LOMBA CERPEN SERI 2 KAGAMA VIRTUAL

LOMBA CERPEN SERI 2 KAGAMA VIRTUAL

Tema Lomba : “Aku Indonesia”
Peserta : Umum
Syarat lomba : 1. Ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik
2. Cerita mengacu pada tema lomba dengan arti yang luas
3. Cerita tidak boleh mengandung unsur SARA yang menyudutkan pihak (kelompok) lain
4. Panjang cerita maksimal 2.000 kata
5. Tulisan dikirim dalam 1,5 spasi dengan huruf “times new roman” atau “arial,” atau “calibri”. Dilampiri dengan biodata singkat
6. Batas waktu pengiriman: Sabtu, 30 September 2017 jam 23.59 wib
7. Pengumuman Lomba, Sabtu 28 Oktober 2017 (info rinci menyusul)
8. Cerita diemail ke: lomba.cerpen2017@gmail.com; lomba.cerpen2017@yahoo.com

Hadiah : 1. Juara 1, trophi, bingkisan sponsor dan uang Rp 5.000.000,-
2. Juara 2, trophi, bingkisan sponsor dan uang Rp 3.000.000,-
3. Juara 3, trophi, bingkisan sponsor dan uang Rp 2.000.000,-
4. Sepuluh cerpen pilihan, trophi, bingkisan sponsor dan uang Rp 1.500.000,-
5. Cerpen favorit, trophi, bingkisan sponsor dan uang Rp 2.500.000,-

Juri : 1. Susi Ivvati (Harian Kompas)
2. Tulus Widjanarko (Majalah Tempo)
3. Niken Widiastuti (Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informasi RI)
4. Gusti Ngurah Putera (Dosen Fisipol UGM)
5. Laeliya Almuhsin (penulis lepas)

Sekretariat: d/a LA LEARNING, Jl. Taman Paris 1 no 230 Lippo Karawaci Tangerang.
Phone: 021-55776954

Advertisements

Hal Positip Dalam Trading Saham

Serial Belajar Teknikal # 4 Hal – Hal Positip Dalam Trading Saham

Rachmat Kurniawan

Banyak org beranggapan investasi/trading saham adalah rumit, njlimet dan mengerikan. Padahal setelah kita mengetahui seluk – beluk investasi sahamternyata mengasikkan dan menarik.

Apa hal positip yang bisa kita dapat dari investasi/trading saham. Pada kesempatan kali ini saya tekankan pada aktifitas trading saham.

Kalo profit ato loss adalah hal yg biasa dari aktifitas trading, tetapi ada hal lain yang bagus bisa kita dapat.

Ini dia hal positip yg bisa kita dapat.
1. Disiplin
Ketika membuat trading plan, kita sudah menentukan entry ataupun exit point. Maka ketika muncul signal tersebut, maka sebagai trader yang baik dan patuh pada trading plan maka kita harus melakukan eksekusi berdadarkan trading plan. Jangan melanggar aturan yang sudah dibuat, kalo melanggar maka bisa berakibat fatal (baca potensi loss besar).

2. Belajar ikhlas
Ikhlas disini dalam artian menerima profit ataupun loss karena memang sesuai dengan trading plan. Jangan galau kalo saham yang barusan cut loss tiba2x terbang tinggi…masih ada hari esok, bursa masih buka. Cari kesempatan pada saham lainnya.

3. Berani jujur
Hal ini terutama terjadi ketika menyentuh harga stop loss, kita harus jujur ke pribadi kita utk mereview kembali trading plan yg sdh dibuat, apakah sudah sesuai atau belum atau perlu ada perbaikan lagi kedepannya supaya lebih baik lagi.

4. Sabar
Sabar dalam menunggu signal buy, bisa berhari2x, atau mingguan utk sebuah saham yg kita amati. Kita bisa belajar dari filosofi laba2x, bagaimana sabarnya dia ketika menunggu mangsanya, dia buat perangkap dan ditungguinnya entah smp kapan…yg jelas dia yakin suatu saat dpt mangsa.
Dalam tradingpun spt itu..kita harus sabar menunggu dan menunggu…harus tahu diri bahwa kita adala retail….

