Dedikasi Tim Dokter Gigi Kagama untuk Karimun Jawa

Oleh: drg Fitri Arini

Dedikasi Tim Dokter Gigi Kagama untuk Karimun Jawa

Setelah berdiskusi panjang lebar akhirnya wacana tersebut dapat terealisasikan. Sebuah kegiatan sosial pun tercetus dan terlaksana pada medio November 2015. Karimun Jawa pun dipiliha, dikarenakan wilayah tersebut yang cukup terpencil, sangat membutuhkan bantuan dan bisa diakses relatif mudah oleh teman-teman KAGAMA. Pengda Jateng, Kagama dan Kagama Virtual akhirnya turun tangan buat program seperti: Konservasi terumbu karang, Pelayanan Kesehatan dan Pengembangan pariwisata.

12243565_10205310427982026_6072935521756326360_n

“tim dokter Kagama”

Acara Kagama “Goes to Desa“ ini didukung banyak pihak. Diantaranya ialah, Bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah dan selaku ketua dari Kagama. Diikuti pula oleh Sekda Propinsi Jateng, Pangdam Diponegoro, Danlanal, Kapolda, Bupati Jepara, Muspida setempat berpartisipasi semua.

12278821_10205310426221982_2559422436355852838_n

“Gubernur Jawa Tengah sekaligus ketua Kagama, Bpk Ganjar Pranowo”

Salah satu program bakti sosial di karimun jawa ialah Bakti Sosial di bidang Kesehatan. KAGAMA mengirimkan Tim Kesehatan lumayan lengkap yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Karimun Jawa. Tim Medis UGM ini dipimpin oleh Dr Cahyono SpOG (K) yang terdiri dari:
Tim Pasukan Dokter spesialis kandungan dan kebidanan 2 orang
Tim Pasukan Dokter spesiakis THT 1 orang
Tim Pasukan Dokter gigi 10 orang
Tim Pasukan dokter umum 2 orang

Cerita bagaimana Tim Pasukan Dokter Gigi KAGAMA membangun gugus kendali mutu kerja dalam bakti sosial ini membekas di perasaan saya secara dalam yang ingin saya share di tulisan ini:

Gugus Kerja Tim Pasukan Dokter Gigi dibagi 2 yaitu Tim Dental Observation dan Tim Dental Treatment.

Tim Medical Observation ini terjun ke lapangan langsung ke dua SD di Karimun Jawa. Tim Dental Observation melakukan penyuluhan kesehatan gigi pada siswa-siswa di Karimun Jawa. Setelah itu ratusan anak-anak sekolah berbaris mengantri untuk di-observasi dengan cepat. Koordinator tim ini adalah Drg. Yayik Gayatri kakak angkatan sayaxsaat kuliah dibantu adek2 kagama: drg Aziz Pratama, drg Rifky, drg Novi dan drg Evi Rosmawati alumnus UMY kebetulan bekerja di klinik saya “Maxilla Clinic dan Apotek”.

12279183_10205310429582066_5735458736339904559_n

“Merawat Pasien”

Bagi yang membutuhkan tindakan ringan maka langsung diselesaikan di tempat itu juga (lokasi ada di SD 1 dan SD 2 Karimun Jawa) misalkan dengan pencabutan gigi susu. Bagi yang membutuhkan tindakan khusus maka segera dikirim ke Puskesmas dimana disana telah menunggu Tim Dental Treatment.

Di Puskesmas yang menjadi Markas Komando Tim Pasukan Dental Treatment berjibaku bekerja. Kiriman pasien benar-benar berlimpah ruah seperti air bah dikarenakan memang daerah ini cukup minim fasilitas pengobatan dan tindakan atas kesehatan gigi. Kebetulan saya berada di Tim ini bersama Drg. Budi dari Pati, drg Agus Ramli dan Devi perawat gigi puskesmaa Karimun. Selain itu, Drg. Mayu yang ahli dalam dikajian Kesehatan Gigi menjadi supporting system dan advisor-nya yang kebetulan riset PhD-nya dulu di Jepang relevan dengan hal ini.

Pencabutan Gigi Susu, Pencabutan Gigi Tetap, Scaling (Pembersihan Karang Gigi), Filling (Tambal Gigi), juga termasuk pengarahan kepada perawat gigi yg bertugas di sana untuk mengatasi komplikasi pasca pencabutan gigi seperti dry socket treatment, penanganan infeksi serta pendarahan, dll.

Para Dokter Gigi dari Tim Pasukan Dental Treatment berjibaku sampai gigi-gigi terakhir si pasien bisa diobati. Tapi dasar pasiennya tahu betul ini pengobatan gratis maka bukannya malah berkurang, malah makin tambah panjang saja antriannya. Lah karena biaya pengobatan gigi amat mahal disini. Untuk cabut gigi misalkan kadang harus ke Jepara. Biaya transport ke Jepara 400 ribu, biaya akomodasi selama di Jepara bisa 300 ribu, biaya cabut gigi dan tindakan lainnya bisa 200-300 ribu. Total Jenderal bisa 1 juta sendiri.

11221769_10205310428862048_1113942428033743_n

“Berkumpul”

Hari ini ada Tim Pasukan Dental Treatment KAGAMA memberi pelayanan gratis. Yah sudah berebut datang bahkan ada minta kedua giginya yang rusak (memang harus dicabut), minta dicabut keduanya sekaligus saat itu juga karena tahu ini tindakan medis gratis. Lah karena yang antri untuk dapat tindakan banyak sekali terpaksa Tim Dentist cuma bisa layani hanya beberapa pasien saja yg cabut langsung 2 gigi. Terlalu kewalahan dengan banyaknya pasien yg harus dilayani, apalagi kursi gigi hanya satu dengan bur saja dan belum lagi lampu yang mati. Disini pengalaman dan jam terbang dokter-dokter gigi KAGAMA benar-benar diuji dalam tantangan kasus riil di lapangan: pasien.
Tetapi tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Setelah seluruh barisan pasien selesai dikerjakan. Dari wajah-wajah desa nan polos mereka tersenyum ucapan tulus terima kasih yang benar-benar maknyus lega di hati yang menerimanya. ”Maturnuwun Bu Dokter”, ”Maturnuwun Pak Dokter”, terucap polos yang membuat hati bahagia mendengarnya. Kepala puskesmas dr Dino juga mengapresiasi tim drg kagama ini dan berharap kegiatan ini rutin dilakukan

Akhir dari bakti sosial ini ditutup dengan menikmati keindahan Kepulauan Karimun Jawa.

