Mengejar Page Rank (PR) 4

Selama ini banyak blogger yang mencoba mengejar page rank dengan berbagai cara. Mulai dari ilmu putih, abu-abu sampai ilmu hitam. Dengan ilmu putih, memang PR akan sangat lama didapat. Apalagi kalau kita malas melakukan update isi blog. Kisah mendapat PR tinggi tentu hanya menjadi impian saja.

Blogger Goweser Jogja

Kulihat sisi kanan blogku, dibawah ajakan follow twitterku ada petunjuk nilai Page Rank (PR) 4. Wah rupanya nilai PR-ku balik lagi ke angka 4, setelah sempat turun ke angka 3.

Follow eshape on Twitter

pagerank image

http://bengawan.org/

Internet Sehat

100 Blog Indonesia Terbaik

Selama ini banyak blogger yang mencoba mengejar page rank dengan berbagai cara. Mulai dari ilmu putih, abu-abu sampai ilmu hitam. Dengan ilmu putih, memang PR akan sangat lama didapat. Apalagi kalau kita malas melakukan update isi blog. Kisah mendapat PR tinggi tentu hanya menjadi impian saja.

Algoritma penentuan PR juga kadang terlalu sulit dipahami, sehingga muncul pengertian yang berbeda-beda tentang PR.

Lalu apa sih kegunaan PR itu, angka 4 dari 10 (4/10) itu maksudnya apa sih?

Google memang membuat pengukuran seberapa penting blog kita dengan nilai dari 0 sampai 10. Makin tinggi angkanya berarti makin penting situs (blog) kita di mata Google. Setiap pencarian dengan keyword tertentu pada mesin pencari Google akan diarahkan oleh Google menuju ke situs yang mempunyai…

View original post 500 more words

Advertisements

Mencoba reblog tulisan tentang Provider internet yang banyak menerima komentar.

Blogger Goweser Jogja

“Pak Eko, mana lebih bagus XL Halo, 3, Indosat, Axis atau Smartfren untuk ponsel Android?”

“Kalau untuk BB, mana lebih bagus Axis apa Indosat ya?”

“Apa ada paket Smartfren untuk BB?”

“Katanya sinyal 3 untuk Ipad bagus ya pak?”

Beberapa pertanyaan senada sering ditanyakan padaku dan aku selalu menjawabnya dengan jawaban yang kurang memuaskan mereka. Buktinya mereka selalu mengejar dengan pertanyaan lain. Mereka tidak mau mendengar jawaban seperti ini :

“Pemilihan provider GSM/CDMA sangat tergantung lokasi”

atau seperti ini :

“Tergantung kebutuhan bapak/ibu. Yang bisa menjawab hanya bapak/ibu sendiri!”

Mereka ingin jawaban yang menunjukkan pada satu macam provider saja dan bukan harus mendapat jawaban berupa pertanyaan bagi mereka.

Aku memang memakai beberapa provider untuk menghidupkan beberapa gadget yang kupunyai. Hanya smartfren yang belum pernah kucoba untuk membantu komunikasiku. Kalau kartu fren dan Indosat pernah kupasang juga di ponsel tapi tidak untuk layanan internet.

Untuk layanan internet, aku pernah memasang XL…

View original post 439 more words

Mengatasi Kebosanan di tempat kerja

Mengatasi Kebosanan di Tempat Kerja
Noviandik

Saya bekerja sudah 20 th ditempat yg sama, dimana sebelumnya saya sudah mulai bekerja semenjak saya mahasiswa dan berpindah2 ketika saya lulus saya sempat menjadi pegawai negeri dan akhirnya saya menetap disuatu perusahaan yg sekarang ini dan tidak terasa sudah 20 th saya lewati, memang ketika mahasiswa saya berpikir bagaimana saya bisa bayar kuliah dan sedikit bersenang bahkan sama sekali saya tidak pernah berpikir karir yg penting tujuan saya tercapai sehingga ketika ada teman menawarkan pekerjaan yg menghasilkan uang lebih banyak saya langsung pindah (oportunis), setelah lulus kuliah saya mendaftar jadi pegawai negeri ketika itu untuk menjadi pagawai negeri merupakan idaman banyak orang karena setelah masa bakti akan mendapat pensiun.

