, Pengadaan Beasiswa, Diskusi dengan beberapa tokoh alumni serta masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan

a.  Kopdar

Kopdar ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan kagama virtual. Adapun tujuan dari kopdar sendiri ialah sebuah kegiatan untuk mempertemukan alumni secara nyata, dimana sebelumnya sudah saling berdiskusi melalui milis maupun grup FB. Antusiasme dari teman alumni pun sangat luar biasa. Kegiatan kopdar ini sudah dilakukan hampir diseluruh Indonesia, bahkan Canberra dan di Houston Amerika Serikat. Selain itu, kegiatan kopdar ini juga mengundang alumni, seperti diskusi dengan mas Ganjar Pranowo beberapa waktu yang lalu.

  1. Kopdar Bandung
  2. Kopdar Bekasi
  3. Kopdar Canberra
  4. Kopdar Ciater
  5. Kopdar Depok
  6. Kopdar Jakarta
  7. Kopdar Jogja
  8. Kopdar Kudus
  9. Kopdar Palembang
  10. Kopdar Pekanbaru
  11. Kopdar Samarinda
  12. Kopdar Surabaya
  13. Kopdar Tangerang Selatan

Kopdar ini merupakan salah satu sarana yang efektif dalam mempersolid ikatan alumni. Setelah semua menjadi saling mengenal, maka ikatan pertemanan ini akan tumbuh semakin kuat. Adapun respon positif pun bisa diperoleh dari teman2 yang sudah melakukan kopdar. Selain menambah jumlah saudara, berkenalan dengan teman dari semua angkatan bahkan dalam acara kopdar diselingi dengan acara sharing ilmu, seperti sharing tentang wirausaha pada waktu kopdar di waskita, sharing tentang investasi emas, sharing politik dengan mas Ganjar Pranowo dan masih banyak tema yang bisa diangkat diacara kopdar ini.

Selain itu juga, dengan kegiatan kopdar ini, bisa meminimalisir Gap yang sekarang ini terjadi pada alumni Gadjah Mada, dimana jurang pemisah antara senior dengan junior sangatlah dalam. Dan diharapkan dengan kegiatan-kegiatan kecil yang sering diadakan, maka lambat laun Gap itu akan semakin berkurang dan ikatan alumni akan menjadi semakin kokoh.

(untuk cerita mengenai kopdar dibeberapa daerah ini bisa dibaca lebih lengkap lagi di https://kagamavirtual.com/ pada kolom Kopdar). Berikut beberapa foto dokumentasi dari kopdar dibeberapa daerah.

“Kopdar Waskita”

“Kopdar Pekan Baru”

“Kopdar Pekan Baru”

“Bersama mas Ganjar Pranowo”

“Kopdar Tangerang”

“Kopdar Muenchen”

“Houston”

“Syawalan Bogor”

“Syawalan Jogja”

b. Dondar

Kegiatan Donor darah ini merupakan ide dari beberapa teman, dimana sebelumnya ada diskusi di milis dan berdasarkan pertemuan pada 8 September 2011 di Cartel Café serta update email2 di milis Kagama Virtual (“KV”) pada sekitar awal bulan September 2011 dengan judul-judul:

– Inventarisasi Golongan Darah anggota KV

– Kopdar “Donor Darah Reguler”

Selanjutnya pemetaan darah anggota KV pun segera dilakukan, mas Jimmy serta mba Andi segera melakukan komunikasi dengan MM UGM untuk bekerja sama, dikarenakan akan meminjam tempat di Gedung MM UGM Jakarta Selatan.

Rencana kegiatan Donor darah ini, akan diselenggarakan secara rutin setiap tiga bulan sekali dan bekerja sama dengan pihak MM UGM.

c.  Beasiswa

Kegiatan beasiswa ini pada awalnya hasil dari sharing dengan teman teman di milis, dan mereka setuju untuk mendonasikan sedikit penghasilannya untuk kegiatan beasiswa ini. Pada tahun ini terkumpul uang sekitar 48 juta dan uang beasiswa ini sudah disampaikan ke pihak Universitas Gadjah Mada untuk disalurkan kepada adik adik angkatan yang memerlukan bantuan.

Untuk tahap awal ini, uang beasiswa yang terkumpul bisa digunakan untuk member beasiswa bagi 16 orang mahasiswa dari berbagai jurusan di UGM. Selain dari sumbangan teman-teman, beasiswa ini juga digalang melalui pembuatan kaos kagama virtual serta beberapa kegiatan lelang yang dilakukan oleh teman-teman alumni.

Adapun untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, Kagama Virtual membuat rekening tabungan yang dipergunakan untuk kegiatan alumni, selain juga untuk mengakomodir beasiswa, adapun rekeningnya adalah sebagai berikut dibawah ini:

+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

+++

Sedangkan pengelola Beasiswa ini terdiri dari: Bintang Wisnu Wardhani , Cahyo Raharjo  Eko Rahmat Yulianto , Eko Sutrisno HP, Rovicky Dwi Putrohari,  Sulastama Raharja, Tri Harso Sulistyo

“Surat Pengantar”

Adapun nama mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa dari kegiatan KAGAMA  ini ialah sebagai berikut dibawah ini:

“Daftar Penerima Beasiswa”

d.  KLC

 Kegiatan ini merupakan sharing ilmu dari alumni dan mempunyai tujuan supaya alumni muda mendapatkan banyak pembelajaran dari alumni yang telah terlebih dahulu malang melintang serta mempunyai pengalaman yang bisa dijadikan sarana untuk pembelajaran alumni yang masih baru menapaki dunia karier/ lulus kuliah.

