Kopdar KV Jogja : Belajar ngeTEH

Setelah melewati proses penelitian, para ilmuwan akhirnya memiliki penjelasan mengapa teh hijau baik untuk otak. Menurut para ilmuwan, hal itu terletak pada sifat kimia dari teh hijau yang bisa mempengaruhi produksi sel-sel otak, sehingga bisa meningkatkan memori dan pembelajaran.

Hari ini kita mendapat ilmu teh dari pakar teh mas Bambang Lare Solo dalam acara The magic of tea. Tulisan mas Bambang ada juga di blog ini, silahkan simak disini., judulnya Teh-wangi-melati-teh-hijau-atau-teh-hitam.

Blogger Goweser Jogja

Minggu sore aku bersama anak-anak meluncur ke kedai teh lare solo untuk bergabung dengan teman-teman mengikuti acara “The magic of tea“. Wow…. acaranya pasti seru seperti yang pernah kuikuti di Bogor beberapa tahun lalu. Kalau dulu di Bogor mendengarkan bersama acara kopdar KV Jabodetabek, maka kali ini aku bergabung bersama KV Jogja.

Seperti biasa mas Bambang langsung ke inti acara, acara bertajuk “The magic of tes” inipun mengalir dengan sangat lancar, tahu-tahu sudah maghrib dan akupun harus meninggalkan acara ini. Suasana masih ramai dengan wawancara antara para peserta acara dengan mas Bambang lare Solo sang pendongeng teh, tapi aku harus sudah meluncur meninggalkan arena sharing “The magic of tea”.

Suasana kedai teh lare solo Jogja ini berbeda konsepnya dengan suasana di kedai teh Bogor. Di Jogja nuansanya mirip cafe yang berAC, sementara di Bogor lebih green karena memanfaatkan udara pegunungan dan suasana alam yang asri. Kedua tempat itu…

View original post 487 more words

Advertisements

Catatan saya tentang KLC Yogya 4 Juli 2011

Catatan saya tentang KLC Yogya 4 Juli 2011

Kemarin malam saya mengikuti pertemuan sebuah kelompok kecil alumni UGM (terwadahi dalam KLC) yang menghadirkan Mas Hikmat Hardono, Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar (bagi rekan2 yang belum pernah mendengar apa itu Indonesia Mengajar (IM), bisa coba baca halaman ini dan ini). Dalam pertemuan tersebut, Mas Hikmat Hardono berbagi kisah tentang IM.

Kisah dibuka dengan cerita tentang seorang Koesnadi Hardjasoemantri muda yang menginisiasi PTM (Pengerahan Tenaga Mahasiswa) – sebuah gerakan yang mengajak mahasiswa untuk membuka SMA dan menjadi guru di daerah terpencil. Pak Koes berangkat ke Kupang pada tahun 1950an. Silakan dibayangkan. Kupang. 1950an. Selama beberapa tahun beliau tinggal di sana. Dan sekembalinya dari sana, beliau membawa tiga orang siswa paling cerdas dari sana untuk berkuliah di UGM. Seorang di antaranya, Adrianus Mooi, kemudian menjadi Gubernur BI. Mengajar di ujung negeri dan mengubah jalan hidup banyak orang. Itu inspirasi yang mengilhami IM. Continue reading