Goresan Langkah Kagama Virtual di Facebook

~Goresan Langkah Kagama Virtual di Facebook~

Kebutuhan-kebutuhan Alumni

Di masa lalu yang belum terlalu lama, saya menuliskan di milis kagamamuda, kebutuhan seorang alumni UGM terhadap KAGAMA itu hanya ada tiga:
1. Berita mengenai kampus
2. berita mengenai kegiatan dan keberadaan alumni lain dan yang terakhir
3. Ruang interaksi antar alumni.

Tulisan itu saya tulis dalam diskursus setelah terpilih ketua yang baru sekarang terpilih. Mungkin tulisan saya terlalu menyederhakan terhadap ekspektasi terhadap organisasi alumni sebesar KAGAMA, namun ya itu hanya sekedar gagasan kecil dari seorang buruh kecil yang jauh dari hiruk pikuk ibukota, dan tidak mengikuti perkembangan KAGAMA.

Sekitar pertengahan tahun lalu, saya berdiskusi dengan Mas Rovicky Dwi Putrohari, mengenai nostalgia KKN di dunia maya, dokumentasinya ada di https://kagamavirtual.com/2011/04/14/nostalgia-kebersamaan-selama-kkn-ugm/ . Intinya adalah bagaimana membuat ruang diskusi di dunia supaya kebersamaan selama KKN terjaga dan terbiasa diksusi multi disiplin socio-economi-legal-tehnik dll menjadi koheren tetap terjaga. Saya kemudian membuat milis alumniugm@googlegroups.com, yang kemudian diaktifkan oleh Mas Uda Ferizal Ramli, THS Tri H Sulistiyo, mbak Destina Kawanti dkk. Dan sekitar akhir tahun lalu, saya membuat grups ini bersama-sama dengan Yulianto Eko Rakhmat, Mas Uda Ferizal Ramli, dan berusaham membesarkannya bersama-sama dengan admin lain Wahyu W. Basjir Mas Bambang N Karim Nurcahya Priyonugroho Bintang ‘Bibien’ Wisnuwardhani mBak Destina Kawanti Mas Israr Ardiansyah Mas Nurhadi dan admin-admin yang lain, sampai di titik saat ini.

Seperti sudah kita ketahui bersama, Tujuan Groups ini adalah tempat menyambung silaturahmi buat siapapun, yang pernah mengenyam pendidikan di UGM betapapun sebentarnya, sebagai media bertukar pikiran dan aksi nyata buat meningkatkan solidaritas alumni dan kemajuan Kampus. Tujuan dari Facebook Groups KAGAMA ini adalah untuk menjalin silahturahmi dan bertukar informasi yang akhirn…ya dimungkinkan terjalin kerja sama semakin erat antar keluarga besar alumni Gadjah Mada demi kepentingan alumni, almamater dan keuntungan positif lainnya. Saya yakin Anda pasti sudah pernah membaca dan atau melihat dari paragraf ini, kalau belum mungkin sekarang saatnya Anda membaca, atau kalau tidak sempat, admin memasangnya di bagian kanan atas di bawah member, pada bagian deksripsi grups ini.

Saya tidak tahu, apakah tujuan dari groups ini sudah tercapai, semuanya berpulang kepada ekspektasi dan kontribusi pribadi kita masing-masing terhadap keberadaan grups ini. Sebagai pribadi, grups ini sudah menjawab sedikit dari kebutuhan saya sebagai seorang alumni UGM, berita dari kampus, berita kegiatan dan keberadaan alumni, dan ruang interaksi di antara alumni. Disampaing ekspektasi kecil saya tadi, jejaring virtual kita sudah menghasilkan sedikit aksi-aksi positif, seperti beasiswa KAGAMA, pertemuan-pertemuan alumni berbagi kota, ruang belajar buat alumni-alumni yang masih muda, dan persahabatan2 baru atau yang sebelumnya pernah terjalin.

