Bakti Kami: Kepedulian Alumni UGM untuk Karimunjawa

Bakti Kami: Kepedulian Alumni UGM untuk Karimunjawa

 

IMG_7591.2
Foto: Harits Yunan

Pengurus Pusat Keluarga alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama), Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah, Pengurus Cabang (Pengcab) Jepara, Pati, dan Blora serta KAGAMA Virtual pada tanggal 13-15 November 2015 mengadakan acara bakti sosial yang dikenal dengan “Bakti Kami untuk Karimunjawa”. Acara diikuti oleh 86 peserta. Kegiatan dimulai dengan keberangkatan peserta dari Pelabuhan Kartini Jepara menuju Karimunjawa pada Jumat 13 November 2015.
Panitia acara adalah Satuan Tugas (Satgas) Kagama untuk Karimunjawa yang dikukuhkan dengan SK dari PP Kagama. Program kepedulian ini akan berjalan selama tiga tahun. Program tersebut berupa konservasi terumbu karang, pelayanan kesehatan, dan pariwisata di wilayah Karimunjawa. Acara ini mendapat dukungan dari UGM dan beberapa sponsor seperti PT KMI Wire and Cable, Perhutani, Brantas Abipraya, PT Sinergi Media Lestarindo, Bank Jateng, dan Jimmy & Associates.
Ganjar Pranowo, selaku ketua Kagama sekaligus Gubernur Jawa Tengah, membuka acara secara simbolik dengan pemukulan gong di Puskesmas Karimunjawa.
“Harapan kita agar Karimunjawa dapat dijadikan wilayah wisata yang maju tetapi juga tidak seperti daerah lainnya yang kurang memperhatikan budaya setempat. Wisata di sini harus tetap memperhatikan sopan santun lokal yang tetap harus dijaga,” Ganjar penuh semangat menyampaikan kepada peserta bakti sosial.
Selanjutnya, sambutan oleh Bupati Jepara H. Achmad Marzuki SE dan dilanjutkan sambutan ketua pelaksana Satgas, Heri Kustanto ST yang menjelaskan tentang latar belakang acara.

IMG_7560
Foto: Harits Yunan

Setelah itu Ketua Kagama dan peserta mengunjungi para pasien yang sedang dirawat di Puskesmas, lalu ke lokasi pantai untuk melepas beberapa penyu ke laut. Berdasarkan PP no 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, penyu merupakan hewan yang dilindungi. Penyu yang berada di darat ini awalnya karena terjerat jaring pukat nelayan, kemudian Balai Taman Nasional menyitanya. Atas inisiatif Satgas Karimun Kagama, penyu-penyu tersebut dilepas di laut bebas dan diberikan tanda/taging sesuai prosedur yang ada.
Untuk program konservasi terumbu karang, Ketua Kagama bersama tim selam UGM dan pemandu lokal yang berpengalaman, menyelam untuk melihat terumbu karang yang telah ditanam sejak 28 Oktober oleh tim selam UGM. Tujuan konservasi adalah memindahkan karang yang sudah ditanam ke nursey ground-nya, pemindahan ruang/tempat pembesaran, atau pemeliharaan karang yang sudah ditransplantasi.
Karimunjawa merupakan daerah kepulauan yang dikelola dengan manajamen Taman Nasional dan diatur berdasarkan zonasi, secara konservasi bisa disebut lahan basah (wetland) berupa hamparan hutan Mangrove. Selain konservasi terumbu karang, tim selam juga melatih peserta bagaimana cara menyelam yang benar sesuai dengan prosedur.
Untuk program kesehatan, Satgas Kagama memberikan pelayanan kesehatan secara gratis ke masyarakat di sekitar Karimunjawa. Tim kesehatan terdiri dari 10 dokter gigi, 2 dokter umum, 2 dokter kandungan, dan 1 dokter THT. Mereka melakukan penyuluhan dan bakti sosial kesehatan. Dalam sehari total pasien sebanyak 215 orang. Untuk yang periksa gigi sebanyak 54 orang, THT 9 orang, kebidanan dan kandungan 37 orang, dan periksa kesehatan umum sebanyak 17 orang. Untuk pemeriksaan gigi juga dilakukan di Sekolah Dasar yang diikuti oleh 300 orang dan yang dilakukan tindakan sebanyak 150 orang. Terkait dengan kebidanan dan kandungan diadakan edukasi dan pemeriksaan ibu-ibu hamil dengan risiko tinggi.
Untuk program pariwisata, diselenggarakan dialog dengan warga tentang pentingnya menjaga kelestarian Karimunjawa dan mempertahankan kearifan lokal yang baik sebagai nilai penting pariwisata. Selain itu, diselenggarakan pelatihan tata kelola homestay dan dialog dengan operator tur lokal untuk menciptakan paket pariwisata yang inovatif. (Aji)

