KV Goes Green – Kopdar dan Peresmian HPKKH 8-9 Desember 2012

Acara KV Goes Green – Kopdar dan Peresmian HPKKH masih tanggal 8-9 Desember 2012, tapi kalau tidak beli tiket sekarang takutnya pas hari H malah sudah tidak kebagian tiket. Sering kejadian merasa masih jauh harinya dan kemudian berleha-leha ternyata mendekati hari H terpaksa “nubras-nubras” nyari tiket.

Kemarin mbak Krisma ngasih tahu aku kalau aku dapat tugas sebagai penyambut tamu di Stasiun Tugu bersama komunitas SLRT (Sepeda Listrik Roda Tiga). Aku setengah tersenyum membalas pesan mbak Krisma, “aku kan dari Jakarta bareng rombongan KV Jakarta, masak ikut menyambut rombongan Jakarta?”

Jadilah mbak Krisma baru tahu kalau aku itu kadang di Jakarta dan kadang di Jogja, kadang malah tidak di Jogja dan tidak di Jakarta. Hahaha… dasar makhluk tidak jelas posisinya.

Akhirnya kuputuskan ikut pesan mbak Krisma untuk bergabung dengan tim KV Jogja menyambut rombongan dari Jakarta yang rencananya akan naik KA Taksaka, artinya berangkat dari Gambir jam 20.45 wib. Akupun memilih naik KA Bima, sehingga aku bisa mendahului rombongan KV Jakarta dan bisa ngobrol dulu dengan tim penyambutan.

Hari Minggu pagi, akupun menjelaskan acara ini ke komunitas SLRT UGM saat menempuh rute pendek ke embung Tambak Bayan Jogjakarta. Tampaknya teman-teman anggota komunitas SLRT sangat antusias menyambut acara ini.

SLRT di depan Gelanggang Mahasiswa
SLRT di depan Gelanggang Mahasiswa

“Mas Eko, hari Rabu ini, Sri Sultan akan menjenguk BLPT Jogja dan akan melihat SLRT dan SLRE (Sepeda Listrik Roda Emat). Jadi kalau beliau bisa ikut meramaikan acara ini tentu akan makin bermakna acara gowes itu”

Acara penyambutan tim KV Jakarta ini memang dalam rangka Go Green dan Gowes pagi sekalian peresmian HPKKH (Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri) Taman Nasional Gunung Merapi.

Banyak kegiatan yang akan menjadi isi acara itu. Beberapa minggu lalu, draft acara ini kubaca di FB, kurang lebih seperti tertulis di bawah ini.

+++

+ Jumat malam tgl 7 Desember – Nyepur bareng-bareng Gambir – Tugu (TAKSAKA)

+ Sabtu pagi tgl 8 Desember – Arak-arakan andong/dokar dari Stasiun Tugu ke Bunderan UGM/Pendopo Wisma Kagama, terus sarapan bareng-bareng di Boulevard UGM/Gelanggang UGM.

+ Sesiangan bisa diisi acara macem-macem, misal:
* Rally Foto (sudah bisa dimulai sejak dari Gambir dengan tema Go Green)
* Lomba Inovasi Limbah Plastik untuk anak-anak
* Fun games
* dll

+ Sabtu sore, bareng-bareng ke Desa Wisata Sambi.

+ Sabtu malam, pentas seni, api unggun dan menginap di camping ground Desa Wisata dan rumah-rumah penduduk di sekitaran Desa Wisata Sambi.

+ Minggu pagi 9 Desember – Lava Tour, berangkat bareng-bareng dari Desa Sambi menuju lokasi HPKKH – TNGM (Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri – Taman Nasional Gunung Merapi) untuk Seremoni Peresmian HPKKH.

+ Minggu siang persiapan balik ke Jakarta.

+ Minggu malam 9 Desember – Nyepur bareng-bareng Tugu – Gambir (TAKSAKA), Senin subuh sampai di Jatinegara/

NOTE:
masih sangat dimungkinkan format dan mata acara yang berbeda.

+++

Saat ini panitia sudah sering berkoordinasi dan melakukan berbagai kopdar untuk memuluskan acara ini. Jadi tinggal nunggu Kopdar Akbar di DKI tanggal 7 Oktober 2012, yang akan dipakai sebagai ajang pemanasan acara “KV Goes Green – Kopdar dan Peresmian HPKKH 8-9 Desember 2012”

Salam sehati

Tiket KA Bima 7 Desember 2012
Tiket KA Bima 7 Desember 2012
Advertisements

Gowes Guyub Membelah Jakarta Hari H : 2 September 2012

Gowes Guyub Membelah Jakarta Hari H : 2 September 2012

Gowes Guyub Membelah Jakarta Hari H : 2 September 2012

Blogger Goweser Jogja

“Saya siapkan diri saya untuk jadi pemasaran SLERET, silahkan ditaruh di kantor kementrian agar bisa dilihat siapapun yang datang ke Jakarta”

Sambutan dari Pak Djokir, Djoko Kirmanto, Menteri PU membuat para peserta Gowes Guyub bertepuk tangan meriah. Sleret adalah istilah slang dari SLRT alias Sepeda Listrik Roda Tiga. Sebuah nama yang bagus dan menjual, merupakan perwujudan dari sebuah sepeda serba guna untuk mereka yang mempunyai kendala khusus dalam bersepeda.

