Kebersamaan itu indah…

Kebersamaan itu indah…  
oleh: Aroem Naroeni

Berawal dari acara buka bersama di Taman Ismail Marzuki, mas Ganjar Pranowo menyampaikan undangannya untuk semua anggota KV untuk halal bihalal di rumah beliau. Akhirnya hari ini Minggu 16 September 2012, terselanggara acara halal bihalal keluarga KV. Diawali dengan permainan yang dipimpin Mba Umi Gita untuk saling mengenal dengan hadiah yang uhuyyyyyyyy!!:-). Kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi tentang membangun jiwa kepemimpinan KAGAMA. Bagaimana kita bisa membangunnya untuk bangsa dan negara. Mungkin kesempatan untuk generasi perubahan belum ada tetapi kita harus memulainya.

Selanjutnya adalah acara makan bersama dan nyanyi bersama.:-)  

O yaaa mas Novian sempat membuat slide kegiatan KV yang dimulai dari sejarah berdirinya UGM, masa-masa kuliah yang unyu-unyu sampai kegiatan KV yang berawal dari berapa gelintir orang, berkembang dengan berbagai kegiatan KLC, KV Inc, Beasiswa,KPK, Hutan Pendidikan dan Konservasi Kusnadi Harjasumantri (HPKKH) dll.Mas Ryan dan mas Sinyo bercerita, dulu awalnya kita cuma berempat berkumpul sekarang sudah seperti sekarang. Banyak rencana-rencana bermunculan dari lomba foto, bedah buku, diskusi lanjutan dengan mas Ganjar….dll. Semua penuh antusias, penuh energi…..semoga semangat dan energi ini tertularkan ke yang lain dan setidaknya 1000 orang akan berkumpul di Merapi bulan Desember ini…………… SEMOGAAA!!    

Terima kasih untuk mas Ganjar Pranowo dan Mbak Atik….. Dan semua rekan yang membantu acara ini.

Berikut daftar hadir tetapi belum semua mengisi…. Sepertinya lebih dari 80 orang…. Terima kasih sudah datang. Dan maaf tidak bisa menyapa satu persatu , semoga di lain waktu bisa saling dekat.

  Daftar hadir :
1. Ganjar Pranowo
2. Atik
3. Aroem Naroeni
4. Irvan Kristanto
5. Indarto
6. Ryan Wuryanto
7. Heni Yusuf
8. Tri Harso S
9. Puthut Gambul
10. Novian Wijaya
11. Imitiyaz hawan
12. Sandya Yudha
13. Nur hatta luqman S
14. Cyndi Silvia
15. Alfian WS
16.Nur laeliyatul masruroh
17. Sinyo TW
18. Bima
19.Fadil
20.Mustofa
21.Engga kebaca
22.Rudy Umbara
23.Ulfia Mutiara
24.Lestari Octavia
25.Swandita adinata
26.Umi Gita
27 Raisah Suarni
28. Hendi Noor Irawan
29. Ajianto Dwi Nugroho
30. Utty Damayanti
31. Alief Afrian bargayu
32. M. Budi Santoso
33.Fajar Suryagama
34.Wied W winakto
35. Ujang Syafrir
36. Listiya manggiasih
37. Agus dwi praptana
38. Nara
39. Wira
40. Irawan
41.Ririn
42.Afif
43. Tisna
44. Yan
45. Nurul amri
46. Agus S
47. Iwan Hermawan
48.Ahmad fajar
49.Firda
50. Dewi nur cs
51. Putri kharisma
52.Yogaswara t g
53. Indah permata
54. Nita
56. Yunan novaris
57. Iwan manasa
58. Pendhi
59.Mayadi
60. Demo
61. Emelia Ratna Sari Dewi
62. Adhi Setyo
63. R. Agung wibowo putro
64. Andri Firsa
65. Dian Hidayat
66.Deny Purwo sambodo
67. Taufiq
68. Niken
69. Wibowo Arif
70. Andi Rahmah