Advertisements

BAKTI KAMI… MBANGUN KARIMUN JAWA….

​BAKTI KAMI… MBANGUN KARIMUN JAWA….

photo

Kawan-kawan sekalian,
Kagama Virtual MENGUNDANG partisipasi teman teman untuk HADIR dan BERPERAN SERTA AKTIF dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kagama Virtual bekerja sama dengan PP Kagama – Kagama Pengda Jateng dan Kagama Pengcab Jepara.

Kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan kegiatan yang berkelanjutan sebagai perwujudan semangat “BAKTI KAMI” dengan tema “Mbangun Karimunjawa”.

Kegiatan tersebut meliputi:
1. Bidang kepariwisataan, berupa Pelatihan bagi Pelaku Pariwisata Karimunjawa

2. Bidang Konservasi Ekosistem Laut, berupa: Penanaman Terumbu Karang, Pelepasan Tukik dan Penanaman Mangrove

3. Bidang Pengabdian Kesehatan Masyarakat, berupa: Pemeriksaan dan Pengobatan Kesehatan, Pemeriksaan Gigi, Penyuluhan Kesehatan.

4. Bidang Pengabdian Umum berupa Pasar Murah dan Pentas Hiburan

Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Kagama/Gubernur Jawa Tengah yang BERSAMA KITA mewujudkan semangat BAKTI KAMI dengan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

WAKTU KEGIATAN.
Tanggal berangkat : Jumat, 13 Nov 2015 – jam 08.00 dg titik kumpul di Kagama Jepara, menuju Karimun

Tanggal kembali : Minggu 15 Nov 2015- jam 14.00 tiba di Jepara (dengan demikian para peserta dapat mengatur jadwal selanjutnya menuju ke kota asal)

BIAYA.
Iuran wajib – IDR 1,125,000/peserta untuk:
1. Tiket kapal Jepara-Karimun (2/)PP
2. Hotel/penginapan (2 malam)
3. Makanan box (5 kali)
4. Makan makan dan mbakar ikan pada hari Sabtu malam, tgl 14 Nov
5. Kaos lengan pendek
6. Kaos lengan panjang
7. Topi
8. Drybag – untuk melindungi barang2 dari air
9. Paket wisata keliling pulau Karimun

Biaya ini belum termasuk:
– Tiket pesawat/kreta/travel dari masing-masing kota asal dan biaya transportasi Semarang – Jepara – Semarang (dengan menggunakan mobil carter).
– Transport Smg-Jpr-Smg akan di koordinasikan dengan panitia, tetapi transport dari masing-masing kota asal menuju ke Semarang mesti diatur oleh masing-masing peserta – panitia hanya memberikan pilihan yang ada.

KEGIATAN.
Jumat, 13 Nov 2015 – daftar ulang, perjalanan ke Karimun, wisata keliling pulau, snorkeling, feeding baby shark, ditutup dengan temu kawan dan tokoh karimun

Sabtu, 14 Nov 2015 – acara baksos di bidang layanan kesehatan, penyuluhan, pendidikan pariwisata, jalan-jalan dsb.

Ada kegiatan extra berupa penanaman terumbu karang, penanaman mangrove, mangrove trekking, pelepasan tukik – tetapi ada biaya tambahan untuk ini (IDR 400,000 untuk penanaman terumbu karang dan IDR 300,000 untuk mangrove – karena ada material, biaya sewa alat selam, sewa kapal dst.)