Mengenai keberadaan grups ini, saya sudah mendiskusinya dengan Sekjen PP Kagama, Pak Prof Budi Wignyosukarto, dokumentasinya ada di https://kagamavirtual.com/2011/03/14/laporan-pisowanan-kagama-virtual-ke-pp-kagama/ , intinya adalah instrumen2 virtual yang dibuat adalah untuk “ngaruhke, nguwongke dan ngopeni” jejaring alumni UGM dan tidak dianggap liar oleh PP KAGAMA. Tindak lanjut dari pertemuan ini adalah penggunaan http://kagama.net/ sebagai domainnya majalah resmi KAGAMA (saya baru berhasil mengunggah 2 edisi), dan diperkenankan menggunakan nama beasiswa KAGAMA untuk dana yang digalang teman2 (saat ini ada dana 53 jt di rekening dan sedang menunggu kandidat penerima dari rektorat). Dalam satu kesempatan, saya juga sempat diajak makan siang oleh Pak Rektor, karena jejaring2 virtual alumni, yang salah satunya adalah grups ini, dokumentasinya ada di https://kagamavirtual.com/2011/06/05/makan-siang-bersama-pak-rektor-ugm/ , dan salah satu hasilnya adalah pages gadjah mada university yang dicreate dan dikelola oleh teman-teman sekarang sudah dilink-kan ke web http://ugm.ac.id/, jadi UGM sekarang memiliki fans pages yang membernya ~64500 orang. Saya juag sempat sowan lagi ke PP Kagama, ketika nembung agar sekretariat PP Kagama di Jogja bisa digunakan untuk aktivitas teman2 KLC Jogja (Kagama Learning Community).

Kembali ke groups ini, dengan jumlah anggota yang 4300-an, mungkin merupakan salah satu aset yang potensial dalam membangun solidaritas alumni, seperti tujuan adanya groups ini. Saya percaya dan yakin admin sudah bekerja keras untuk mencapai tujuan itu, dan andaipun dari tujuan dan fungsi groups ini belum tercapai, menjadi kewajiban kita semualah untuk memberikan kontribusi positif dan menjaga agar tujuan tersebut tetap tercapai. Teman-teman yang menjadi admin, bekerja hanya berdasarkan passion dan kerja sosial tanpa imbalan apapun, dan saya sangat menghargai kerja keras mereka semua, dan saya masih percaya dengan mereka untuk bersama-sama mengelola groups ini kedepan.

Selama ini (meskipun diskusi mengenai aturan diantara admin sudah berlangsung lama), kami admin mempercayai aturan baku belum diperlukan dalam groups ini, karena kami yakin members-members groups ini adalah alumni UGM yang well educated, memiliki intelektualitas yang tinggi, memahami netiket dan bisa menjaga ketertiban dalam ruang interaksi yang tersedia. Dan kalau seandainya ada yang kurang bisa memanfaatkan kepercayaan yang kami berikan, admin akan mengambil peran yang lebih aktif untuk mengelola groups ini agar tujuan tercapai, dan tentusaja itu butuh kontribusi positif dari setiap member ini. Dan sekali lagi salut buat seluruh Admin yang sudah bekerja dengan luarbiasa sehingga menjadikan grups ini menjadi seperti saat ini.

Monggo kita lanjutkan kontribusi positif dari seluruh anggota,

salam,
Sulastama Raharja
~disela-sela tenggat thesis dan driiling schedule~

 

Advertisements

Perlukah menguasai bahasa Inggris dengan baik?

Perlukah menguasai bahasa Inggris dengan baik?

Beberapa tahun yang lalu, saya berdiskusi dengan teman kantor saya di Talisman (OK) mengenai penguasaan bahasa Inggris. Menurutnya, kalau saya mau bekerja di luar negeri seperti petronas, aramco atau perusahaan lain di mid-east, saya perlu meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisku, sementara kalau tetap di Indonesia perlu ndak perlu. Dan seperti sudah …sama-sama diketahui, saya bekerja di perusahaan yang sekarang, dimana bahasa Inggris digunakana dalam surat menyurat, administrasi, pertemuan resmi dan berbicara dengan expatriate. Sayangnya perbincangan sehari-hari menggunakan bahasa Jawa, Minang atau bahasa (indonesia) yang membuatku tidak terpaksa meningkatkan kemampuan Bahasa Inggrisku.