Pantai Karimun Jawa, 20 November 2015

Advertisements

Kagama Virtual Besar dari Warung ke Warung

Mungkin 3 tahun yang lalu, komunitas ini belum lah terbentuk, hanya sebatas kelompok kecil saja yang mungkin sudah ada. Nah ternyata dalam perkembangannya bisa menjadi sebuah komunitas virtual yang sangat besar seperti saat ini. Komunitas Virtual ini, lahir dan besar dari warung ke warung. Ironis? Entahlah, namun memang kenyataannya, bahwa Kagama Virtual itu memang terbentuk dan bisa membesar karena dari pertemuan-pertemuan diwarung ini. Bahkan sampai saat ini, warung2 yang ada di penjuru pelosok negeri telah berhasil mempertemukan banyak alumni dari berbagai angkatan dan periode.

 
“berfoto bersama”
+++
Syawalan 2012 telah dilakasanankan beberapa waktu yang lalu di Joglo Mlati Yogyakarta. Secara keseluruhan ada sekitar 100 an orang yang bersedia meluangkan waktu nya untuk menghadiri acara ini, termasuk mas Anies Baswedan dan Prof BWS selaku sekjen dari PP Kagama. Sekali lagi, acara ini dilaksanakan di warung, walaupun demikian suasana rumah masih bisa didapatkan di tempat ini.

Acara Syawalan yang direncanakan dimulai pukul 11.00 baru dibuka secara resmi  jam 12.00 oleh MC mas Eko Eshape serta kang Wahyu WB. Breaking ice pun dilakukan dengan sangat meriah dan menyenangkan, permainan sederhana itu telah membuat suasana lebih cair dan menarik. Adapaun secara keseluruhan acara hari kamis itu ialah sebagai berikut ini:

1. Mas Haris Yunanto, menceritakan tentang kegiatan peringatan Mengenang Prof. Koesnadi Hardjasoemantri, gathering fotografi Pulau Rambut, dan rencana gathering di HPKKH (Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri) tanggal 8-9 Desember di Yogyakarta.

“mas Haris dan mas Eshape”

2. Komo Sulastama Raharja, menceritakan tentang beasiswa untuk mahasiswa UGM melalui iuran Rp. 50.000,- per bulan ke rekening BCA a/n Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista dan rekening Mandiri a/n SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX. Tahun lalu telah diberikan beasiswa bagi 16 mahasiswa dari berbagai fakultas dan tahun ini direncanakan naik menjadi 23 mahasiswa. Diharapkan jumlah ini akan dapat terus bertambah setiap tahun.

“mas Komo”

3. Indarto En, menceritakan kegiatan fundraising Kagama melalui pembuatan t-shirt dan backpack, dimana keuntungan yang didapatkan disumbangkan untuk menambah kas dana beasiswa.

4. Tri H Sulistiyo, menceritakan tentang terbentuknya Kagamavirtual berikut semua link-nya (mailing list, facebook group, twitter, blog, linked-in)

 
“ths”
Selain itu ada juga testimoni dari teman2 yang sudah turut menyemarakkan suasana dunia virtual, seperti mas BNK, mas Eka, mas Anung dll. Dan yang terakhir namun bisa memberikan sebuah semangat yang luar biasa ialah adanya sambutan sepatah kalimat dari mas Anies Baswedan. Inti yang dapat saya tangkap ialah, bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan teman2 kagama virtual ini, dan konsep ini seiring dan sejalan dengan Prof Koesnadi, karena sudah melakukan banyak hal yang menjadi sebuah break through yang sangat luar biasa, bahkan mungkin alumni dari universitas lain jarang yang melakukan hal seperti ini.
“mas Anies”
“mas Bambang N Karim”
 
Mungkin memang banyak mimpi yang ingin diwujudkan, tidak hanya sebatas sharing ide serta mentah dalam pelaksanaan. Dikarenakan jika terlalu banyak konsep tanpa ada aksi nyata sama aja Nol besar (jalan ditempat). Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melakukan sebuah perbincangan ringan dengan kakak kelas saya TM 80, dan kegalauan beliau itu sama, yaitu ketika ada munas besar seperti yang terjadi di Hotel Niko, namun ya sebatas itu saja, tidak ada tindak lanjut lagi, mentah dan hilang entah kemana.
Semoga, walaupun Kagama Virtual ini terbangun dan terkumpul dari warung ke warung, semoga bisa menghasilkan lebih banyak lagi tindakan nyata di masa yang akan datang 🙂 2282x
“ramai dan membaur”
“duo em-ci”
“hmmm”
“us as kagama virtual”
Foto: Nur Hatta Luqman Sidiq, Haris Yunant
artikel: Bintang Wisnu, Tri H Sulistiyo