“Daripada kita melihat para pinisepuh yang ingin bersepeda tetapi mempunyai kendala dalam menaiki sepeda roda dua yang normal, maka disediakan sepeda roda tiga yang relatif lebih stabil dan lebih nyaman di gunakan”

“Mbok-mbok yang suka membawa barang banyak memakai sepeda roda dua, akan sangat terbantu dengan adanya sepeda ini. Tinggal pasang bagasi di belakang untuk membawa barang atau pasang kursi lega untuk mereka yang hanya ingin berduaan naik sepeda”

“Anak-anak ABG saat ini banyak yang berkeliaran di atas motor padahal mereka…

View original post 416 more words

Gowes Guyub 2012 membelah Jakarta

Gowes Guyub 2012 membelah Jakarta.

Demo sepeda (amat) mini

Blogger Goweser Jogja

Tak terasa tanggal 2 September 2012 tinggal beberapa hari lagi dan aku masih juga belum dapat sepeda untuk acara gowes guyub 2012 membelah Jakarta. Sepeda lipat Dahonku sudah kulipat dan kukirim ke Jogja, sehingga aku harus beli sepeda baru atau meminjam milik teman-teman pesepeda Jakarta.

Masalahnya kalau meminjam sepeda teman, maka kita harus mengembalikan dan biasanya semangat meminjam dengan semangat mengembalikan sepeda berbeda cukup jauh, jadi kuputuskan saja untuk meminjam sepeda panitia. Mungkin memang tidak senyaman sepeda milik teman tetapi tidak ada kewajiban untuk mengembalikan ke rumah teman.

Paling enak memang sepeda Specialized kesayangan di Jogja, tapi akan merepotkan lagi mengambil sepeda di Jogja dan nanti harus mengembalikan lagi ke Jogja.

 

Acara Gowes Guyub ini memang acara yang sudah kutunggu, tetapi tidak kusangka secepat ini terjadi, sehingga aku masih belum siap betul mengikutinya. Aku juga belum sounding seberapa banyak pesepeda alumni UGM yang ada di Jakarta, sehingga sampai saat…

View original post 373 more words

Reuni, Bukan Hanya Tempat Singgah, Tapi Rumah

Sebagai pendatang di suatu kota, siapapun pasti ingin memiliki banyak teman. Mencari komunitas yang bukan hanya tempat singgah, tetapi juga rumah. Dimana di sana kita bisa menemukan keluarga kedua. Itulah mengapa kita menjadi merasa memiliki hubungan kekeluargaan ketika di perantauan bertemu dengan teman sealmamater. Karena itu, teman-teman alumni UGM yang berada di Depok mengadakan acara Buka Bersama pada Sabtu, 28 Juli 2012 di Pondok Laras, Depok.

Sore itu diawali dengan 6 orang di Pondok Laras. Ada yang sebelumnya sudah saling kenal, ada yang belum. “Kayaknya aku nggak asing denganmu. Apakah kita pernah kenal?” itu pertanyaan saya untuk Adit. Alumni Peternakan, angkatan 2005. “Tapi dimana ya?” Setelah diingat-ingat, ternyata kami memang pernah kenal. Enam tahun lalu, kami pernah berkegiatan dalam satu tim. Pendampingan sekolah darurat di Bantul, usai gempa Mei 2006. Setelah itu saling kehilangan kontak. Baru ketika reuni kecil itu, kami dipertemukan kembali. Alhamdulillah.

Begitulah, reuni mempertemukan tulang-tulang yang berserakan. Mempertemukan Mas Mimi (Sriyanto, Akuntansi 2000), Adit, dan Ivan Manbaul Munir (Peternakan 2005) yang ternyata dulu pernah satu kos di Klebengan. Acara ini ngobrol bebas, saling bercerita dan menanyakan tentang kesibukan selama ini. Dan tentang apa saja. Acara dibuka oleh Tisna Surya Adi Prenanto (Sosiologi, 2005), dilanjutkan Kultum oleh Adit. Saya juga bertemu dengan dua teman yang pernah satu kos di Asrama Putri Pertiwi, Pogung Kidul. Siti Zuhriyyah Musthofa (Biologi 2000, istri Sriyanto) dan Desti Isnaeni (Biologi 2005). Saat itu hadir juga Ajeng Prameswari (Administrasi Negara 2007, pacar Tisna :)). Kami yang duluan datang, menunggu teman-teman lain yang masih terjebak macet.

