Ketika Senja, Kami Bicara Emas

Siang itu-setelah menghadiri resepsi pernikahan salah satu anggota keluarga Kagama Virtual yaitu Mas Valdi,beberapa dari kami memutuskan tuk menuju Foodfest di jalan kaliurang dan kembali bicara. Ya,sebuah pembicaraan yang penting namun bukan sebuah rahasia.

Kami bicara emas.

Mengapa emas? Bukan karena saat ini harga emas sedang tinggi ataupun kami tergila gila akan emas.

Kami hanya ingin belajar,mumpung ada rekan yang ahli dalam investasi akan emas sedang berkumpul. Mas Denny P. Sambodo dan Mas Anam Alhabsyi,itulah rekan yang sore itu menjelentrehkan ilmu dan pengalamannya tentang investasi emas.

Banyak hal menarik yang kami dapat. Dari apa tujuan kita membeli dan menyimpan emas, bagaimana bentuk fisik emas sampai dinar dan dirham yang berlaku di pasaran (mas denny dan mas anam sampai membawa dan memperlihatkan contohnya).

Kami juga belajar bagaimana dan dimana membeli emas,dinar dan dirham. Ada yang mungkin suka beli fisik langsung, ada yang mencicil dengan program KLM di BRI,ada yang gadai sampai deposito berjamin emas.

Ada hal yang menarik yang dipaparkan oleh mas Anam terkait dirham dan atau perak. Memang,saat ini perak masih undervalue. Namun, harga perak terhadap emas dari tahun ke tahun perbandingannya selalu mengecil sehingga bisa jadi sepuluh atau dua puluh tahun ke depan,memiliki perak atau dirham menjadi sangat menguntungkan.

Satu hal pula yang menjadi tambahan ilmu,ada keuntungan menyimpan dinar daripada emas batangan apabila kita sedang di luar negeri. Hal ini karna dinar mudah dikonversi pada timbangan emas international yaitu Tryoz (bener gak ya,tulisane?mohon koreksi). Jadi kalau lagi sekolah di London atau di Muenchen kayak Uda Ferizal, kemudian butuh uang,dengan pegang dinar bisa cepet ditukar. Tapi kalau pergaulan kita hanya di sekitaran Bantul apa Sleman ya simpanan emas batangan kita bisa langsung dijual.

Juga yang tidak kalah penting adalah bahwa untuk investasi emas atau dinar dan dirham ini, gunakanlah uang anda yang menganggur alias tidak digunakan untuk kebutuhan pokok. Tapi, kita juga bisa menabung sedikit demi sedikit untuk melakukan investasi ini.

Dan soal menabung,saya selalu teringat kata kata dosen saya yang mendalami psikologi ekonomi, Pak Rahmat Hidayat; intensi untuk menabung itu tidak berkorelasi positif dengan pendapatan. Belum tentu orang yang pendapatannya 10 juta bisa menabung sebanyak orang yang pendapatannya 2 juta.

Akhir kata,senja yang hangat itu memberikan sebuah energi positif. Bahwa semua orang bisa bicara emas dan berkebun emas.

Jogja, 5 september 2011
-gadis kecil dengan jutaan mimpi-

Peserta bicara emas;
Mas luq,mb eka,mas yasir,mas rizal,mas komo dan migit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s