Dengan kemampuan bahasa Inggris yang ala kadarnya, beberapa kali saya terbentur pada realitas yang kurang menyenangkan. Pertama ketika saya berganti direct supervisor menjadi orang expat yang memaksa saya harus mengimprove kemampuan komunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Pengalaman berkomunikasi dengan native dalam dunia kerja, ternyata meningkatkan kemampuan dan kepedean menggunakan bahasa Inggris, mungkin kaena mereka sabar dan mengapresiasi usaha kita yang bahasa ibunya bukan itu.

Benturan berikutnya, yang membuatku harap-harap cemas adalah persyaratan masuk magister petroleum geoscience yang mensyaratkan nilai toefl tertentu. Hal ini membuat saya blingsatan dan melakukan beberapa usaha antara lain mengikuti test toefl di lembaga bahasa ugm tanpa persiapan, memborong buku-buku toefl, latihan toefl dengan audio visual dan mengikuti les trik-trik mengerjakan toefl yang diasuh oleh istri teman kantor. Hasil dari usaha itu tidak sia-sia, meskipun tidak bisa dibilang bagus, hanya sekedar memenuhi syarat masuk S2, dan nilainya sama dengan hasil di lembaga bahasa ugm.

Ternyata, benturan belum juga usai, karena ketika kuliah sambil kerja, hampir semua bahan kuliah dan literatur menggunakan bahasa Inggris, juga bahan-bahan tugas. Saya sangat terbantu dengan kemudahan mendapatkan paper yang difasilitasi kantor, dan tentu saja google translate. Meskipun google translate jauh dari memadai hasilnya, namun cukup membantu ketika mentranslate soft copy paper-paper. Seiring dengan perjalanan waktu, kemampuan membaca paper aslipun meningkat, dan tugas-tugas pun jadi mudah dikerjakan.

Hari-hari ini, ketika berinteraksi dengan native yang menggunakan bahasa Inggris, saya punya waktu untuk melihat kenapa benturan-benturan itu terjadi. Secara alamiah kemampuan bahasa saya tidak jelek-jelek amat, bahkan bisa di katakan bagus, sampai semester 1 kelas 3 smp nilai bahasa Inggrisku 9 di rapor. Namun semenjak kelas 3 sampai lulus kuliah kemampuan bahasa Inggrisku dibilang pas-pasan.

Kemungkinan, salah satu penyebab kemampuan bahasaku yang pas-pasan disebabkan mental blocking yang terjadi sewaktu SMP tadi, sehingga saya menganggap bahasa inggris itu susah (dan memang susah). Mental blocking itu juga menyebabkan saya kurang confident menggunakan bahasa inggris sehingga lebih banyak pasif meskipun mengerti. Sebab yang lain ya kemalasanku untuk belajar dan tiadanya prasarana yang memadai. Dan untungnya, dengan kemampuanku yang pas-pasan, saya masih bisa bertahan di dunia kerja.

Yang mungkin perlu dipersiapkan, adalah kemampuan generasi penerusku, anak-anakku, yang akan berkompetisi di dunia yang lebih kompetitif. Mudah-mudahan kami tidak salah langkah dalam mempersiapkannya. Mudah-mudahan begitu pula dengan Anda.