Apa lagi ya……

Moving Average

Support dan Resisten

Seri Belajar Saham # 03 – Analisa Teknikal

Support dan Resisten

Rachmat Kurniawan

Support dan Resisten merupakan paramater kunci dalam melakukan analisa teknikal. Kedua paramater membantu trader untuk menentukan batas harga tertinggi dan terrendah dalam jangka waktu tertentu, terutama pada saat fase konsolidasi.

Jika kita bisa melakukan identifikasi level Support dengan benar maka kita dengan mudah dan sederhana dapat membuat sebuah sistem trading plan dengan baik.

Apa sih Support dan Resisten ???
Support adalah area nilai tertentu yg menahan harga, sehingga harga akan memantul kembali keatas. Karena pada area support dirasa harga sudah “murah” maka trader semakin banyak membeli akibatnya harga akan naik.

Resisten adalah area tertentu yang menahan harga naik lebih tinggi, sehingga pada area ini menjadi batas atas harga. Pada kondisi tersebut buyer banyak melakukan profit taking, karena sehingga harga akan kembali turun.

Pergerakan harga biasanya berada dalam kisaran support dan resisten.

Point penting dari support dan resisten adalah sbb :
1. Harga akan “cenderung” naik apabila berhasil menembus keatas (breakout) resisten.
2. Harga akan “cenderung” turun apabila menembus kebawah (breakdown) support.

2 point diatas yang selalu saya percayai sehingga saya membeli suatu saham yang ketika berhasil menembus resisten.

Financial Plan Sebagai Karyawan

Financial Plan (Sebagai Karyawan)

Tung Tunggal

Financial plan buat saya ada 2 yakni untuk kehidupan berikutnya dan dalam kehidupan di dunia.

Pertama bekerja saya di perusahaan asing yang ternyata untuk mengeluarkan karyawan sangat gampang. Jadinya sebagai orang teknik saya cari banyak buku referensi untuk mengatur keuangan.

Pada dasarnya financial plan saya untuk kehidupan dunia menggunakan konsep:
1. Jangan besar pasak daripada tiang
2. Jangan letakkan telur dalam satu keranjang
3. Diversifikasi produk telur: dibuat telur asin, dijual mentah/matang dan ditetaskan.

Financial Plan yang saya anut:
1. Dana lancar yang sedia setiap saat minimal 12 x pengeluaran bulanan (kalau di buku kebanyakan 6 x pengeluaran bulanan)
2. Investasi lancar (yang bisa diuangkan setiap saat) yang konservatif (return dan resiko rendah)
– Deposito
– Obligasi/Sukuk Ritel
– Emas
3. Investasi lancar yang agresif (Return dan resiko besar)
– ‘reksadana
– trading saham
4. Investasi tidak lancar
– Tanah
– Berkebun pohon menahun

Laporan pribadi mirip laporan keuangan perusahaan juga dianjurkan untuk dibuat sehingga tahu posisi saat ini dimana. Isinya: Aset, Utang, Pendapatan, Pengeluaran sehingga bisa mendapatkan kondisi keuangan tiap bulan (surplus/minus).

#salam nasgitel

Mengenal Reksadana

Financial Plan
—- mengenal reksadana —-

Tung Tunggal

Banyak salah pengertian karena bahasa yg mirip antara reksadana dan danareksa..
Danareksa (bumn) adalah perusahaan financial yg salah satu produknya berbentuk reksadana. Banyak pwrusahaan financial lain baik bumn maupun swasta yang menjual reksadana.

Reksadana dikelola oleh manajer investasi, yg mengumpulkan dana dari investor untuk diputar yg tujuannya mengoptimalkan profit.

Reksadana bisa tumbuh positif, bisa juga malah negatif tergantung kondisi pasar dan kepiawaian manajer investasi memutar uangnya.

Jenis reksadana:
1. Campuran
2. Pendapatan tetap (invest diobligasi biasanya)
3. Pasar uang
4. Terproteksi
5. Index
6. Dollar
7. Syariah
8. Penyertaan terbatas

Reksadana bisa dibeli sekaligus terus didiamkan, bisa juga dibeli tiap bulan seperti menabung (minimal pembelian kalau tidak salah 200 ribu).