Namun ternyata setelah saya bekerja menjadi PN kurang lebih 3 tahun ternyata penghasilan saya tidak sehebat waktu Mahasiswa jadi saya putuskan untuk keluar, karena saya lulusan UGM tidak begitu sulit untuk mencari pekerjaan dari 3 lamaran yg saya kirim ketiganya saya di panggil untuk ikut test dan dari test yg saya ikutin yg paling ribet dan terkesan sulit adalah perusahaan saya sekarang jadi ketika itu saya punya gambaran ini perusahaan sepertinya bagus sehingga saya putuskan masuk, namun seperti teman2 rasakan saya juga mengalami rasa kenapa idialisme kita terganggu setiap kita memberikan ide2 baru selalu dibilang oleh senior kita “sudah nggak usah macam2 biasa seperti itu ngerjainnya” sampai saya frustasi dan tidak mau berpikir mencari ide segar untuk mempermudah mengerjakan suatu pekerjaan.

Namun setelah saya pikir-pikir Bodoh benar kita ini kenapa harus berhenti berpikir hanya karena masalah sepele akhirnya saya tetap mengembangkan ide2 segar dan saya tulis serta saya lakukan secara2 sembunyi2 dan suatu hari pimpinan sy diganti oleh orang muda dan beliau lulusan MIT university, beliau orang baru sehingga sering ke staf2 menanyakan apa yg kita kerjakan termasuk ke saya nah ini kesempatan untuk menunjukan hasil kerja saya sebetetulnya bukan temuan yg fantastik jaman itu microsoft excel masih barang langka dan yg populer adalah Lotus 123 dan kebetulan saya sudah mempelajari duluan dan saya coba praktekan singkat cerita pimpinan saya berpendapat bekerjaan saya lebih effektif dan efficient sehingga saya diminta mengajari teman sekantor agar semua pekerjaan dirubah ke excel, tentunya saya dimusuhin banyak teman sekantor namun saya tetap lakukan saja akhirnya semua bisa dan dari bisik2 mereka membicarakan ternyata lebih enak pakai excel ya.

Nah dari cerita saya ini saya cuma ingin memberikan beberapa tip barangkali bermanfaat:

1. Ternyata menjadi opurtunis itu memerlukan energi yg besar dan mungkin manfaatnya tidak terlalu bisa kita rasakan.

2. Dimanapun kita bekerja masalah itu pasti ada, yang penting bagaimana kita menyelesaikannya

3. Jika kita ada masalah jangan berhenti berkarya pada dasarnya jika kita berhenti berkarya sama saja mempertotonkan dirikita menjadi lebih Bodoh

4. Jika kita punya pendapat jualah dengan cara Assertive sehingga orang bersedia memberi masukan untuk kemajuan pendapat kita dan setelah jadi merekan akan dengan senang hati menggunakannya karena mereka merasa bahwa itu adalah pendapat dia

5. Yang terakhir jangan mudah putus asa sehingga kita mudah memutuskan untuk pindah pekerjaan padahal barangkali kita lho yg tidak bisa menyesuaikan diri namun kalau memang rasa pingin keluar itu kuat sekali coba ambil cuti dengan melakukan sesuatu yg dulu sering dilakukan tapi karena kesibukan hobby itu tidak sempat di lakukan seperti: memancing dll Atau ambil kursus2 pendek untuk charging otak kita

Semoga bermanfaat Salam noviandik
noviandik

mengenal kehidupan kucing

MENGENAL KEHIDUPAN KUCING

Doeloe tahun 80an di kampoeng halaman (Kendal-JawaTengah), aku terbiasa memelihara beberapa ekor kucing. Bagaimana cara memberi makan, cara mengelus agar dia tunduk, dan mengamati pola kehidupan kucing dan anak-anaknya.