Malam hari ditutup dengan mbakar ikan, panggung musik, temu keluarga Kagama Jateng dan Jepara.

Minggu, 15 Nov 2015 – souvenir time, jam 11.00 berlayar kembali ke Jepara.

CATATAN.
Saat ini sedang diusahakan untuk mendapatkan sponsor, dengan demikian diharapkan akan dapat mengurangi pos-pos biaya yang ada.
Kami juga menerima donasi pribadi untuk konservasi terumbu karang (jangka panjang).

PENDAFTARAN.
Di trit Kavir, atau kontak:
1. Aroem Naroeni 0815.1432.6180
2. Lestari Octavia 0812.1816.0350
3. Utty Damayanti 08111.4949.57

Biaya pendaftaran (uang muka) Rp. 200,000.-
Sisanya dapat di lunasi tgl 2 Nov 2015
Pembayaran:
BCA an. Utty Damayanti
Account: 523.514.5569
Konfirmasi pembayaran ke 08111.4949.57

Gathering UGM dengan Mitra Pemberi Dana Beasiswa

Gathering UGM dengan Mitra Pemberi Dana Beasiswa

Aloha.

bea1

Selasa kemaren, mendadak siang-siang aku telepon dari nomer Jakarta. “Wah, siapa nih?” pikirku. ”Jangan-jangan sales kartu kredit dari Bank X yang tidak mudah menyerah itu.” Setelah diangkat ternyata aku telah suudzon tingkat dewa, dari Mas Komo teman-teman. Mas Komo mengabarkan bahwa ada acara gathering UGM dengan pemberi beasiswa. Nah, berhubung Mas Komo, Mbak Aroem, dan teman-teman senior lain pada nggak bisa, akhirnya diutuslah aku yang cupu ini untuk ikutan.
Acara gathering ini dimulai Jumat siang di Wisma MM UGM. Kebetulan sebelum masuk ruangan, aku sempat bertemu dengan perwakilan salah satu bank ternama. Beliau cerita sedikit soal masalah yang ditemui dalam penyaluran beasiswanya. Wah selama ini kupikir pemberian dan penyaluran beasiswa itu adalah hal yang sederhana, namun ternyata enggak juga.

bea2Sekitar pukul 2 siang, Prof. Ir. Dwikorita, MSc. Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, hadir membuka acara. Dengan gaya yang santai, menyenangkan, dan mudah diikuti, beliau menceritakan harapan dan peluang pemberian beasiswa maupun kerja sama. Misalnya harapan mengenai lebih meratanya peruntukan beasiswa sehingga tidak terkonsentrasi di fakultas tertentu. Kemudian bahwa selain dana beasiswa, kerja sama juga bisa dilakukan dengan lokakarya (workshop), pelatihan, dan sebagainya yang bersifat peningkatan soft skill. Selain itu pun tidak perlu melulu soal intelektualitas, kerja sama juga bisa dilakukan soal kesehatan. Contohnya BNI Park yaitu taman khusus berisi jajanan sehat atau BCA yang menyerahkan 1 set gamelan untuk UKM. Hmm, Kagama Goes Green kemaren kayaknya juga masuk kategori ini kan ya?

Sesudah sesi pembukaan, ada paparan Program Beasiswa di UGM yang disampaikan oleh Dr. Drs. Senawi, MP. Beliau antara lain menyampaikan bahwa beasiswa diberikan pada sekitar 12 ribu dari total sekitar 57 ribu mahasiswa UGM. Jumlah absolutnya sangat fantastis dan sebagian besarnya berasal dari Bidik Misi Depdikbud. Salut untuk Depdikbud. Oya mengenai peruntukan beasiswa tadi, berdasar data Dr. Senawi, kulihat yang banyak menerima beasiswa adalah Vokasi, Isipol, Kedokteran, Hukum, serta Ekonomika & Bisnis. (Btw, bisa jadi konsentrasi ini cukup wajar karena bar jumlah mahasiswa fakultas terkait pun tinggi. Sayang slide-nya agak terlalu cepat diganti, jadi aku gak sempat baca datanya dengan lengkap. #alasan)