Lack Of Leadership dan Sebuah Mimpi

Sebuah tulisan sederhana akan sebuah kejadian yang terlaksana dengan sangat apik bersama mas Ganjar Pranowo
TIM  04 Agustus 2012
17:00 – 21:00 WIB
“kagama virtual”
Lack of leadership, itulah yang dapat saya tangkap tentang kultum di Taman Ismail Marjuki Sabtu 4 Agustus 2012 oleh Mas Ganjar Pranowo. Seperti kita semua ketahui bahwa di negeri ini pemimpin yang sangat mempunyai ketegasan dalam bersikap sangatlah jarang dan mungkin bisa dihitung dengan Jari. Salah satunya ialah seseorang yang mempunyai isial JK, dan hal itu memang bisa mengarah ke dua orang Jusuf kala dan Jokowi. Untuk masalah Leadership sendiri, dari lulusan Gadjah Mada sangatlah kurang bisa memunculkan embrio2 muda yang terlihat berbeda dalam sebuah karakter kuat dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang sangat egaliter serta bisa diandalkan untuk mencoba mengurai benang kusut yang sudah melanda dan merusak negeri ini.
“mas Ganjar Pranowo”
Mungkin juga masyarakat sudah muak dengan beberapa model kepemimpinan yang cenderung hanya mengandalkan gaya dan tanpa ada tindakan nyata. Mungkin pemimpin sekaliber Bung Karno itu hanya akan ada setiap seratus tahun sekali untuk bisa muncul dan sudah barang tentu jika dibairkan berlarut akan pasti mengganggu stabilitas negeri ini. Kembali lagi soal Jokowi yang kebetulan tidak bisa hadir dalam pertemuan kemaren, mas Ganjar ternyata pernah mengadakan sebuah pertemuan dengan 4 walikota dan salah satunya ya Jokowi tadi,
“acara di buka oleh kang Gambul”
“mas, kok bisa memindahkan PKL tanpa ada kerusuhan, dilakukan suka rela bahkan dilakukan dengan sebuah kirab budaya yang sangat ramai”
 “diskusi”
Metode mengambil hati ini yang dilakukan Jokowi, mengajak makan malam selama kurang lebih 54 kali para pedagang ini, dan pada pertemuan terakhir barulah dia omong akan memindahkan mereka. Semua tidak dilakukan satu dua kali pendekatan saja (mungkin kalau bahasa saya ialah personal approach) namun melalui proses yang panjang dan berliku. Disaat akhir itu lah dia berhasil mempergunakan kekuatan mind nya akan hal yang memang seharusnya.
Selain itu, penggantian ketua satpol PP dari pria berkumis dengan Ibu yang cantik pun, merupakan sebuah breakthrough yang sangat luar biasa.
“mulai saat ini kandangkan semua tameng dan pentungan, dan mulai besok anda saya copot”
Kembali lagi, ada sebuah tantangan dari mas Ganjar, untuk memperbaiki masalah leadership di lingkungan keluarga KAGAMA ini, apakah sudah siap untuk belajar serta memperkuat karakter leadership ini? Dan selain itu, jaringan, jarak antar alumni yang sudah melebar ini mungkinkah bisa di perkuat lagi. Jika di ibaratkan Jokowi adalah Loko, bagaimana alumni yang lain mensupport dan mungkin bahkan mendorongnya jika loko itu ada masalah?
Jadi sudah siapkah?
Hal itulah yang menjadi kegalauan mas Ganjar selama ini, dan memang kegalauan yang sangat beralasan. Dikarenakan negara tanpa seorang pemimpin yang nasionalis, tegas, bediri dengan rakyat serta mengabdikan seluruh jiwa dan raga demi negeri ini, rasanya sangat mustahil semua persoalan negeri ini akan bisa terurai.
“besama mas Ganjar”
Selain mendengarkan cerita dari mas Ganjar, kemaren juga dipresentasikan beberapa kegiatan dari kagama virtual sendiri, walaupun kegiatan ini masih bisa dikatakan sebuah embrio kecil, namun tekat dari teman2 yang sangat luar biasa memungkinkan untuk membesarkan semua embrio ini menjadi sebuah kegiatan nyata yang lebih besar lagi. Adapun sedikit kegiatan yang di ceritakan oleh teman2 ialah mengenai hutan pendidikan konservasi Koesnadi Hardjasoemantri di lereng merapi, KPK alias Kelompok Photography Kagama virtual, KLC alias Kagama Learning Community.
Mengenai hutan pendidikan konservasi koesnadi hardjasoemantri ini, merupakan kegiatan dari alumni untuk menghijaukan lereng merapi selepas terkena erupsi yang meluluh lantakkan lereng merapi. Mas Sandhya Yuddha mempresentasikan dengan sangat manteb mengenai konsep ini.
“mas Sandhya Yuddha”
Adapun kegiatan Photography ini merupakan kegiatan untuk menampung hobi dari rekan kagama di bidang perphotographian. Kegiatan ini sendiri kemaren sudah di deklarasikan di Pulau rambut, dan sudah mendapatkan beberapa order pemotretan. Kedepan semoga kegiatan ini akan semakin bisa menjangkau untuk semua alumni. Sore itu dibawakan dengan sangat ciamik oleh mas Novian mengenai kegiatan ini.
Sedangkan wadah yang lain inilah sebuah forum diskusi kecil, forum ini sangatlah menarik terutama untuk alumni fresh, dikarenakan dengan forum diskusi kecil dengan mendatangkan pembicara dari alumni yang sudah terlebih dahulu menancapkan taringnya di dunia nyata, bisa memberikan sebuah pencerahan, ide-ide segar serta membuat alur logika berpikir menjadi semakin terasah dan kritis. Walaupun ada beberapa kendala, namun setelah sedikit bercakap dengan mas Ganjar dan alumni lain malam itu, sepertinya mereka akan selalu support kegiatan ini.
“malam itu”
Ya, terlihat sebuah semangat yang sangat menyala, tidak ada yang dinamakan sebuah gap, dikarenakan semua alumni dari banyak generasi bisa berkumpul serta berbaur menjadi satu. Semoga semua mimpi ini bisa teraih satu demi satu untuk kemajuan Universitas Gadjah Mada.
~Tri H Sulistiyo (ths) ~

[Chapter 3] Pulau Rambut, Kelor, Onrust dalam cerita

masih berlanjut

Sebuah Kepedulian akan Alam

SUNRISES 05.00 WIB Pulau Rambut bagian Timur

Pagi hari menjelang matahari terbit, kami berjalan menuju kearah pesisir sebelah timur. Berjalan ditepi pantai yang menghampar, dengan melewati tumpukan sampah yang tercecer disemua sisi. Sebuah spot yang sangat luas sudah menghampar, semua segera memasang kuda-kuda, kamerapun sudah siap untuk membidik. Walaupun ada beberapa sedikit “pisuhan” namun acara pagi itu bisa dikategorikan sukses menangkap momen sunrise, walaupun tidak pas, karena tertutup mega. Setelah puas dalam acara pemotretan, para peserta kembali ke pondokan untuk makan pagi dengan nasi uduk yang sudah disediakan.

“Sun rise di ufuk sebelah timur”

Menanam Bakau 08.00 WIB

Acara selanjutnya ialah penanaman bibit bakau di pulau itu, bakau mempunyai peran penting untuk menjaga ekosistem di tempat itu, serta bisa menyerap co2 dalam jumlah yang besar. Hampir semua terjun ke rawa itu, menggali lumpur untuk kemudian menanam bakau. Banyak momen-momen yang lucu seperti kisah-kasih Dewo-Ulfia yang terekam kamera, Anita yang tidak bisa bergerak leluasa, momen unpredictable mba Ratih serta masih banyak momen yang lainnya yang bisa dilihat pada foto yang sudah beredar.

Setelahnya, kami tidak lupa pula untuk sedikit membantu membersihkan tempat itu, walaupun usaha itu sepertinya kurang maksimal dikarenakan tumpukan sampah yang sudah sangat kronis. Namun setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi semua sampah itu. Semoga Tuhan selalu melindungi mu.