Untuk memberi makan, kami biasa mengunyah gereh (ikan asin, red) goreng tepung, kemudian hasil kunyahan itu dicampur dengan nasi secukupnya. Ramuan nasi terselimuti oleh aroma gereh, membuat kucing-kucing lahap memakannya. Kalau aroma ikan asin tidak merata dengan nasi, maka kebanyakan hanya ikannya saja yang dimakan, kecuali si kucing memang sudah super kelaparan. Bahkan gorengan atau roti kering pun disantap. Kalau sudah darurat hehe….

Untuk mengelus agar kucing menjadi lebih jinak, elus bagian atas hidung ke arah kepala atas dan tengkuk. elusan di atas hidung biasanya membuat mata kucing menjadi terpejam. Elusan terus menerus membuat mata terpejam terus menerus, sehingga tangan lain bisa mengelus bagian badan. Kesemuanya ini mampu merileks-kan si kucing. Bahkan saat jinak, dia akan selalu mendekati kita, duduk di samping kita, tertidur, atau bahkan bisa kita pangku.

Untuk pola reproduksi, kucing betina suka didatangi oleh kucing jantan dalam kurun waktu tertentu. Tetapi saat hamil, melahirkan dan merawat anak, dilakukan oleh kucing betina sendirian. Bahkan konon kalo anak-anaknya jantan telon (telon:telu, mempunyai 3 warna), akan dibunuh oleh bapaknya, karena dianggap sebagai pesaing. Alhasil, induk kucing betina akan berusaha mencari tempat aman untuk melahirkan seperti gudang, kolong langit-langit atap rumah, lemari, dll. Setelah lahiran, si induk kadang memindahkan anak-anaknya beberapa kali dengan alasan keamanan. Teknik membawa anaknya cukup unik karena si induk akan menggigit seluruh leher si anak, tapi tanpa melukai, lalu di bawa ke tempat aman. Kalo anaknya 3, ya induk betina akan mondar-mandir 3 kali.

Selang waktu 30 tahun berikut, khususnya sebulan terakhir ini, dalam kehidupan di rumah kontrakan, ada beberapa kucing liar (baca: tidak dipelihara) yang hilir-mudik berseliweran sering mendatangi rumah, khususnya area tempat sampah. Agaknya mereka mencari makanan yang bisa dimakan. Kehidupan liar membuat bulu-bulu tubuhnya menjadi kusam dan tidak menarik. Sampai suatu waktu si kucing beranak seekor berwarna kuning tua (orange).

Dasar si kucing masih balita, ternyata pola sifatnya jauh berbeda dengan induknya. Kucing-kucing liar induk biasanya pantang kita sentuh. Tapi beda dengan anak-anak kucing. Sentuhan tangan kita seakan memberikan kehangatan dan perlindungan. Di awal memang mereka meronta, takut atau malu. Tapi lama kelamaan mereka akrab dengan sentuhan tangan kita. Bahkan dia akan cenderung mendekati kita, lalu mencoba menempelkan bagian kepala digesek-gesekkan ke kaki kita. Kalo dia sedang lapar, suara “meong” akan sering terdengar. Tapi kalo sudah kenyang, dia mendekat tanpa suara. Kode panggilan “ck ck ck!” sudah cukup memanggil kehadirannya. Atau dengan sebutan “pus…pus…”.

Kadang aku tersenyum sendiri melihat perilaku si kucing balibul (bawah lima bulan) ini. Kalo kucing besar, sekali dibentak akan kabur. Tapi kucing kecil ini ketika dibentak malah bengong melihatku. Matanya yang bening lugu seakan tidak tahu kode bahwa aku menyuruh dia pergi. Bahkan sekali disentuh, dia akan mengajak bergumul lucu, seakan benda lain dianggap sebagai teman bermainnya.
Kadang dia ditinggal lama oleh ibunya. Pertemuan sesekali dimanfaatkannya untuk meminta ASI atau sekedar tidur dengan selimut kehangatan dari induknya. Saat belajar mandiri, dia mencoba mencari alas karpet untuk mendapatkan kehangatan.