Houston, 21 September 2011

Nikmatnya Anyang Paku saat Kopdar Syawalan “telat” Kagama Virtual Riau

Nikmatnya Anyang Paku saat Kopdar Syawalan “telat” Kagama Virtual Riau

Minggu, 2 Oktober 2011, saya dan Hery berangkat menuju RM melayu Rokan dari DBQ 201 Rumbai. Hari ini kami mengadakan syawalan KagamaVirtual (KV)  Riau, meskipun bulan syawal sudah berlalu, yang penting kumpul-kumpul untuk menjaga silaturahmi. Kebetulan badanku sudah enak setelah paginya diurut Pak Kamal dan sarapan bubur ayam-roti srikaya-dimsum ceker plus secangkir kopi O di Kim Teng. Kami berangkat dari Rumbai jam setengah sebelas, menggunakan Innova Hery dan sampai di RM Melayu Rokan jln Arifin Ahmad sekitar jam sebelas karena perjalanan lancar dan tidak macet. Ketika kami datang, baru ada 5 orang personel KV, bertujuh dengan kami jadinya. Yang sudah datang duluan Yassir, Anggoro dan Wahyu bersama dengan dua teman baru yang ternyata Gandhung dan Heru. Gandhung dan Heru baru pertama kali datang kopdar, keduanya merupakan guru di Dharma Yudha dan mengetahui kopdar Kagama Virtual dari angkringan anglo. Sedikitnya kawan yang hadir, sudah saya duga disebabkan publikasi yang mendadak dan kesibukan masing-masing.

Anyang Paku

Continue reading

Kopdar Dadakan di Houston: Kebersamaan dalam 4 pounds Crawfish di Wild Cajun

Kebersamaan dalam 4 pounds Crawfish di Wild Cajun, Houston

Wild Cajun, 6533 Wilcrest Dr., Ste. 104, Houston, TX, 77072

Kamis 22 September 2011, saya janjian dengan Mas Arif Yudi untuk ketemu di hotel tempatku menginap. Saya pulang dari training jam setengah enam dan Mas Arif datang tepat jam enam. Kami kemudian ngobrol di kamarku. Saya dan Mas Arief sama-sama sekolah di SMA 3 Jogja dan Fakultas teknik UGM, dia di Elektro dan saya Geologi.

Sekitar jam 7, kami jalan-jalan menggunakan Doddge-nya Mas Arief. Mas Arief bekerja di Transocean, perusahaan pengeboran minyak sebagai drilling instrumentasi, sebauah profesi yang langka karena hanya ada 3 orang di dunia (?). Dia sedang ada pekerjaan di Houston selama 40 hari. Tujuan kami adalah menikmati crawfish yang merupakan salah satu makanan khas di sini.

Setelah putar-putar kota Houston, akhirnya kami sampai di Wild Cajun yang beralamat di 6533 Wilcrest Dr., Ste. 104, Houston, TX, 77072. Mas Arief biasa makan crawfish di sini bersama dengan boss Amerikanya. Kami kemudian memesan makan kami, yang berupa 4 pounds crawfish medium pedasnya, jagung godog dan french friesh, sedangkan minumannya coca cola.

Daftar Menu Continue reading

Makan Siang bersama Pak Rektor UGM

Makan Siang bersama Pak Rektor UGM

Mas-mas dan mBak-mBak ingkang satuhu kinurmatan, mumpung badan sudah agak enak dan pekerjaan agak longgar, saya mau nyahur hutang laporan makan siang dengan Pak Rektor UGM. Dulu baru saya posting foto2nya.

Kira-kira satu setengah bulan yang lalu, saya email-emailan dengan putra kedua Pak Rektor [Arkha, TE 2000], dan salah satu emailnya sebagai berikut: –  Quote :” ———- Forwarded message ———- From: Arkhadi Pustaka Date: 2011/4/1 wah kalo’ untuk sekretariat di dalem Bulaksumur kayaknya memang agak susah mas. Kemaren malah Papa nanyain mas Komo punya waktu ato enggak. Kalo’ pas panjenengan ke Jogja, Papa pengen ketemu sama mas Komo begitu … siapa tahu bisa dibicarakan langsung tentang macam-macamnya. begitu.” end of quote. Continue reading