Saat ini sudah berjalan di dua kota yaitu di Jakarta dan di Jogjakarta. Di Jakarta kegiatan ini sudah berlangsung tiga kali, dengan mengundang nara sumber, Bp Widigdo Sukarman, Bp Rovicky Dwi Putrohari dan Mas SIlih Agung Wasesa. Untuk nara sumber kedepan akan mengundang mas Anies Baswedan, mas Nukman Lutfhie serta beberapa narasumber yang lain.

Berikut ini sekilas kegiatan KLC yang dilakukan di Jakarta, untuk reportase lebih jelas lagi bisa di buka di Web kagamavirtual.com

“Bersama Pak Widigdo Sukarman”

“Bersama mas RDP”

“Bersama mas Silih”

Goresan Langkah Kagama Virtual di Facebook

~Goresan Langkah Kagama Virtual di Facebook~

Kebutuhan-kebutuhan Alumni

Di masa lalu yang belum terlalu lama, saya menuliskan di milis kagamamuda, kebutuhan seorang alumni UGM terhadap KAGAMA itu hanya ada tiga:
1. Berita mengenai kampus
2. berita mengenai kegiatan dan keberadaan alumni lain dan yang terakhir
3. Ruang interaksi antar alumni.

Tulisan itu saya tulis dalam diskursus setelah terpilih ketua yang baru sekarang terpilih. Mungkin tulisan saya terlalu menyederhakan terhadap ekspektasi terhadap organisasi alumni sebesar KAGAMA, namun ya itu hanya sekedar gagasan kecil dari seorang buruh kecil yang jauh dari hiruk pikuk ibukota, dan tidak mengikuti perkembangan KAGAMA.

Sekitar pertengahan tahun lalu, saya berdiskusi dengan Mas Rovicky Dwi Putrohari, mengenai nostalgia KKN di dunia maya, dokumentasinya ada di https://kagamavirtual.com/2011/04/14/nostalgia-kebersamaan-selama-kkn-ugm/ . Intinya adalah bagaimana membuat ruang diskusi di dunia supaya kebersamaan selama KKN terjaga dan terbiasa diksusi multi disiplin socio-economi-legal-tehnik dll menjadi koheren tetap terjaga. Saya kemudian membuat milis alumniugm@googlegroups.com, yang kemudian diaktifkan oleh Mas Uda Ferizal Ramli, THS Tri H Sulistiyo, mbak Destina Kawanti dkk. Dan sekitar akhir tahun lalu, saya membuat grups ini bersama-sama dengan Yulianto Eko Rakhmat, Mas Uda Ferizal Ramli, dan berusaham membesarkannya bersama-sama dengan admin lain Wahyu W. Basjir Mas Bambang N Karim Nurcahya Priyonugroho Bintang ‘Bibien’ Wisnuwardhani mBak Destina Kawanti Mas Israr Ardiansyah Mas Nurhadi dan admin-admin yang lain, sampai di titik saat ini.

Seperti sudah kita ketahui bersama, Tujuan Groups ini adalah tempat menyambung silaturahmi buat siapapun, yang pernah mengenyam pendidikan di UGM betapapun sebentarnya, sebagai media bertukar pikiran dan aksi nyata buat meningkatkan solidaritas alumni dan kemajuan Kampus. Tujuan dari Facebook Groups KAGAMA ini adalah untuk menjalin silahturahmi dan bertukar informasi yang akhirn…ya dimungkinkan terjalin kerja sama semakin erat antar keluarga besar alumni Gadjah Mada demi kepentingan alumni, almamater dan keuntungan positif lainnya. Saya yakin Anda pasti sudah pernah membaca dan atau melihat dari paragraf ini, kalau belum mungkin sekarang saatnya Anda membaca, atau kalau tidak sempat, admin memasangnya di bagian kanan atas di bawah member, pada bagian deksripsi grups ini.

Saya tidak tahu, apakah tujuan dari groups ini sudah tercapai, semuanya berpulang kepada ekspektasi dan kontribusi pribadi kita masing-masing terhadap keberadaan grups ini. Sebagai pribadi, grups ini sudah menjawab sedikit dari kebutuhan saya sebagai seorang alumni UGM, berita dari kampus, berita kegiatan dan keberadaan alumni, dan ruang interaksi di antara alumni. Disampaing ekspektasi kecil saya tadi, jejaring virtual kita sudah menghasilkan sedikit aksi-aksi positif, seperti beasiswa KAGAMA, pertemuan-pertemuan alumni berbagi kota, ruang belajar buat alumni-alumni yang masih muda, dan persahabatan2 baru atau yang sebelumnya pernah terjalin.