Beberapa hari yang lalu aku membeli anyaman kawat 2 meter untuk menutup pintu samping agar kucing tidak masuk ke wilayah dapur di belakang rumah. Maksudku agar wilayah jelajah mereka cukup di halaman depan. Tapi karena 2 mingguan si kucing kecil ini sudah akrab denganku, bahkan 2x aku mandikan dengan shampoo sisa, juga waktu mata kirinya sakit, aku coba tetesi dengan tetes mata bekas. Dan dia sering aku ajak main-main agar badanya reaktif seperti berkelahi; maka ‘perpisahan’ dengan pagar ini membuat dia 2 malam berjuang keras masuk ke halaman belakang. Hebatnya dia berhasil masuk 3x lewat celah sempit di pintu satunya lagi. Kadang sedih juga melihat dia berjuang keras agar bisa kembali ke halaman belakang. Sedih, karena aku seperti merampas kenyamanan hidupnya.

Setelah dia di halaman depan, kadang aku melatih dia dengan menaruh di atas cabang pohon rambutan dengan ketinggian 1,8 meter. lucunya, dia bukannya takut lalu lompat, tapi malah main-main dulu di atas, jalan ke beberapa cabang, menggigit beberapa ranting. Setelah 5 menitan baru dia nyadar, bingung gimana turunnya hehe. Akhirnya dia bisa turun walau harus melompat dari ketinggian 1 meter. Setelah kejadian itu, 4-5x aku sering menaruh dia di cabang yang sama. “buat latihan otot”, pikirku tersenyum sendiri.

Dia belum juga dewasa, ibunya sudah reproduksi lagi dengan 3 anak mungil dan lucu. Perilaku 3 anaknya ini lebih gemes lagi. Tadinya mereka beranak di rumah depanku, tapi karena pemiliknya pindah, mereka tahu harus ‘transmigrasi’ kemana.
Entah ide darimana, tahu-tahu aku mendapati 3 anak itu sudah menyusup di bawah mesin mobil tua-ku, tepatnya di atas besi body. Bertiga menyusup tanpa suara, agaknya mereka mencari kehangatan. Aku ngeri dan kawatir, andai tidak ketahuan, lalu mesin kujalankan, mereka bisa mati kepanasan. Gemesnya lagi, kalo kucing besar dibentak akan kabur, ini bertiga ketika tahu ada aku, malah menyusup makin erat diantara besi. haduh!
Akhirnya aku pindahkan ke dus mie bekas, sekedar mengamankan saat mobil mau jalan. Tapi mereka tidak nyaman dengan kotak kardus itu, karena saat aku pulang mereka entah ada dimana.

Ketika rutinitas memberika makan kucing-kucing dewasa sebanyak 2-3x sehari, aku menemukan kucing-kucing kecil itu menyusup di selokan depan rumah. Kebetulan ada selokan kering dengan tinggi lubang hanya 10 cm dengan panjang antar lubang 4 meteran. Mereka bertiga kompak menyusup di ruang itu dari pagi sampai sore. Hanya muncul saat induknya datang dan minta ASI. Saat aku datang, mereka kompak ngumpet ke dalam lubang. lucu dan menyenangkan memandang perilaku mereka ini. Semoga tidak nekad lagi menyusup ke mesin mobil yaa……

Kucing memang bukan manusia. Memberikan perhatian sewajarnya kepada sesama makhluk-Nya, adalah bagian dari upaya mempraktekkan untuk berbagi kenikmatan kepada seluruh alam ini. Berinteraksi dengan kucing membuat fenomena hikmah tentang kehidupan lain dari sisi kebinatangan, yang punya lapar dan butuh kasih sayang pula.

Yogyakarta, 20 September 2011 pukul 22.34 WIB

Ki Asmoro Jiwo

Cara Mudah untuk Sehat

Cara Mudah untuk Sehat
Andi Rahmah

Dear Kagama’ers.

Tips berikut tidak hanya bermanfaat bagi kelompok “si berat” utk menjadi proporsional, tetapi juga utk yg ingin menjaga kebugaran. Silakan menyimak.

1. Utk memulai program ini, mohon utk membuat dokumentasi kemajuan hasil program yg dijalankan dgn data sbb: – Foto seluruh badan, tampak depan dan samping (dilengkapi tgl pemotretan) – data berat bdn, lingkar perut. (Soalnya perut yg paling signifikan). Dgn tanggal pendataan sblm mulai, plus setiap minggunya.