“menanam bakau”

Menuju Kelor Island 12.00 WIB

Sebelum kami meninggalkan pulau rambut ini, sembari menunggu kapal jemputan, indri dengan semangat 45 tetap berusah untuk memeriahkan acara. Berduet dengan mas Eshape, menyapa dan meminta pendapat para peserta gathering. Salah empat nya ialah seperti berikut dibawah:

Irvan Kristanto

Yang pasti….
banyak perjalanan bersama rombongan yang sdh aku ikuti… selalu ada kesan yang dalam..
perjalanan kemarin, sangat menyenangkan (sebenarnya, tidak ada yang tidak menyenangkan dalam hidupku wkwkwkwk)….
kombinasi teman2 yang asyik… banyak bisa belajar untuk hidup lebih baik…
belajar dari alam…. menghadapi ombak… jangan takut kepada ombak….. (yang tidak ada ombaknya… yaaa bak mandi)…
ingat ucapan Rama Rambini: petualang, yang berlayar solo dr USA ke Bali…. saat2 laut tenang…. tak ada ombak, dia malah jadi depresi dan pengen bunuh diri.
nenek moyang kita orang pelaut…. kenapa takut ombak?… kalaupun haraus mati, kan cuma sekali… (saya nggak bisa berenang, tapi yaaa enjoy saja).
hantu2 pulau rambut, kemarin misuh2 semua… karena nggak bisa beraksi dan menikmati angin pantai…

Laeliyatul Masruroh

membawa kenangan yang tak terlupakan. Menemukan teman-teman baru, sodara-sodara baru, dan tentu saja foto-foto bagus dari kamera kawan-kawan fotografer. Terima kasih untuk semuanya yang telah mengupayakan acara ini, sehingga semua berlangsung dengan penuh kesan.

Cindy Silvia

Dua hari yang tak terlupakan,

okey deh,, ada beberapa perjalanan yang masih dalam waiting list..

Sampai Jumpa di gathering Jogjakarta di bulan Desember 2012… !!

Hery Muhendra

Walaupun bangga, tapi tetap ada kekhawatiran…untuk masuk suatu komunitas itu diperlukan frekuensi pemikiran,selera,atau kebiasaan yg sama. No offense, tyap org punya kharakter yg berbeda2. Berbeda culture,umur,profesi,kebiasaan. Semakin gw pikirin, semakin panik. Gathering bersama org2 yg umurnya diatas gw rata2,dgn Yogyakarta sebagai 1 unsur yg menyatukan kita..Gw bayangin bakal berasa di arisan bapak2 dan ibu2 dengan backsound lagu jawa dan semua memakai blangkon,khidmat. Absurd,boring dan bkin cepet tua hehe. Sempet ingin mengundurkan diri, namun apadaya sudah membayar. Akhirnya kami brgkat pagi2 ke gathering point Bandara, dengan tekad yg penting pantaaaii! gw emang aneh, penggila pantai yg ga bisa berenang.okesip ga usah diterusin bicara kekurangan gw

Sekitar pukul 12.20 an kapal pun merapat, semua peserta pun mengangkat semua barang bawaan untuk diangkat menuju kapal kayu. Perjalanan menuju pulau kelor memakan waktu sekitar 30 menitan. Dengan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ombak yang cenderung belum tinggi kapal berlayar menuju pulau itu. Diperjalanan saya melihat aliran sampah, seperti sebuah garis yang membentang dan membelah lautan, aliran sampah itu teramat sangat menyakitkan. Yuk mari kurangi penggunaan Styrofoam, serta mempergunakan barang yang bisa dipakai berulang.

Oh mami… Pulau kelor sangatlah indah, pulau kecil itu begitu menawan. Pantai yang lumayan bersih dengan pasir putih menghiasi sekelilingnya, namun sayang panas nya menyengat. Tentu saja semua bisa menikmati alam kelor yang sangat luar biasa indah ini. Dan disini Indri menjadi primadona para photographer. Semua lensa menyorotnya, semua takluk dibawah kakinya. Woala..

“sangat indah”

Pulau kecil ini sangat cocok untuk pasangan yang ingin melaksanakan poto prewednya, suasana serta panorama yang bisa diambil sangatlah pas dan menarik. Deburan ombak pun tidak begitu besar dengan desiran angin yang meniup sangat santainya.

Hanya ada satu kata yang bisa saya katakan untuk pulau kecil ini, indah, cantik, dan eksotis.

Akhir dari sebuah Perjalanan Photography

Sayonara

Setelah menghabiskan waktu di pulau kelor rombongan melanjutkan singgah ke pulau berikutnya, pulau onrust. Di pulau ini kami hanya sekitar 2 jam saja, untuk mengisi logistik sebelum berangkat ke Jakarta lagi. Kebetulan saya tidak menjelajahi pulau ini, maka saya kutipkan saja dari tulisan mba Laely

Kutip

Setelah itu kami ke Pulau Onrust, di sini banyak pengunjung dan tentu saja banyak penjual. Tidak semenarik Pulau Kelor, tapi di sini ada reruntuhan bangunan tua dan pepohonan yang asri, bukan hutan. Bagus juga untuk pemotretan. Tentu saja, acara kami kan judulnya Photography Gathering. Pesertanya lebih banyak yang suka dipoto dari pada yang moto. Namanya juga pecinta fotografi, bisa juga pecinta foto pribadi. Wkwkw.  Saya tidak punya kamera besar, hanya bawa kamera HP. Tidak punya kamera bagus tidak papa, yang penting pulang bawa oleh-oleh foto-foto bagus. :D.  Kami makan siang di Pulau onrust untuk kemudian dilanjutkan perjalanan kapal menuju ke Tanjung Pasir. Selanjutnya pulang ke rumah masing-masing.

End kutip

Sungguh menyenangkan dua hari acara gathering tersebut, banyak bertemu dengan teman baru, terutama teman yang sudah sangat mahir bermain kamera (berbeda dengan saya yang belum mahir berkamera, hanya mengandalkan intuisi untuk menulis saja)

“kami”

Terima kasih temans semua atas semua pengalaman indahnya

Matur nuwun untuk semua antusiasme nya

Thank you untuk semua keceriaannya

Arigato gozaimasta untuk semua hasil fotonya

 Tri H Sulistiyo, Jakarta 30 May 2012

(terima kasih untuk temans semua atas fotonya, Sehingga bisa melengkapi goresan sederhana ini, dikarenakan tanpa foto temans semua, maka goresan ini hanya akan menjadi susunan kata semu tanpa makna)

[Chapter 2] Pulau Rambut, Kelor, Onrust dalam cerita

dan kemudian cerita ini akan masih terus berlanjut…

Pulau Rambut 10.04 WIB

Acara pertama ialah Ice breaking yang dikomandoi oleh mba Any Re dan mas Eko Eshape dengan embernya. Semua riuh menjadi satu, semua lebur menjadi sebuah campuran yang semakin terikat oleh sebuah pemicu kecil di ice breaking itu. Dan tidak lupa peran Indriani Oka yang sangat bagus dalam memeriahkan sebuah show. Salut untuk mereka bertiga yang sangat kompak dalam mendirijeni acara. Namun, acara tersebut harus segera berakhir, karena makan siang yang ditunggu sudah datang. Makan siang dengan sayur kangkung dengan ikan tentu saja, yang sangat nikmat untuk mengisi logistik yang sudah kosong semenjak pagi hari.