Nostalgia kebersamaan selama KKN UGM

Nostalgia kebersamaan selama KKN UGM

Ngomong-ngomong masalah KKN, jadi mengingatkan perketikan saya dengan Mas Rovicky pada tanggal 20
Juli 2010, isinya sbb:
8:41 AM Rovicky: buat saja lah .. supaya terbiasa multi disiplin socio-economi-legal-tehnik dll menjadi koheren
kebersamaan selama KKN UGM mesti terus dipelihara
me: yang kagama@googlegroups.com ndak bisa, ada alternaif nama?
8:42 AM Rovicky: Alumni UGM
me: alumni-ugm?
Rovicky: tapi nanti subjectnya dikasi [KAGAMA]
me: coba dulu
8:44 AM pakai alumUGM atau alumni-UGM Mas?
8:47 AM Rovicky: alumni UGM saja
8:54 AM me: bisa Mas…
dah jadi alumni UGM, alumniUGM@googlegroups.com”  end of quote

Menurut Mas Rovicky, suasana diskusi lintas sektoral sewaktu KKN  dan kebersamaannya perlu dipelihara meskipun kita sudah lulus.

Banyak kisah indah yang mungkin pernah kita alami selama KKN. Jadi mari kita menuliskan nostalgia pada saat KKN dan membawa spirit kebersamaannya dalam memajukan dan mengembangkan milis ini.

note: saya jadi tahu kenapa Mas Arief kerasan di sini, karena suasananya bisa mengingatkan pengalaman mendapatkan pacar sewaktu KKN…. piss Mas Dab

untuk bergabung ke milis KAGAMA silahkan mengirim email ke alumniUGM+subscribe@googlegroups.com

Laporan Pisowanan KAGAMA Virtual ke PP KAGAMA

Laporan Pisowanan KAGAMA Virtual ke PP KAGAMA
 [ Foto : Mas Unggul Adri]

Mas-mas dan mBak ingkang satuhu kinurmatan,

Kamis 3 Maret 2011 saya dan Mas Unggul sowan Prof Budi Wignyo Sukarto di PP KAGAMA, untuk meminta saran agar kegiatan-kegiatan KAGAMA Virtual sejalan dengan program PP KAGAMA.Saya datang di PP KAGAMA jam 2.45, lebih cepat dari waktu janjian yang jam 3.00, tidak berapa lama kemudian Prof Budi WS datang dan kami langsung menuju sekretariat PPH KAGAMA.

Point yang pertama didiskusikan adalah beasiswa KAGAMA “virtual” . Awalnya beasiswa ini memakai nama KAGAMA dan kemudian ditambahkan “virtual” sampai memperoleh “restu” dari PP KAGAMA.

1. Saat ini sudah terkumpul dana sekitar 22 juta rupiah [akan diupdate setiap bulan oleh Mas Cahyo Raharjo]

2. Untuk penyaluran beasiswa ini, kita [pengelola keuangan] akan memberitahukan kepada PP KAGAMA berapa uang yang terkumpul dan akan dialokasikan untuk berapa mahasiswa, kemudian PP KAGAMA akan membuat kontrak dengan Rektorat [Pembantu Rektor Bidang Akademik] untuk program beasiswa pertahun dengan jumlah penerima sesuai dengan kemampuan keuangan. Rektorat UGM nantinya yang akan menyeleksi penerima beasiswa.

3. PP KAGAMA akan membuat surat “terima kasih” kepada pengelola, yang sekaligus merupakan pengakuan terhadap eksistensi program [dan kegiatan?]

4. Terjadi diskusi mengenai kapan diserahkan beasiswanya, menurut Prof Budi, uang yang ada saat ini dibagi dengan jumlah tertentu [misale sama dengan bidik misi diknas], kemudian dibuat kontrak dengan Rektorat mengenai jumlah mahasiswa yang memperoleh beasiswa. Sedangkan saya ingin menunggu dulu sampai dengan bulan Juni, melihat seberapa besar uang yang bisa dikumpulkan dan konsistensi dari pemasukannya, baru kemudian ditentukan berapa jumlah beasiswa yang bisa diberikan. Kami sepakat dengan pilihan yang kedua.

Continue reading