2. Melaksanakan Terapi dgn disiplin melalui beberapa aktifitas berikut:
– minum air putih, saat baru bangun (sebelum sikat gigi), 1 liter, dan hingga pk. 6 pagi total air putih yg diminum adalah 3 liter.
– melakukan olah raga ringan, 10 menit sblm mandi pagi (push up di dinding 30-40 x, klo bisa push up normal, di lantai lebih baik).
– melakukan teknik pernafasan utk melatih otot perut, awal2 latihan, dpt dibantu dgn sedotan.
Caranya: dalam keadaan berdiri atau duduk tegak, tarik nafas melalui pernafasan dada melalui hidung, dan hembuskan dgn kuat melalui mulut pake sedotan sekuat yg bisa dilakukan sambil mengecilkan perut. Hal ini dilakukan sesering mungkin (min 30x pagi dan 30x sore/malam, sebelum mandi).
kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja (sambil menyetir mobil, di tengah kesibukan bikin laporan, atau nunggu lift, di dalam lift, berdiri/duduk di bis), kalau di tempat umum, jangan pake bantuan sedotan supaya gak malu2in ;-),
– pk.06.30 makan semangkuk nenas potong plus minum air putih 1 liter (kalau belum terbiasa, minumnya bisa per 600 ml).
– tidak ada pantangan makan, tetapi tiap satu jam harus menghabiskan 1 liter air putih. Dan 30 menit sebelum makan didahului dengan makan semangkuk nenas potong (seporsi rujak nenas).
– total volume air putih yg harus dikonsumsi perharinya adalah 13-14 liter.

Jika semua hal tersebut dilakukan, Insya Allah, hanya dalam seminggu sdh terlihat jauh lebih segar, wajahnya terlihat lebih muda 6 bulan (hehehe.. ;-), dan Celana panjang yg biasa dipakai terasa memerlukan permak utk dikecilin di tukang jahit.

Ayooo…berani berusaha hidup sehat dan bugar lebih lama?

Let’s do it with passion! Salam,

Andi Rahmah
Ps. Saya gak perlu pake jamu dan ‘tersiksa’ memakai kemben selama 40 hari plus berdiet utk mengembalikan postur tubuh kembali seperti semula, setelah sempat naik 23 kg pasca 3 kali melahirkan berturut-turut dalam waktu 3.5 thn.

Kartu Kredit

Kartu Kredit
Hasanudin Abdurakhman

Minggu lalu saya ditelepon oleh bank saya. Saya diberi tahu bahwa saya punya sejumlah tagihan, yang langsung saya konfirmasi. Saya masih ingat transaksi itu. Lalu pihak bank menawarkan pada saya untuk melakukan pembayaran cicilan atas tagihan tersebut. Tawaran ini saya tolak. Tapi penelepon masih berusaha membujuk saya.

“Ini kebetulan bunganya m…urah, Pak. Cuma 0,67%” katanya.

“Bunga adalah bunga. Saya tidak mau bayar bunga. Dan saya tidak biasa dan tidak akan membayar tagihan kartu kredit saya dengan mencicil.” jawab saya.

Continue reading

Check List sebelum memasukkan SPT



Tips untuk hal-hal yang perlu diperhatikan dalam SPT WP pribadi :

1. Apakah formulir SPT yg diisi sudah benar ? (1770/1770S/1770SS) ?
2. Apakah penghasilan gaji dan bukti potong sudah masuk ? (disertai copy
1721 A1)
3. Untuk penghasilan usaha –> kalau menggunakan norma perhtungan =>
periksa kode KLU dan % tase norma
4. Kalau gunakan pembukuan, periksa kembali terutama perhitungan
matematisnya
5. Periksa angka-angka SPT terutama perhitungannya
6. Jika ada kekurangan bayar, apakah sudah ada SSP dengan angka yg sama dgn
SPT
7. jangan lupa tandatangan SPT dan cek lampirannya

Salam

Sinarahardja FE 83