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan program pemberi beasiswa. Presenter pertama adalah Dr. Laurensius Manurung mewakili Beasiswa BUMN dan beliau ini adalah Direktur Keuangan PT Angkasa Pura 2. Wah, banyak tamu penting ternyata. Beliau menyampaikan bahwa sesuai dengan nota kesepahaman antara Menteri BUMN dengan 27 rektor universitas negeri di Indonesia maka disediakan dana 85 miliar untuk pemberian beasiswa selama 4 tahun (asumsi lama kuliah optimum). Pembagian beasiswa ini dilakukan berdasar populasi mahasiswa universitas yang bersangkutan. UGM sendiri memperoleh alokasi dana 6 miliar. Yang menarik, 1,3 miliarnya belum tersalurkan, padahal tahun 2013 ini merupakan tahun penghabisan untuk program yang dimulai sejak 2009 ini.

bea3Sesudah Dr. Laurensius Manurung, paparan program dilakukan oleh Bapak Yanuar Tomy, Direktur SDM PT Tenaris. Program mereka ternyata merupakan bagian dari program internasional beasiswa Roberto Rocca, yang ditujukan khususnya untuk mahasiswa bidang teknik. Menarik juga sih lihat program beasiswa internasional ini. Pendaftar di Indonesia, misalnya, perlu punya IPK min. 3,25, lancar berbahasa Inggris, dantidak boleh mengambil cuti dalam 2 tahun terakhir.

Kemudian ada paparan sejarah, visi, misi, dan kebijakan UGM dari Ir. Muhammad Sulaiman, MT, Ph.D. Ada 2 hal yang menarik dari sesi ini. Pertama, Doktor Sulaiman menunjukkan gambaran desain Gedung Pusat UGM oleh Ir. Hadinegoro. Wah, luar biasa bagus dan megah, apalagi kalau mengingat gedung itu dibuat zaman Indonesia masih susah. Kedua, beliau juga menyampaikan visi kerakyatan UGM, terutama bagaimana UGM beraspirasi menjadi contoh dan juga teladan bagi masyarakat sekitar. Ini visi yang agak jarang kita dengar bila dibandingkan dengan cita-cita World Class University. Namun entah kenapa, ketika mendengar beliau menyampaikan ini semua rasanya seperti melihat founding fathers-nya UGM, ada kebanggaan tulus dan kemuliaan mimpi di sana.

bea4Tidak terasa, waktu akhirnya menjelang malam dan peserta dipersilakan beristirahat sebentar. Pukul 7.30 malam, kami ke Balairung dan di sana disambut dengan acara… makan malam. 😀 Saat itu, di panggung juga dipertunjukkan Tari Gambyong oleh mahasiswa UKM. Tidak lama kemudian, ada testimoni mahasiswa-mahasiswa penerima beasiswa. Menarik sekali mendengarkan mereka yang sangat berterima kasih atas beasiswanya namun masih sempat menyebarkan semangat dan antusiasmenya untuk membangun Indonesia.
Kami kemudian mendengarkan sambutan Prof. Dr. Pratikno, MSoc.Sc, Rektor UGM. Beliau terutama sekali bercerita mengenai peran UGM sebagai universitas nasional, di mana mahasiswa-mahasiswa dari berbagai daerah bertemu dan berkumpul di sini untuk menjadi orang Indonesia. Salah satu sarana untuk memenuhi peran ini adalah pembangunan asrama untuk mahasiswa baru. Namun ini sepertinya merupakan undangan sumbangan dana untuk entitas-entitas besar, mengingat asrama yang mulanya dibangun oleh Depdikbud ini bernilai Rp5,7 triliun. Soal pembangunan asrama ini kemudian mendapat tanggapan langsung dari perwakilan Dirjen Dikti, Dr. Widyo Winarso, yang juga hadir untuk memberi sambutan sebagai perwakilan pemberi dana beasiswa.
bea5Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Gadjah Mada Chamber Orchestra dan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pemberi beasiswa serta foto bersama perwakilan pemberi beasiswa dengan Prof. Pratikno, Rektor UGM, dan Dr. Widyo Winarso dari Dikti.Salah satunya tentu saja Kagama Virtual. Salut buat teman-teman. Semoga amal baik ini bisa terus dan makin berkembang.

bea7

Demikian laporanku.Ciao.

arie rahayu

LOMBA CERPEN KAGAMA Virtual

Dalam Rangka Dies Natalis Universitas Gadjah Mada yang ke – 64, KAGAMA VIRTUAL menyelenggarakan lomba cerpen.