Foto-foto bisa dilihat di : Kopdar Syawalan Kagama Virtual jakarta 1433 H

Advertisements

Saya Tidak Lagi Virtual

Saya tidak lagi virtual
oleh Aroem Naroeni

Saya lupa tepatnya kapan ada sebuah pesan di email masuk yang isinya mengundang untuk ikut milis Kagama. Dari topik-topik ringan.. Oh dia tahu juga ya tentang ini.. Oh dia tahu juga yang tentang itu.
Dari situlah semua berawal.
Dan saya pikir di dunia maya okelah.. Tidak akan ada yang tahu tentang diri saya. Dan saya akan tetap menjadi pribadi yang maya di milis ini. Invitation Kopdar selalu saya cuekin karena saya tetap ingin menjadi pribadi yang virtual.

Sampai akhirnya datang undangan dari sahabat lama yang bertahun-tahun tidak ketemu dan tempat kopdar sangat dekat dengan tempat saya tinggal, rasanya sulit menemukan alasan untuk menolak.

Kopdar Bebek Kaleyo, Jakarta (Sumber: Sulastama Raharja)

Membayangkan diri di tengah orang-orang yang tidak dikenal mesti bakalan garing!
Tetapi ternyata semua bisa berjalan lancar. Saya bilang pada diri saya ini akan jadi yang pertama dan yang terakhir.

Tapi ternyata teman saya datang lagi di Jakarta.. Oke.. Yang kedua, tempat agak jauh tapi saya akan usahakan.


Kopdar Bebek Ginyo, Jakarta (Sumber: Sulastama Raharja)

Ouft!! .. Sudahlah yg kedua pasti akan jadi yang terakhir.

Kemudian bermunculanlah grup2 BB Kagama Virtual. Semua kelihatan akrab di grup.
Akhirnya saya beranikan diri ikut kopdar lagi tapi teman lama saya itu tidak ada.

Dan akhirnya menyambunglah ke kopdar-kopdar yang lain.
Lebaran ini adalah lebaran pertama saya dengan Kagama Virtual.
Dan sungguh mengagetkan semua serasa sudah melebur menjadi satu… Ada kedekatan, ada jalinan, ada keinginan untuk bersama, dari Yogya, Solo, Semarang, Gunung Kidul dll di sekitar Yogya. Dari waktu liburan yang sangat terbatas mereka menyempatkan diri berkumpul satu hari demi sebuah keluarga yang bernama Kagama Virtual.
Kesempatan lain adalah bertemu lagi di sebuah kesempatan “KVers Nyolo”
Jalan-jalan bareng mengeksplorasi kota JokoWi ini sungguh sangat menyenangkan dengan tuan rumah yang sangat ramah, baik hati merengkuh seperti sebuah keluarga beneran.

Kopdar Syawalan KAGAMAVirtual MATARAM RAYA (Sumber: Haris Yunant)

#bentar, aku menyeka airmata dulu, mbrebes mili kiii 🙂

Apakah yang membuat ikatan itu makin kuat dan makin kuat ?
Apapun jawabannya saya bisa masuk keluarga ini “It’s my destiny”
Karena saya tidak pernah merencanakannya, semua seperti didukung oleh alam semesta 🙂

KV-ers Nyolo – Kuliner dan Blanja-blanji (Sumber: Sulastama Raharja )

Akhirnya menemukan kakak, adik, saudara kembar virtual dan menjelma menjadi makhluk nyata..
Saya tidak lagi virtual…

Cheers,
Aroem

catatan: untuk bergabung ke milis KAGAMA, silahkan kirim email kosong ke alumniugm+subscribe@googlegroups.com

Bioengineering : perkawinan ilmu teknik dan biologi untuk kedokteran

Bioengineering : perkawinan ilmu teknik dan biologi untuk kedokteran

Aroem Naroeni

Singapore, 9 Nov 2011

Waktu saya pertama kali tahu bahwa lab saya yang di National University of Singapore masuk ke Fakultas Teknik saya heran dan ngga habis pikir. Ya… Bioengineering adalah Divisi dari Engineering Faculty yang sudah berusia 10 tahun dan saat ini berubah menjadi Department karena semakin berkembang.