Acara tambah ramai karena diantara kami ada 4 balita. Putra mas Ivan, putra Mas Mimi, dan dua putra putri pasangan Mbak Ayi (Lestari Octavia, Kimia 1994)-Mas Muhammad Sholeh (Teknik Mesin 1996).  Oh iya, Mas Ivan datang bersama istrinya, putranya masih berumur hitungan bulan.

Kemudian satu persatu berdatangan. Ada Septy Nurul (Teknik Geodesi, 2005), Sofyan Khairul Anwar (Teknik Geodesi 2005), Widiantoro (Hukum 2003), dan Ulfia Mutiara (Farmasi 2005). Jadi, berapakah jumlah semua yang hadir? Coba deh hitung. 🙂

Saat itu acara ramai sekali. Bukan hanya karena kelompok kami, tetapi juga kelompok lain di meja sebelah. Dalam bulan Ramadhan seperti ini memang musimnya Buka Bersama, rumah makan selalu penuh pengunjung. Apalagi Pondok Laras. Untuk bisa pesan tempat tersebut, butuh perjuangan tersendiri. Hoho.

Saat perkenalan, suara kami tertelan oleh bising di sekitarnya. Makanya kami harus menyebut nama berkali-kali. Perlu dicek ulang apakah satu sama lain saling ingat nama. Ketika diantara kami ternyata ada yang lupa nama teman, sebelum pulang dia harus cuci piring. Untunglah semua pulang tanpa harus cuci tangan dulu, apalagi cuci piring. :p

Pondok Laras

Di Depok, ada beberapa pilihan rumah makan yang oke buat ngumpul. Saat itu pilihan kami jatuh pada Pondok Laras karena kami mencari tempat makan selain mall. Di sana saungnya oke dan tempatnya strategis. Selain itu, harganya cukup terjangkau. Harga tiap menu makanan besar kira-kira Rp. 30-60 ribu. Bandingkan dengan Rice Bowl Detos yang permenu minimal Rp.110.000an.  Jadi berapakah iuran perorang? Sebenarnya tergantung pilihan menu masing-masing. Jika uang iuran berlebih, akan disumbangkan ke kas Beasiswa Kagama Virtual. Saat itu uang sisa Rp. 159.000. Uang dibawa Ulfia untuk segera ditransfer kepada yang berhak.

Acara ini merupakan bagian dari acara-acara Buka Bersama Kagama Virtual di wilayah lain. Reuni-reuni seperti ini memang dapat mengikatkan kembali kontak yang telah lepas. Atau menambah ikatan baru. Diharapkan juga bisa makin mempererat silaturrahim dan membuka banyak jalan kebaikan. Kita yang tadinya merasa sendiri di suatu kota, kini bisa menemukan komunitas yang (semoga) bukan hanya tempat singgah, tetapi juga “rumah.” Tempat dimana hati-hati kita berkumpul. Tempat yang aman dan nyaman untuk berbagi dan bercanda. Jiaaah! :p. Kita akan bertemu lagi di acara-acara reuni atau kopdar Kagama berikutnya. Insyaallah.

Kopdar Omah Lodhong : KV Jogja, 7 April 2012

Mas Dodi sudah nunggu di ruang depan warung “Omah Lodhong” Jogja ketika aku masuk. Kami bersalaman sejenak dan kemudian sudah asyik membahas kambing ETTAWA. Aku baru ngeh kalau kambing itu terlihat sama saja bagiku tetapi terlihat berbeda di mata mas Dodi. Mulai dari bentuk wajahnya, perawakannya, tanduknya sampai ke kupingnya semua punya ciri khas masing-masing.

Cerita tidak berhenti sampai di situ, ternyata ada juga cerita tentang bekam, tentang berbagai obat herbal. Ada sembilan macam obat herbal kalau aku tidka salah ingat, dengan nama khas masing-masing.

“Yang obat pengecil perut itu, mungkin tidak manjur mas atau kurang menarik untuk diiklankan”

“Mengapa?”

“Soalnya yang iklan perutnya gendut!”

kopdar omah lodong (6)

Derai tawa selalu mengiringi setiap kita membahas suatu topik. Sebuah topik yang berat sekalipun selalu ada jeda untuk tertawa bersama, apalagi kalau topik tentang hal yang remeh temeh.