TEMA : “Kisah masa-masa kuliah (Isih Penak Jamanku tho?)”
SUB TEMA : Cinta, Persahabatan,Perjuangan, Kemanusian, Keindonesiaan, Apresiasi Budaya.

HADIAH :
Juara I : 3 juta+hadiah dari sponsor
Juara II : 2 juta +hadiah dari sponsor
Juara III : 1 juta + hadiah dari sponsor
Harapan I : 500 ribu + hadiah dari sponsor
Harapan II : 500 ribu + hadiah dari sponsor
Harapan III : 500 ribu + hadiah dari sponsor
Favorite : 1 juta + hadiah dari sponsor

Dari 10-15 cerpen yang layak akan dipilih untuk dijadikan antologi cerpen pemenang dan dibukukan. Buku kumpulan cerpen akan diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo dan dipasarkan di 103 outlet Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Sekaligus didistribusikan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang dipilih.

KRITERIA PENILAIAN :
1. Konten : berisi nilai-nilai positif yang mencerahkan dan member inspirasi tentang pluralism, keadilan, kebangsaan, kepedulian dan sebagainya
2. Teknik bercerita dan bahasa

KETENTUAN LOMBA :
1. Lomba dibuka untuk umum
2. Peserta perseorangan
3. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul.
4. Karya berupa tulisan fiksi (idenya bisa dari pengalaman nyata) dan hasil karya sendiri. Apabila kemudian hari ditemukan adanya plagiasi, peserta bertanggungjawab penuh.
Karya belum pernah dipublikasikan oleh penerbit indie maupun major. Apabila hanya diposting di media elektronik seperti blog maupun notes Facebook, diperbolehkan.
5. Tulisan tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung suku, ras, agama, porno, dan unsur lain yang dinilai kurang pantas serta melanggar segala UU yang berlaku. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

FORMAT PENULISAN:
1. Panjang naskah 6-15 halaman, kertas A4, font Times New Roman 12, spasi 1,5.
2. Lampirkan biodata (identitas diri) dalam bentuk narasi/paragraf dalam file yang berbeda. Lengkapi alamat, nomer telepon/ponsel, dan email aktif.
3. Nama file ditulis: kategori lomba-judul-nama penulis (contoh: Cerpen-Cintaku di Kampus Biru-Ashadi Siregar).
4. Kirim cerpen beserta lampiran biodata via email ke: lombacerpen@kagamavirtual.com dan cerpenkagama@yahoo.com
Dengan format pengiriman: subyek email ditulis Cerpen-nama lengkap penulis (contoh: Cerpen-Ashadi Siregar). Pada badan file diisi dengan nomor telepon penulis dan judul.

JADUAL LOMBA :
1. Pengiriman terakhir cerpen: Senin, 11 November 2013
2. Penentuan pemenang Minggu 17 November 2013 – termasuk cerpen yang layak dimasukkan antologi.
3. Pengumuman pemenang, peluncuran buku dan pentas budaya, Sabtu 14 Desember 2013.

JURI:
Juri terdiri dari :
1. Wahyu W Basjir
Peneliti, aktivis LSM, pekerja dan pengapresiasi sastra dan musik; Alumnus F.Ekonomi
2. Tulus Wijanarko
Wartawan Tempo, penulis puisi; Alumnus F. Ekonomi
3. Sopril Amir
Aktivis LSM, pengapresiasi sastra, pembaca aneka rupa Alumnus F Isipol
4. Andreas Maryoto
Wartawan Kompas, penulis pertanian, pangan dan kuliner; kolektor dan pengapresiasi sastra; Alumnus F.Tekhnologi Pertanian
5. Suluh Pratitasari
Traveller, pebisnis travelling, penulis cerpen; Alumnus F Sastra
6. Dwi Nastiti Arumsari
Wartawan media kampus Bulaksumur, PNS, penulis cerpen; Alumnus F Isipol
7. Sulastama Raharja
Geologist, kolektor dan pengapresiasi sastra; Alumnus F Tehnik.