Apa yang anda bayangkan waktu dengar kata Bioengineering ? Rekayasa genetika ? Rekayasa Protein ?
Disini saya melihat ternyata Bioengineering adalah perkawinan antara teknik dan biologi.

Mempelajari kalau penyempitan pembuluh darah yg menyebabkan stroke dan jantung karena berkurangnya elastisitas di daerah percabangan pembuluh darah. Bagaimana mengukur elastisitas dan meningkatkan elastisitas.

Kerusakan jaringan syaraf otak yang menyebabkan dementia, bagaimana memperbaikinya. Bayangkan jaringan2 syaraf itu besi-besi penyangga bangunan bagian mana yang harus dilas dan disambung… Begitu juga dengan bioengineering bagaimana menyambung jaringan syaraf yang rusak itu dengan tentu saja bahan untuk mengelasnya adalah sel yang hidup. Dengan menggunakan partikel atau material yang halus (nano mungkin?) dan pada material ini sel dapat tumbuh dan disetir pertumbuhannya untuk menjahit jaringan-jaringan syaraf, kerusakan jantung, dan lain-lain.  Hmmmm bukannya kedokteran akan banyak terbantu dengan itu ?

Saya membuat anda pusingkah ?
Ya… Berharap saja semoga semua itu sedikit demi sedikit menjadi kenyataan!

Salam
Aroem

Social Intelligence…. Sebuah kecerdasan yang lain

Social Intelligence…. Sebuah kecerdasan yang lain
 Aroem Naroeni

Seringkali saya melihat banyak dosen atau teman atau seorang peneliti yang pintar dan genius tetapi sulit untuk mentransfer ilmu, sulit untuk mengemukakan ide-idenya bahkan sulit menjual dirinya untuk meyakinkan orang untuk melakukan hal yang lebih besar. Akhirnya mereka mengurung dalam ruang lingkupnya sendiri tanpa bisa melakukan sesuatu yang lebih untuk masyarakat banyak. Kalau melihat gambaran saya saat kuliah mungkin juga seperti itu. Dulu, dengan mengurung diri, saya sanggup memecahkan semua soal-soal sulit tanpa bisa menerangkannya kepada orang lain. Dengan beriringnya waktu saya memahami kalau IQ itu tidak sepenuhnya berguna. Pernahkah anda menjumpai orang atau teman yang kalau ngomong selalu tidak nyambung ? Menjadi aneh atau bahan tertawaan di suatu komunitas. Ya.. karakter sangat mempengaruhi, tapi saya lihat ada sesuatu yang membuat mereka tidak bisa melebur sepenuhnya ke dalam suatu komunitas.

Setelah saya membaca bukunya Daniel Goleman : “Social Intelligence dan bukunya Gerard Nierenberg dan Henry Carera : How to read person like book” saya menyadari bahwa ada kecerdasan yang lain yang diperlukan untuk dapat “to be smart”. Daniel Goleman menyebutnya dengan Social Intelligence yang didefinisikan dengan : Kesadaran social (social Awarness)-apa yang kita rasakan tentang orang lain dan fasilitas social (Social facility).

Kesadaran social adalah suatu
– empati dasar (primal empathy) : ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain, merasakan sinyal emosi nonverbal dari orang lain.
– Attunement : mendengarkan dengan seksama
– Ketepatan empati (Empathic accuracy): memahami pikiran, perasaan dan keinginan seseorang
– Kognisi social (Social cognition) : memahami bagaimana dunia social bekerja.