“mengenal satu dengan yang lain”

Gerilya Di Hutan 14.00-16.00 WIB

Dibagi menjadi dua kelompok, kami mulai memasuki kawasan hutan lindung itu. Ada dua tujuan utama yaitu sarang burung (bird nest) serta menara pengawas. Memasuki hutan, kami disambut oleh Ular berwarna hijau dengan dipadu corak hitam dan emas yang sedang berteduh diatas rindangnya pohon, namun panasnya udara siang itu membuat sang predator hanya bermalas malasan dengan tidur menggelantung. Tak lama kemudian, rombongan besar sampai dipersimpangan jalan menuju tujuan utama. Disana, kami disambut oleh Biawak yang berlengak lenggok seolah berada di atas biawakwalk. Semua lensa pun segera terbidik ke arah mas Biawak. Dipersimpangan tersebut, grup pertama langsung menuju ke menara pengawas, sedang grup kedua menuju ke bird nest. Kami pun melewati sarang Elang Laut, akan tetapi sang Elang tidak mau keluar dari sarangnya, dikarenakan dia sedang mengeram (Elang ini sebenarnya muncul lagi keesokan harinya, namun ketika mau dikejar, Elang itu sudah tidak nampak lagi).

 

“Bluwok”

 I wish I’m a bird,


Kata itu melintas sepersekian detik dimata keenamku. Begitu indah makhluk itu, dia terbang mengepakkan sayapnya, hinggap dengan eloknya, menukik dengan tajamnya serta berteriak dengan garangnya. Namun, banyak manusia yang tidak peduli akan keberadaan dan tempat tinggalnya. Semua mata lensa ini terus beradu, berusaha untuk menangkap setiap detail momen, berusaha untuk membingkai serta mengabadikanmu dalam sebuah frame bernama keindahan. Pak Hata, Mas Haris, Om Luq, Om Eshape, Mas Sandhal, Kang Novian serta temans yang lain pun tidak lupa berusaha menangkap itu semua. Perjalanan ini berakhir disebuah rawa yang merupakan jalan buntu, namun banyak keindahan yang nampak ditempat itu.

 

Berlanjut menuju ke menara pengawas, menara dengan struktur model derik ini masih kuat berdiri, kondisi yang sangat bagus untuk menara yang dibangun pada tahun 1980an. Dengan tinggi sekitar 15-20 meter, dengan rangka baja bentuk angle dengan profil 150×150 mm dilapisi coating yang berfungsi untuk melindungi dari laju korosi. Sesampainya disana, rombongan pun mulai memanjat. Angin bertiup dengan kecepatan lebih dari 20 km/ jam itu menghembus, membelai dan menyambut kami.  Hamparan hutan itu menampar mataku, angin itu masuk dalam jantungku, desiran ombak itu pun tidak lupa melambai kearahku.

                 “aku sadar aku kecil”

                “aku juga mengerti bahwa aku egois”

                “Engkau telah membunuhku”

                “dan aku hanya bisa terdiam membisu”

Menangkap Sunset

Sore hari sekitar pukul 17.00, rombongan ini bergerak mendekati spot untuk mendapatkan foto sunset. Diantara Styrofoam kami berjalan, kadang mengendap bak seorang tentara bayaran yang hendak menyergap musuh yang menanti dengan hulu ledak nuklirnya. Kami pun melewati jalanan Styrofoam  itu, beberapa kali saya digigit oleh nyamuk, melihat biawak yang lari untuk bersembunyi, karena kedatangan tamu asing. Beberapa menit kemudian akhirnya sampailah kami di spot itu. Semua kamera sudah mengarah ke penjuru sang surya menenggelamkan diri, bidikan demi bidikan itu menghujam satu demi satu, semua mengabadikan semua larut dalam suasana temerang nya sang surya.

“Sunset” 

Celetukan Kang WWB

 Malamnya, setelah makan malam dengan sup kerapu yang sangat luar biasa enaknya, Kombinasi bumbu yang sangat pas dilidah serta memanjakan rasa ini sembari menekuk dan menghancurkan daging kerapu yang begitu lembut. Manis, asam, asin serta pedas itu menandakan bahwa kehidupan itu pun terasa seperti itu.

 “sup kerapu”

Semua peserta gathering berkumpul di depan pondokan. Banyak games seru yang dilakukan, menulis indah dengan tubuh, bernyanyi, membaca dan tentu saja dengan beberapa dorprize yang sangat mengejutkan. Ada yang sangat menyegarkan, dan itu terucap dari celetukan-celetukan kang WWB, dengan gaya yang khas, walaupun sedikit klomoh. Namun karena keklomohan itu lah yang bisa membuat semua orang terpingkal, terjungkal dan terpuaskan. Salut untuk seniman Haiku dan Haiga ini. Satu kata saja ….. Luar biasa.

“sebuah gaya khas”

Peresmian KPK

Dab Irvan membuka latar belakang cerita akan kegiatan ini, sedikit cerita mengawali semuanya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diharapkan bisa dilanjutkan sehingga akan banyak hal positif yang dihasilkan, tidak hanya sebatas bertemu, namun keakraban ini diharapkan bisa terjaring dengan kuat, grup kecil ini diharapkan bisa mengionisasi teman yang lain untuk melakukan banyak hal yang positif.

Ya, akhirnya disetujui dengan suara mutlak bahwa namanya KPK.

 

“nama itu”

Menyambut Mimpi 23.00 >> Zzzzzt…

Malam sudah semakin larut, saatnya untuk menarik selimut. Sleeping bag itu saya gelar di bawah pohon, menatap langit berselimutkan angin laut yang menerpa dengan kalemnya. Nampak kesunyian malam dengan deburan ombak membelai pulau itu. Senyap, sepi dan sunyi mulai memberatkan kantung mata ini.

 

Dalam anganku terbayang,

Dalam setiap rasa

Yang tak kan pernah bisa hilang,

walau sekejap

Ingin selalu dekat denganmu,

Enggan hati berpisah,

Larut dalam dekapanmu, setiap saat

 

Selamat tidur Pulau rambut…

bersambung chapter-3

[Chapter 1] Pulau Rambut, Kelor, Onrust dalam cerita

Awalnya perjalanan ini dimulai dari sebuah obrolan santai, beberapa ahli kameragraphy mengemukakan sebuah gagasan, ide serta sebuah plot plan akan sebuah wadah kegiatan yang positif bagi alumni kagama, dan diharapkan semua energi ini bisa tersalurkan dengan pas dan terarah. Selanjutnya untuk menindaklanjuti ide tersebut dibentuk lah team kecil, dan team kecil ini ialah aktor sangat hebat dibalik suksesnya acara gathering Photography di pulau Rambut ini. Namun, sebelum melangkah lebih jauh lagi, mari kita urai siapa sajakah mereka ini.