Contact Person Lomba Cerpen: aroem.naroeni@kagamavirtual.com

Press Release: Kagama Virtual Peduli – BERTEMU DAN BERBAGI DI BUKIT DURI

Press Release

Kagama Virtual Peduli

BERTEMU DAN BERBAGI DI BUKIT DURI

Jakarta 27 April 2013 – Hari ini, warga Kampung Melayu kecil, Kelurahan Bukit Duri bergembira menerima kedatangan sekelompok alumni dari Universitas Gadjah Mada di Jakarta ke kampungnya untuk bertemu dan berbagi kepedulian atas nasib kampung mereka yang dikenal sebagai kawasan banjir. Kepedulian para alumni yang berhimpun dengan nama Kagama Virtual Peduli tersebut diwujudkan dalam kegiatan pemberian sumbangan dan penyuluhan. Acara dimulai dengan praktek Sains anak untuk anak-anak SD Perguruan Rakyat 2 kemudian disusul dengan pentas musik dan penyuluhan AIDS serta ditutup dengan penyuluhan dan praktek penyusunan makanan yang memenuhi gizi keluarga terutama bagi yang mempunyai Balita. Semua penyelenggaraan acara tersebut termasuk pembagian paket sembako bagi warga adalah murni sumbangan para anggota KAGAMA yang dikumpulkan melalui KAGAMA VIRTUAL. Aktivitas bantuan ini memang tidak lagi menyasar langsung situasi tanggap banjir.

Alfian Rasyid, Ketua Panitia kegiatan KV Peduli, menjelaskan, sebelum membantu, mereka terlebih dulu berkonsultasi dengan masyarakat tentang jenis bantuan yang paling mereka butuhkan. Dari konsultasi, KV Peduli menemukan masyarakat Bukit Duri ini sudah cukup tanggap terhadap banjir dan cara menghadapinya.Karena itu, mereka lebih menginginkan bantuan untuk menghadapi masalah sosial mereka di bidang pendidikan anak dan remaja. Dari hasil konsultasi tersebut, pegiat KV Peduli kemudian memutuskan untuk member bantuan berupa pemberian sumbangan untuk kegiatan sekolah dan penyuluhan tentang pemenuhan gizi keluarga dalam situasi bencana. Kegiatan berlangsung di SD Perguruan Rakyat 2, di Jalan Kampung Melayu kecil 1, Tebet, Jakarta Selatan. “Kagama Virtual memilih memberikan bantuan untuk bersama-sama belajar lebih tanggap terhadap banjir, mencegahnya dengan segala potensi yang dapat diberdayakan di dalam masyarakat itu sendiri,” jelas Alfian.

Ibu Nuryati, Kepala Sekolah SD Perguruan Rakyat 2 menyatakan kegembiraannya atas kegiatan bakti sosial KV ini. Dia berharap kegiatan semacam ini bisa lebih banyak sehingga membantu menumbuhkan rasa kebersamaan antar sesama warga Jakarta.

Panitia pengarah KV Peduli, SandhyaYudda, menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun hubungan dengan masyarakat di Kampung Melayu Kecil ini secara berkelanjutan. Kedepan, alumni UGM yang berasal dari berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat bekerjasama untuk menjadikan kegiatan ini sebagai proyek mikro dalam mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia dan mewujudkan visi KAGAMA untuk mensejahterakan rakyat. “Memang kegiatan ini terhitung kecil, tapi kami berharap ini bisa jadi pemicu untuk kegiatan yang lebih besar dan berkesinambungan dari Kagama di Jakarta serta menginsiprasi suatu bentuk kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat perkotaan.“ kata Sandhya lagi.