Sedangkan fasilitas social (Social facility) :
– Sinkronisasi : Berinteraksi secara halus pada level nonverbal
– Mengambil peran (self-presentation) : mengambil peran kita secara efektif
– Pengaruh (influence) : Membentuk luaran dari suatu interaksi social
– Concern : perhatian dengan keperluan orang lain dan berbuat sesuai dengan porsinya
Itu mungkin jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan saya yang timbul. Kenapa beberapa teman saya meskipun pandai dalam computer, bahasa , sains, analisis, tetapi tidak kelihatan cerdas di kehidupan sosialnya bahkan cenderung jadi bahan tertawaan. Beberapa kali saya mencoba mempraktekkan bagaimana membaca bahasa nonverbal. Setiap kali rekan kerja saya tanya “kok kamu tahu maksud bos sebelum dia menyelesaikan kata-katanya ?” Atau rekan bos saya tanya “Emang kamu tahu maksud dia?” Begitu saya terangkan apa maksud bos saya, bos saya bilang “Tuch khan dia bisa mengerti tanpa saya harus terangkan panjang lebar “ 🙂 . Begitu juga dalam menghadapi anak buah yang tidak selalu setuju atau bahkan protes tetapi tidak berani mengatakannya. Kita bisa melihat dari pandangan matanya, nada bicaranya dan gerak tubuhnya. Saya suka melihat hal-hal seperti ini kemudian mencari jalan alternatifnya daripada mereka diam-diam membangkang di belakang kita ? . Social intelligence juga bermanfaat dalam menghadapi orang yang suka menjilat, ,memanipulasi dan memanfaatkan kita untuk kepentingan mereka sendiri. Jadi Social intelligence akan sangat berguna dalam hal yang lebih besar yaitu “Leadership”

Saya sebagai orang Jawa mungkin mempunyai kelebihan dalam hal ini karena orang Jawa bahasanya tidak lugas dan seperti apa adanya. Ohhhh kalau anda memperhatikan dalam kata-kata yang halus banyak tersimpan makna yang kadang mengagetkan. Jadi jangan terbuai kata-kata lemah lembut dan halus karena kadang itu lebih tajam dari pisau belati atau silet. Kadang bahasa seperti ini sangat berguna dalam negosiasi tetapi ingat anda harus mempunyai Social Intelligence!.
Saya masih ingin menggali lagi tentang hal ini, tetapi saya senang bisa mengungkapkan hal ini. Semoga bermanfaat.

Salam

Aroem

Pekerjaanku Tidak Membuat Kaya Harta Tapi Kaya Batin, Pengalaman Dan Pengetahuan

Pekerjaanku Tidak Membuat Kaya Harta Tapi Kaya Batin, Pengalaman Dan Pengetahuan

Aroem Naroeni

Aku tidak pernah bercita-cita seperti ini, dulu yang aku inginkan adalah punya kesempatan untuk belajar setinggi mungkin. Mendekati lulus S1 aku coba apply beasiswa S2 di beberapa tempat, dari DIKTI, dari suatu perusahaan dan dari Kedutaan Perancis. Yang pertama aku terima kabarnya adalah dari Kedutaan Perancis. Aku apply setelah lulus ujian skripsi dan belum wisuda. Masih ingat itu hari terakhir pendaftaran. Dan lebih terkejutnya itu adalah beasiswa S2 dan S3. Jadilah aku 5 tahun berkelana di Eropa , mengenal kehidupan yang lain dari berbagai suku bangsa: Perancis, Spanyol, Portugis, Belgia, Belanda, Jerman, Italia dan terakhir Inggris. Walaupun cuma backpackeran, pengalaman yang aku dapat sungguh banyak. Bukan berwisata seperti konglomerat dan anggota DPR (uppsss).. Di hotel dan restaurant mewah dan shopping centre. Tapi bergaul dengan rakyat jelata: nongkrong di kafe pinggir jalan, di taman kota, di kereta, mengunjungi museum, menikmati musik jalanan….

Setelah itu pekerjaanku membawa aku mengelilingi Afrika Selatan..

Dan sekarang di Singapura…

Aku bukan konglomerat.. Tapi aku bisa menikmati berkeliling ke tempat-tempat terkenal di dunia … Sungguh banyak pengalaman yang aku dapat dan betapa bersyukurnya dengan semua anugrah ini

Salam
Aroem