 “terbingkai di Pulau Rambut”

Ada om Luq sang maestro Nikon dibantu oleh para wanita super seperti Sagung Indriani Oka, Anita Puspita Negara, Ulfia Mutiara, mba Aroem Naroeni, dan didukung penuh oleh Dewo sang bunga Seroja, tak lupa pula dab Irvan yang selalu support dengan sepenuh tenaga untuk semuanya. Tidak lupa pula big thanks untuk mas Haris Yunant untuk semuanya.

“the actor behind the Show”

Perjalanan ini dimulai dengan mematangkan semua konsep di Blok M, sebuah tempat dilantai lima Blok M Square. Menggenerate serta menganalisa semua persiapan dan memetakan serta mensimulasikan semua kebutuhan selama gathering. Dan setelah semua persiapan clear dan masalah terpecahkan, paginya perjalanan ini pun dimulai.

  

“at Blok M” 

Terminal B1 Soekarno-Hatta 08.00 WIB

Tempat ini merupakan stand pertemuan, kunci dari semua aliran peserta ada ditempat ini. Tangerang, Bandar lampung, Jogja, Magelang dan Jakarta menuju titik ini pada pagi hari, 26 May 2012. Pada pukul 08.00 tepat semua sudah berkumpul menjadi satu kesatuan yang utuh di tempat itu. Perjalanan dengan iring2an mobil pun segera dimulai untuk menuju titik point pertemuan kedua yang berada di tanjung pasir. Semua peserta sudah berkumpul ditempat itu, setelah dilakukan proses absensi dan perkenalan awal, semua peserta bergerak menuju ke dermaga, yang sayangnya kotor dengan sampah. Sebuah Boat tradisional yang terbuat dari Kayu sudah menunggu rombongan, kami pun bergantian satu demi satu naik ke boat tersebut. Segera saja rombongan itu pun diangkut menuju P.Rambut. Pada awalnya saya berpikir disana sangatlah ekstrim, tanpa ada aliran listrik dan sinyal, namun ternyata semua perkiraan saya salah besar.

“meeting point Soekarno Hatta”

Perjalanan dikapal pun sangat lancar, dengan deburan ombak yang sesekali menderu berusaha untuk menembus kapal kayu itu, logistik pun tidak luput dari terjangan air laut, ada beberapa tas yang basah terkena air asin. Kurang lebih 50 menit kapal ini mulai berlabuh di Pulau rambut, sekilas mengamati pada pandangan pertama, “oh My Dog….”

“naik kapal”

Rombongan pun segera menuruni perahu kayu itu, semua logistik diturunkan, namun ada satu keranjang buah lecy yang hilang? Kalau tidak salah ingat saya masih melihat box Lecy itu tergeletak di pantai, waktu itu saya sudah mengangkat box jeruk selain membawa carier di punggung. Namun, yasudahlah jika memang Lecy itu hilang.

Kondisi pulau rambut, sudah bisa dilihat dari beberapa foto yang beredar, bahwa sampah sudah menyerang dengan ganas tempat itu. Pulau dengan luas sekitar 45 Hektar itu dihuni beberapa satwa burung air (merandai) serta merupakan tempat transit burung migran. Ada sekitar 15 jenis burung air yang menghuni tempat itu (mardiastuti, 1992). Merupakan cagar budaya yang harus kita lestarikan dan kita jaga. Setelahnya semua peserta langsung membongkar bawaan dan beristirahat ditempat itu, sekedar untuk memecah rasa capek yang didapat dari perjalanan singkat tadi.

bersambung chapter-2

Laporan Kagama Virtual Di Sidang Pleno Nasional KAGAMA

KAGAMA VIRTUAL

 

A Pendahuluan

1.           Sejarah

Ketika semua hal sudah terhubung melalui dunia maya, maka dimananpun kita berada, kita akan dapat dengan cepat, mudah dan murah bisa terhubungkan dengan teman kerja, keluarga serta dengan keluarga besar alumni kita dengan media yang dinamakan internet. Atas dasar pemikiran sederhana tersebut, yang juga merupakan salah satu alasan untuk membuat sebuah jaringan virtual yang diperuntukkan untuk alumni civitas Gajdah Mada.

Latar belakang di buatnya instrumen dunia maya untuk menghubungkan alumni UGM adalah adanya keinginan unutk melakukan diskusi lintas sektoral antar alumni seperti yang berlangsung pada saat KKN di UGM. Dengan adanya instrument-intsrumen dunia maya diharapkan akan dapat digunakan untuk menyebar luaskan berita dari kampus UGM, berita kegiatan alumni UGM dan menjadi ruang interaksi antar alumni yang membawa dampak positif bagi alumni dan almamater.

2.           Bagaimana Jaringan Kagama bisa terhubung secara Virtual

Dari uraian singkat diatas tentu kita sudah dapat membayangkan, bagaimanakah membuat sebuah wadah untuk mengumpulkan alumni, menyampaikan berita ke alumni, serta memberikan sarana kepada alumni untuk saling berinteraksi satu dengan lain tanpa terkendala oleh ruang dan waktu. Dalam wadah ini diharapkan semua alumni lintas jurusan, lintas fakultas dan lintas angkatan dapat berinteraksi tanpa adanya sebuah batas.

Dunia maya tentu saja menjadi sebuah jawaban untuk mengakomodir hal tersebut. Dimana banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan jika kita bisa membuat sebuah wadah komunitas didunia maya tersebut, seperti halnya, akses infomasi yang cepat, tidak terbatas waktu dan tempat serta bisa dijangkau oleh semua alumni dimana pun meraka berada. Adapun forum Gadjah Mada yang telah terbentuk di dunia maya ialah:

a. Milis Alumni dengan alamat: alumniUGM@googlegroups.com

Milis merupakan komponen virtual yang pertama kali dibuat untuk mengakomodir hal diatas, adapun diskusi di milis sangatlah beragam serta sangat dinamis mulai dari sharing tentang Nuklir, sharing investasi seperti emas, saham, sharing tentang kesehatan, gizi serta masih banyak topik lain yang dibahas dimilis tersebut.