Mengenai keberadaan grups ini, saya sudah mendiskusinya dengan Sekjen PP Kagama, Pak Prof Budi Wignyosukarto, dokumentasinya ada di https://kagamavirtual.com/2011/03/14/laporan-pisowanan-kagama-virtual-ke-pp-kagama/ , intinya adalah instrumen2 virtual yang dibuat adalah untuk “ngaruhke, nguwongke dan ngopeni” jejaring alumni UGM dan tidak dianggap liar oleh PP KAGAMA. Tindak lanjut dari pertemuan ini adalah penggunaan http://kagama.net/ sebagai domainnya majalah resmi KAGAMA (saya baru berhasil mengunggah 2 edisi), dan diperkenankan menggunakan nama beasiswa KAGAMA untuk dana yang digalang teman2 (saat ini ada dana 53 jt di rekening dan sedang menunggu kandidat penerima dari rektorat). Dalam satu kesempatan, saya juga sempat diajak makan siang oleh Pak Rektor, karena jejaring2 virtual alumni, yang salah satunya adalah grups ini, dokumentasinya ada di https://kagamavirtual.com/2011/06/05/makan-siang-bersama-pak-rektor-ugm/ , dan salah satu hasilnya adalah pages gadjah mada university yang dicreate dan dikelola oleh teman-teman sekarang sudah dilink-kan ke web http://ugm.ac.id/, jadi UGM sekarang memiliki fans pages yang membernya ~64500 orang. Saya juag sempat sowan lagi ke PP Kagama, ketika nembung agar sekretariat PP Kagama di Jogja bisa digunakan untuk aktivitas teman2 KLC Jogja (Kagama Learning Community).

Kembali ke groups ini, dengan jumlah anggota yang 4300-an, mungkin merupakan salah satu aset yang potensial dalam membangun solidaritas alumni, seperti tujuan adanya groups ini. Saya percaya dan yakin admin sudah bekerja keras untuk mencapai tujuan itu, dan andaipun dari tujuan dan fungsi groups ini belum tercapai, menjadi kewajiban kita semualah untuk memberikan kontribusi positif dan menjaga agar tujuan tersebut tetap tercapai. Teman-teman yang menjadi admin, bekerja hanya berdasarkan passion dan kerja sosial tanpa imbalan apapun, dan saya sangat menghargai kerja keras mereka semua, dan saya masih percaya dengan mereka untuk bersama-sama mengelola groups ini kedepan.

Selama ini (meskipun diskusi mengenai aturan diantara admin sudah berlangsung lama), kami admin mempercayai aturan baku belum diperlukan dalam groups ini, karena kami yakin members-members groups ini adalah alumni UGM yang well educated, memiliki intelektualitas yang tinggi, memahami netiket dan bisa menjaga ketertiban dalam ruang interaksi yang tersedia. Dan kalau seandainya ada yang kurang bisa memanfaatkan kepercayaan yang kami berikan, admin akan mengambil peran yang lebih aktif untuk mengelola groups ini agar tujuan tercapai, dan tentusaja itu butuh kontribusi positif dari setiap member ini. Dan sekali lagi salut buat seluruh Admin yang sudah bekerja dengan luarbiasa sehingga menjadikan grups ini menjadi seperti saat ini.

Monggo kita lanjutkan kontribusi positif dari seluruh anggota,

salam,
Sulastama Raharja
~disela-sela tenggat thesis dan driiling schedule~

 

BEASISWA KAGAMA VIRTUAL

BEASISWA KAGAMA VIRTUAL
oleh Sulastama Raharja

Rekans,

sekedar menyebarluaskan gagasan alumni peduli dalam kegiatan Beasiswa KAGAMA VIRTUAL.

Yang berminat untuk berpartisipasi, dimohon menghubungi pengelola yang ada bagian bawah email ini.

wassalam,

~tomo TGL’93~

BEASISWA KAGAMA VIRTUAL

Latar belakang:

Biaya kuliah di UGM yang meningkat, sedangkan masih ada mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial. Hal ini memerlukan peran serta aktif dari alumni untuk mewujudkan kepedualiannya dalam bentuk pemberian beasiswa bagi mahasiswa tersebut. Alumni UGM yang tergabung dalam milis alumniUGM@googlegroups.com berusaha menginisiasi program beasiswa KAGAMA VIRTUAL dengan mengoptimalkan sumber daya alumni dan disalurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan melalui PP KAGAMA.

Tujuan

1. memberikan bantuan keuangan kepada mahasiswa berprestasi dengan kemampuan ekonomi yang terbatas sehingga mahasiswa yang bersangkutan mampu melanjutkan aktivitas akademik dan meningkatkan prestasinya

2. mewujudkan kepedulian alumni UGM kepada almamaternya dengan memberikan beasiswa kepada mahasiwa UGM dengan kemampuan finansial terbatas.

Bentuk Kegiatan:

1. Pengumpulan dana dari alumni:

a. Mengumpulkan dana alumni sebesar Rp. 50.000/bulan atau lebih dimulai dari bulan Januari 2011 sampai waktu yang tidak terbatas ke rekening berikut ini:

a) Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista

b) Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

Continue reading