“Ada seorang teman yang tidak suka jengkol, tetapi ternyata dia asyik ngabisin keripik jengkol karena tidak tahu bahwa yang dia makan adalah keripik jengkol”

“Mbak AR itu orang lurus banget lho, sayang tidak bisa gabung di acara ini, kalau ada dia pasti acara ini bisa lebih seru deh !”

“Wah ini kopdar kok isinya makan melulu ya? Nanti yang diupload pasti makanan saja”

kopdar omah lodong (2)

Segala pembicaraan saling sahut menyahut di arena meja bundar Omah Lodhong. Kadang satu topik dibahas bersama, tapi kadang saling silang antara mereka yang berhadapan. Jadilah berbagai topik dibahas bersamaan di antara mereka yang berhadapan duduknya.

Suasana makin rame karena ada yang tidak bisa hadir dan ingin ngobrol dengan kita. Jadilah sebuah ponsel berkeliling di antara kita dan obrolan via telepon itu kadang terasa lucu karena kita hanya mendengar dari salah satu sisi pembicara saja. Kita hanya menebak apa yang diucapkan oleh lawan bicara di ujung telepon satunya.

“Eh foto dulu yuk mumpung masih lengkap”

Kalimat di atas tidak perlu diulang, begitu sang fotographer ambil posisi maka para aktris dan aktorpun langsung pasang action masing-masing. Selesai difoto langsung hasil fotonya diperlihatkan pada yang lain.

kopdar omah lodong (5)

“Wah mas Wahyu kaosnya dipakai mas Eko tuh”

“Dijamin mas Wahyu panas hatinya lihat foto ini”

Belum puas foto duduk acara foto berdiripun dilanjutkan di ruang tengah. Ini memang acara wajib setiap kopdar, “narsis ebrjamaah”.

Tak terasa maghrib sudah berlalu dan acara harus diakhiri. Kopdar yang akan datang kelihatannya akan tidak bis ajauh dari makanan lagi.

“Kita bawa masing-masing dari rumah dan kita santap bersama di acara kopdar yang akan datang yuk”

Nah, ajakan menarik seperti ini pasti akan banyakpeminatnya. Kita tunggu saja acara kopdar yang akan datang. Tentu dengan peserta yang sudah makin saling mengenal dan acara yang lebih terfokus.

“Aku usul tema yang akan datang adalah cerita tentang sembilan obat herbal dan setelah itu baru dilanjutkan acara ngobrol ngalor ngidul”

Tunggu berita dari mbak Bibien untuk kopdar yang akan datang. Yang jelas warung blogger Mie sehati sudah menyiapkan tempat pelatihan mie sehati sebagai ajang pertemuan yang akan datang.

Sampai ketemu lagi salam sehati buat semua.

kopdar omah lodong (1)

+++

Foto lainnya ada disini

Bersama Kagama JATIM Nonton Bareng Timnas Indonesia melawan musuhnya

“Mas, bisa nggak volume tivinya dibesarin”, kataku pada pramusaji Resto Coffee Bean.

“Bentar pak”, jawab sang pramusaji sambil berlalu.

Matakupun terus menatap layar TV 32 inch yang ada di pojok Resto ini. Di belakangku ada rombongan anak muda yang nonton pertandingan pra Piala Duni 2014 ini, tetapi mereka nontonnya setengah hati. Obrolan mereka malah tentang Real Madrid,Ronaldo, Kaka dll.

Sampai babak pertama berakhir,aku masih sendirian saja nonton pertandingan ini. Mbak Des masih di jalan karena harus menghadiri acara pernikahan di tempat lain.

Mas Fajar masih nonton melalui TV Mobilnya, sedangkan mas Jajah entah berada dimana. Menjelang pertengahan turun minum baru mbak Des muncul bersama mas Nazir dan kitapun langsung asyik ngobrol sampai tahu-tahu mas Jajah dan yang lain mulai bermunculan.

Continue reading

Pemanasan Sewu Sepeda Glenak Glenik UGM

Pemanasan Sewu Sepeda Glenak Glenik UGM

Dua tahun lalu, aku glenak-glenik dengan beberapa teman alumni untuk membiasakan olah raga sepeda santai bin sehat dengan acara keliling kampus. Ada beberapa orang yang hadir dan rupanya acara kecil-kecilan itu menjadi pemicu acara sepeda santai dalam tajuk Mudik Sipil 2010.

Kesuksesan acara mudik sipil 2010 itu membuat panitia tertantang adrenalinnya untuk membuat acara Mudik Sipil 2011. Dalam perjalanan waktu, berdasar pembicaraan dengan para alumni yang lain muncul ide untuk keluar dari fakultas atau jurusan dan mulai bicara masalah Universitas. Continue reading