Saat ini anggota milis alumi UGM sudah mencapai 1326 anggota

Dengan lalu lintas email perbulan seperti dibawah ini:

“Trafik Milis Alumni”

Untuk bergabung dengan Milis alumni UGM ini bisa kirim email kosong ke: alumniUGM+subscribe@googlegroups.com

Adapun pengelola dari milis ini ialah:

Sulastama Raharja, Rovicky Dwi Putrohari, Eko SHP, Harry Satria Utama, Israr Ardi, Nurcahya P Nugroho, Aroem Naroeni, Arum Kusumaningtyas, Bintang Wisnu Wardhani, Budi, Cahyo Raharjo, Destina Kawanti, Ery Wijaya, Ferizal Ramli, Hikmat Hardono, Indarto Purwoko, Irvan Kristanto, M Jaedi, Jimmy Mboe, Nurhadi, Wahyu W Basjir, Yasir Suhari Abbas, Tri harso Sulistiyo, Zulfadli.

b. Group Facebook dengan alamat: http://www.facebook.com/groups/kagamavirtual/

Wadah yang kedua ialah memanfaatkan fasilitas dari Facebook, adapun Facebook Groups ini adalah tempat menyambung silaturahmi buat siapapun, yang pernah mengenyam pendidikan di UGM betapapun sebentarnya, sebagai media bertukar pikiran dan aksi nyata buat meningkatkan solidaritas alumni serta untuk kemajuan kampus Universitas Gadjah Mada.

Tujuan dari Facebook Groups KAGAMA ini adalah untuk menjalin silahturahmi dan bertukar informasi yang akhirnya dimungkinkan terjalin kerja sama semakin erat antar keluarga besar alumni Gadjah Mada demi kepentingan alumni, almamater dan keuntungan positif lainnya.

Grup facebook ini pada prinsipnya sama dengan milis, mempunyai kelebihan dimana para anggota bisa lebih mengenal satu dengan yang lain dikarenakan fitur dari facebook yang lebih menarik serta bisa menginformasikan banyak data.

Grup facebook ini mempunyai anggota sebanyak 4575. Beragam topik juga dibahas di sini, politik, keuangan, kesehatan serta masih banyak ragam topik lagi yang diangkat oleh teman2 lintas generasi lintas Negara.

kagamavirtual@groups.facebook.com

4,575 Members

449 Photos123 Docs

“group FB”

Pengelola group Facebook ialah

Bambang Nur Karim, Sulastama Raharja, Wahyu W basjir, Destina Kawanti, Yulianto Eko Rahmat, Israr Ardiansah, Nurcahya P, Sopril Amir, Zullies Ikawati, Nurhadi, Ferizall Ramli, Bintang Wisnu, Tri H Sulistiyo

c. Web page Kagama Virtual dengan alamat: http://kagamavirtual.com

Web page Kagama ini merupakan wadah untuk mendokumentasikan diskusi serta untuk mengagregasi blog alumni. Alumni Gadjah Mada yang tersebar dan mempunyai berbagai macam keahlian bisa menulis di web page ini dan bisa berbagai ilmu untuk khalayak. Selain itu berbagai kegiatan alumni pun terdokumentasikan di web page ini.

“Kagama Virtual Web Page”

d. Fans Page Kagama dengan alamat: http://www.facebook.com/kagama.ugm

Fans Page ini mempunyai fungsi untuk meneruskan berita kepada alumni dengan cepat, Fans page ini sudah teragregasi dengan web page dan grup facebook. Ketika alumni menulis sebuah artikel di blog ataupun di grup FB, maka berita tersebut akan dengan otomati terdistribusi melalui fans Page. Dengan didukung fans page ini pula, berita berita mengenai UGM dan alumni bisa terdistribusikan dengan cepat dan dapat diakses dari belahan dunia dimanapun alumni berada. Saat ini Jumlah fans pages KAGAMA sebanyak 11.613 orang.

“Tampilan Fans Page FB”

e.     Twitter Kagama Virtual dengan alamat: twitter.com/#!/kagamavirtual

Selain dari beberapa media yang telah disebutkan diatas, teman-teman juga memanfaatkan media twitter.Sehingga informasi dari alumni dan untuk alumni bisa lebih cepat lagi sampai ke individu masing-masing. Adapun dengan media twitter ini, semua informasi bisa di retweet untuk disampaikan ke alumni yang lain dengan lebih cepat.

“Twitter Kagama Virtual”

f.     Kagama.net.

http://kagama.net awalnya merupakan blog agregasi yang menghubungkan blog-blog yang dimiliki oleh alumni UGM, dan seiring dengan berjalannya waktu web ini berubah fungsi menjadi media online bagi KABARE KAGAMA, media resmi UGM yang dicetak secara berkala. Saat ini sudah ada beberapa edisi Kabare KAGAMA yang diunggah ke web ini dan bisa diakses oleh seluruh anggota KAGAMA di manapun berada, dan ke depan bisa dikembangkan menjadi portal yang memuat seluruh edisi KABARE KAGAMA.

“Kagama dot Net”

g.     Google Talk Chat dengan alamat: alumniugm@im.partych.at

Media komunikasi lain yang dimanfaatkan untuk menjaring serta memperkuat ikatan alumni ialah grup chatting di Google. Di media ini, semua bisa berkomunikasi layaknya bertatap muka, dimana semua anggota bisa saling menyapa dengan lebih mudah. Tentu saja jika semua alumni bisa mengenal satu dengan yang lain, maka ikatan dan solidaritas alumni ini akan lebih kuat lagi.

Untuk bisa bergabung dengan grup chat google ini :

1. Invite chat alumniugm@im.partych.at (otomatis di approve mestinya)

2. Posting sesuatu (satu kata, dua kata) di room tersebut, maka otomatis terdaftar.

3. ketik /help untuk bantuan

h.    Group BBM

Ada juga Grup BBM, memaksimalkan aplikasi yang ada di BBM, teman-teman alumni juga mengorganisir sebuah persahabatan melalui BBM ini. Sampai saat ini ada sekitat 5 grup BBM yang berada di bawah Kagama Virtual yang masing-masing grup beranggotakan 30 orang (account BB)

B Kegiatan Kagama Virtual

Kegiatan dari Kagama Virtual, pada awalnya hanya sebatas diskusi di milis, di grup facebook. Selanjutnya berawal dari diskusi dimilis kemudian ada beberapa kegiatan yang bisa diimplemantasikan ke dunia nyata, seperti Kopdar, Dondar, Pengadaan Beasiswa, Diskusi dengan beberapa tokoh alumni serta masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan

a.  Kopdar

Kopdar ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan kagama virtual. Adapun tujuan dari kopdar sendiri ialah sebuah kegiatan untuk mempertemukan alumni secara nyata, dimana sebelumnya sudah saling berdiskusi melalui milis maupun grup FB. Antusiasme dari teman alumni pun sangat luar biasa. Kegiatan kopdar ini sudah dilakukan hampir diseluruh Indonesia, bahkan Canberra dan di Houston Amerika Serikat. Selain itu, kegiatan kopdar ini juga mengundang alumni, seperti diskusi dengan mas Ganjar Pranowo beberapa waktu yang lalu.