Catatan untuk editor :
KAGAMA VIRTUAL adalah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada yang banyak berkoordinasi dan berdiskusi di jaringan sosial media melalui grup:

FaceBook (KAGAMA),
Milis (alumniUGM@googlegroups.com),
Website (www.kagamavirtual.com)
Twitter (@kagamavirtual)

Informasi lebih lanjut:

Alfian Rasyid. (alfianrasyid@gmail.com, no tlp : 081227508313 )

KV Peduli Banjir Jakarta

Rekening Kagama Virtual (KV) Peduli Banjir Jakarta :
BCA An. Heni Hendriyati.
No. 8990369934. (konfirmasi pengiriman dana via SMS ke ponsel Heni 08158207176)
Rekn. Mandiri a.n AA Sagung Indriani Oka.
No. 1660.0002.07498. (konfirmasi pengiriman dana via SMS ke ponsel Indri 081804050864)

Blogger Goweser Jogja

Gerakan Peduli Banjir Jakarta langsung terbentuk sore ini begitu melihat kondisi lapangan yang makin memprihatinkan. Berita perkembangan terbaru dari BMKG mengindikasikan hujan dan banjir akan terus berlangsung selama tiga hari ke depan. Diperkirakan keadaan banjir akan terus berlangsung esok hari dan mungkin akan lebih buruk dari hari ini. Joko Wi juga sudah mengumumkan kondisi Jakarta ada pada status kondisi tanggap darurat. Dari liputan 6 SCTV kita tahu apa yang diucapkan Joko Wi tentang Jakarta.

“Karena kondisi seperti ini, mulai hari ini sampai tanggal 27 Januari 2013, kami nyatakan posisinya tanggap darurat,” kata Joko Wi usai rapat gabungan dengan Menko Kesra, Agung Laksono, BNPB, BMKG, dan Kementerian PU.

Rekening untuk membantu penyaluran dana ke korban banjir segera ditentukan dan inilah keputusan dari panitia “KV Peduli Banjir Jakarta” :

Rekening Kagama Virtual (KV) Peduli Banjir Jakarta :
BCA An. Heni Hendriyati.
No. 8990369934. (konfirmasi pengiriman dana via SMS ke ponsel Heni 08158207176)
Rekn…

View original post 281 more words

#KagamaGoesGreen : Donor Darah 8 Desember 2012

Acara donor darah memang selalu menakutkan bagi yang belum pernah melakukannya, tapi sangat menyenangkan bagi yang sudah pernah melakukannya. Bagaimana tidak menarik, kegiatan DD (Donor Darah) adalah kegiatan yang menbuat badan kita semakin sehat dan efek sampingnya adalah mengalirnya pahala buat kita.

Blogger Goweser Jogja

“#KagamaGoesGreen : Donor Darah jadinya tanggal berapa mas Eko?”

“Tanggal 8 Desember 2012 mas”

“Mas Herry Zudianto, mantan Walikota Jogja apa ikutan?”

“Insya Allah ikutan mas. Beliau kan bosnya PMI DIY, jadi mestinya ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah dalam rangkaian kegiatan KagamaGpoesGreen ini”

“Siip mas, semoga sukses ya mas”

“Amin. Ikutan donor darah kan mas?”

“Hmm… mas Eko ikut juga ya?”

Nah kalau sudah bicara masalah ini, aku jadi kehabisan kata-kata. Harusny akujawab ikut, tapi aku pasti tidak ikut, jadi njawabnya harus mengambang. Seolah ikut tapi tidak ikut.

“Kenal mas Syaukat Ali dosen UGM? Nah dia yang menginspirasiku untuk selalu ikut donor darah dimanapun berada”

Jawaban ngambang itu seolah-olah menegaskan kalau aku suka acara donor darah dan ikut acara donor darah dimanapun acara iotu dilakukan. Padahal aku sama sekali tidak bisa lagi ikut menjadi pendonor.

Tahun 80an aku masih aktif ikut donor darah, tapi sejak aku divonis carrier hepatitis…

View original post 392 more words