Reksadana bisa dibeli diagen2 penjual, bank2 besar kadang ada agen yg menjual.. namun kadang ada juga yg tidak.

Reksadana bisa dijual setiap saat (kadang ada juga yg mempunyai term jika belum 1 tahun ada penalti). Harga RD mengikuti harga pasar pada saat dijual.

Saat ini saya pegang RD pendapatan tetap dan RD saham dengan model top up bulanan (auto debet).

#salam nasgitel

Trend Harga Saham

Seri Belajar Saham # 02 – Analisa Teknikal

Trend Harga Saham

Agustinus Yudho Wirajati

Sebelum masuk ke topik support dan resistant yang akan di share oleh mas Rachmat Kurniawan weekend ini, saya akan bridging dari topik sebelumnya (grafik saham) sehingga masuknya nanti lebih enak.

Ada tiga trend utama dalam pergerakan harga saham, sebagai berikut:
1. Uptrend – Trend naik
2. Downtrend – Trend turun
3. Sideway trend – Trend menyamping dengan pergerakan harga yang sempit

17202815_10212132395331344_646157760199454338_n

Uptrend biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk di bangun, ketimbang downtrend. Walaupun ada kasus kasus tertentu yang dapat memicu uptrend untuk dapat terjadi secara agresif dan dalam waktu yang singkat. Biasanya hal ini terjadi ketika ada berita yang membawa sentimen positif yang di response pasar dengan berduyun duyun membeli suatu saham, sehingga terjadi pergerakan naik yang cepat. Adalagi satu kasus yang dinamakan menggoreng saham, dimana ada dana masuk secara besar besaran untuk menggerakan harga supaya naik. Dan ketika pemain retail sudah banyak yang masuk, maka dana besar yang di awal masuk tadi segera di tarik keluar untuk realisasi profit. Hal ini meninggalkan para pemain retail pada posisi loss yang cukup besar. Oleh karena itu, sebaiknya kita mencermati terlebih dahulu ada apa gerangan suatu saham harganya bergerak naik dengan pesat dalam tempo yang relatif singkat.

17190888_10212132396571375_2625524116830223324_n

Downtrend biasanya terbentuk dengan sangat cepat sekali. Hal ini dapat dimengerti karena adanya rasa panik. Ketika berita dengan sentimen negatif diserap pasar, maka banyak trader yang melakukan “panic selling”. Hal ini berakibat pada penurunan harga saham yang sangat cepat. Volume perdagangan pada saat downtrend biasanya jauh lebih besar daripada uptrend.

17201317_10212132397491398_1582929644029193753_n
Sedangkan sideway trend biasanya terjadi ketika pasar berada pada kondisi netral, dimana tidak ada sentimen negatif ataupun positif yang berlebih. Sideway trend dapat juga dikatakan trend untuk menunggu apa yang akan terjadi (wait and see). Selama masa penantian ini, harga akan bergerak dalam rentang yang sempit. Semakin mendekati berita yang ditunggu tunggu, biasanya rentang pergerakan saham akan semakin kecil. Ketika ini terjadi, biasanya trader sudah bersiap siap untuk mengantisipasi pergerakan yang akan terjadi, baik naik ataupun turun. Pergerakan yang akan terjadi setelah menyempitnya rentang pergerakan harga biasanya akan cukup berarti.

17200957_10212132398571425_860848431730090778_n

Penarikan garis trend pada ketiga trend dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda. Pada uptrend, garis trend ditarik melalui bagian dasar (harga low) dari pergerakan harga. Garis ini bisa dikatakan sebagai garis yang men support pergerakan harga naik. Pada downtrend, garis trend di tarik melalui bagian atas (harga high) dari pergerakan harga. Garis ini bisa dikatakan sebagai garis yang membatasi (resistant) pergerakan harga saham untuk naik, dan mendorongnya turun. Sedangkan pada sideway trend, garis trend di tarik pada kedua bagian, yaitu bagian dasar (harga low) dan bagian atas (harga high) untuk melihat rentang pergerakan harga.

Monggo yang mau nambah dan bertanya.