  1. Kopdar Bandung
  2. Kopdar Bekasi
  3. Kopdar Canberra
  4. Kopdar Ciater
  5. Kopdar Depok
  6. Kopdar Jakarta
  7. Kopdar Jogja
  8. Kopdar Kudus
  9. Kopdar Palembang
  10. Kopdar Pekanbaru
  11. Kopdar Samarinda
  12. Kopdar Surabaya
  13. Kopdar Tangerang Selatan

Kopdar ini merupakan salah satu sarana yang efektif dalam mempersolid ikatan alumni. Setelah semua menjadi saling mengenal, maka ikatan pertemanan ini akan tumbuh semakin kuat. Adapun respon positif pun bisa diperoleh dari teman2 yang sudah melakukan kopdar. Selain menambah jumlah saudara, berkenalan dengan teman dari semua angkatan bahkan dalam acara kopdar diselingi dengan acara sharing ilmu, seperti sharing tentang wirausaha pada waktu kopdar di waskita, sharing tentang investasi emas, sharing politik dengan mas Ganjar Pranowo dan masih banyak tema yang bisa diangkat diacara kopdar ini.

Selain itu juga, dengan kegiatan kopdar ini, bisa meminimalisir Gap yang sekarang ini terjadi pada alumni Gadjah Mada, dimana jurang pemisah antara senior dengan junior sangatlah dalam. Dan diharapkan dengan kegiatan-kegiatan kecil yang sering diadakan, maka lambat laun Gap itu akan semakin berkurang dan ikatan alumni akan menjadi semakin kokoh.

(untuk cerita mengenai kopdar dibeberapa daerah ini bisa dibaca lebih lengkap lagi di https://kagamavirtual.com/ pada kolom Kopdar). Berikut beberapa foto dokumentasi dari kopdar dibeberapa daerah.

“Kopdar Waskita”

“Kopdar Pekan Baru”

“Kopdar Pekan Baru”

“Bersama mas Ganjar Pranowo”

“Kopdar Tangerang”

“Kopdar Muenchen”

“Houston”

“Syawalan Bogor”

“Syawalan Jogja”

b. Dondar

Kegiatan Donor darah ini merupakan ide dari beberapa teman, dimana sebelumnya ada diskusi di milis dan berdasarkan pertemuan pada 8 September 2011 di Cartel Café serta update email2 di milis Kagama Virtual (“KV”) pada sekitar awal bulan September 2011 dengan judul-judul:

– Inventarisasi Golongan Darah anggota KV

– Kopdar “Donor Darah Reguler”

Selanjutnya pemetaan darah anggota KV pun segera dilakukan, mas Jimmy serta mba Andi segera melakukan komunikasi dengan MM UGM untuk bekerja sama, dikarenakan akan meminjam tempat di Gedung MM UGM Jakarta Selatan.

Rencana kegiatan Donor darah ini, akan diselenggarakan secara rutin setiap tiga bulan sekali dan bekerja sama dengan pihak MM UGM.

c.  Beasiswa

Kegiatan beasiswa ini pada awalnya hasil dari sharing dengan teman teman di milis, dan mereka setuju untuk mendonasikan sedikit penghasilannya untuk kegiatan beasiswa ini. Pada tahun ini terkumpul uang sekitar 48 juta dan uang beasiswa ini sudah disampaikan ke pihak Universitas Gadjah Mada untuk disalurkan kepada adik adik angkatan yang memerlukan bantuan.

Untuk tahap awal ini, uang beasiswa yang terkumpul bisa digunakan untuk member beasiswa bagi 16 orang mahasiswa dari berbagai jurusan di UGM. Selain dari sumbangan teman-teman, beasiswa ini juga digalang melalui pembuatan kaos kagama virtual serta beberapa kegiatan lelang yang dilakukan oleh teman-teman alumni.

Adapun untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, Kagama Virtual membuat rekening tabungan yang dipergunakan untuk kegiatan alumni, selain juga untuk mengakomodir beasiswa, adapun rekeningnya adalah sebagai berikut dibawah ini:

+++
Mari menjadi donatur beasiswa KAGAMA Dengan DONASI RP.50.000,-/bulan.
Transfer ke:
1. Rekening BCA, Eko Sutrisno Hadi Purnomo Ir – BCA 5530247734 – KCP Otista
2. Rekening Mandiri, SULASTAMA RAHARJA S.T. . KAGAMA VIRTUAL , 108-00-1124743-5, Bank MANDIRI Cabang Duri CALTEX

+++

Sedangkan pengelola Beasiswa ini terdiri dari: Bintang Wisnu Wardhani , Cahyo Raharjo  Eko Rahmat Yulianto , Eko Sutrisno HP, Rovicky Dwi Putrohari,  Sulastama Raharja, Tri Harso Sulistyo

“Surat Pengantar”

Adapun nama mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa dari kegiatan KAGAMA  ini ialah sebagai berikut dibawah ini:

“Daftar Penerima Beasiswa”

d.  KLC

 Kegiatan ini merupakan sharing ilmu dari alumni dan mempunyai tujuan supaya alumni muda mendapatkan banyak pembelajaran dari alumni yang telah terlebih dahulu malang melintang serta mempunyai pengalaman yang bisa dijadikan sarana untuk pembelajaran alumni yang masih baru menapaki dunia karier/ lulus kuliah.

Saat ini sudah berjalan di dua kota yaitu di Jakarta dan di Jogjakarta. Di Jakarta kegiatan ini sudah berlangsung tiga kali, dengan mengundang nara sumber, Bp Widigdo Sukarman, Bp Rovicky Dwi Putrohari dan Mas SIlih Agung Wasesa. Untuk nara sumber kedepan akan mengundang mas Anies Baswedan, mas Nukman Lutfhie serta beberapa narasumber yang lain.

Berikut ini sekilas kegiatan KLC yang dilakukan di Jakarta, untuk reportase lebih jelas lagi bisa di buka di Web kagamavirtual.com

“Bersama Pak Widigdo Sukarman”

“Bersama mas RDP”

“Bersama mas Silih”